FILM INDONESIA

Ganindra Bimo jadi orang Batak dalam film Pariban

Penampilan Atiqah Hasiholan (kiri) dan Ganindra Bimo dalam film Pariban: Idola dari Tanah Jawa.
Penampilan Atiqah Hasiholan (kiri) dan Ganindra Bimo dalam film Pariban: Idola dari Tanah Jawa. | Stayco Media

Satu lagi film dengan citarasa kedaerahan siap meramaikan bioskop Indonesia. Berjudul Pariban: Idola dari Tanah Jawa, film ini kental budaya Suku Batak dari Sumatra Utara.

Bintang utama film ini adalah Ganindra Bimo dan Atiqah Hasiholan. Atiqah memang berdarah Batak, tapi Bimo sebaliknya.

Meski begitu, Bimo memerankan Moan --pemuda Batak yang lama merantau di Jakarta. Pada usianya ke-37, ia belum juga punya pacar.

Ibunya pusing dan merasa harus turun tangan. Moan lantas dijodohkan dengan Uli (Atiqah Hasiholan), sepupunya. Padahal Uli sudah punya kekasih.

Meski tak berdarah Batak, aktor yang dikenal sebagai pembawa acara televisi ini mengaku tidak kesulitan dalam memerankan orang asli daerah Sumatra Utara itu.

"Ada banyak pemain yang memang punya darah Batak, termasuk Atiqah Hasiholan yang mengajari budaya dan bahasa Batak," tutur Bimo dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Rabu (13/3/2018).

Bimo melanjutkan, "Tentu selain itu, juga ada Grace Blessing Marbun, Mak Gondut, dan Bang Tigor (Sumaisy Djaitov Yanda) yang bikin makin akrab sama budaya Batak. Selain itu karena proses shooting langsung di Samosir, jadi proses interaksi dengan orang lokal juga sangat membantu."

Selain itu, pada proses praproduksi ada persiapan antara dirinya dan para pemain lainnya. Ini semakin memantapkan "rasa Batak" dalam dirinya.

“Pas shooting kita ada persiapan dulu, reading bersama pemeran lain. Jadi di sana bisa ngobrol dan nanya-nanya, gimana sih gombalnya Batak, gimana sih logat yang pas kalau mau ngobrol ala orang Batak. Awalnya enggak terlalu ngerti, tapi buat saya ini tantangan yang bagus buat menambah talenta sebagai aktor," jelas Bimo.

Atiqah mengamini hal itu. "Waktu itu juga kita syuting cukup lama di Samosir, di sana sempat bergaul dan ngobrol sama masyarakat setempat. Melihat orang-orang yang bikin kerajinan Batak," jelas Atiqah kepada Tribun News (9/1/2019).

"Beberapa pemeran pendukung juga orang Samosir asli, jadi saya mempelajari karakteristik mereka juga dari situ," lanjut istri aktor Rio Dewanto itu.

Agustinus Sitorus , produser sekaligus CEO Stayco Media selaku rumah produksi menambahkan, Ia berharap semua aktor yang terlibat bisa berperan natural.

"Karena budaya dan logat Batak ini kan mudah ditiru dan familiar dengan telinga kita, jadi kami asah terus kemampuan para cast yang terlibat," ujar Agustinus.

"Harapannya, nanti anak muda Batak semakin bangga dengan budaya dan bahasanya sendiri," paparnya.

Dalam bahasa Batak, pariban berarti "sepupu". Agak berbeda dengan daerah lain, perjodohan antar saudara sepupu adalah hal yang lazim bagi Suku Batak.

"Semua muda-mudi Batak pasti punya pariban. Kami ingin mengajak publik untuk mengenal budaya kami sambil tertawa melihat berbagai kekonyolan yang lazim terjadi saat dijodoh-jodohkan dengan sepupu sendiri," ujar Agustinus kepada MetroTVNews.com (27/4/2018).

"Kami mencoba bertutur dengan sederhana tanpa menggurui, jadi orang Batak enggak perlu (aplikasi) Tinder untuk dapat jodoh. Kami cukup menemukan pariban yang tepat," lanjut Agustinus.

Meski memiliki kandungan regional yang kental, film Pariban dari Tanah Jawa diklaim sang sutradara tetap bisa ditonton dengan mudah oleh seluruh orang Indonesia.

"Film Pariban Idola dari Tanah Jawa tetap relevan ditonton seluruh suku di Indonesia karena cerita yang mungkin dialami para muda-mudi masa kini," ujar sutradara Andibachtiar Yusuf.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR