FILM INDONESIA

Gundala menembus Toronto International Film Festival

Film Gundala akan tayang perdana untuk publik mancanegara di Toronto International Film Festival 2019
Film Gundala akan tayang perdana untuk publik mancanegara di Toronto International Film Festival 2019 | Screenplay Films

Sineas Joko Anwar kembali mematri namanya di Toronto International Film Festival (TIFF), salah satu festival film bergengsi di dunia. Film Gundala arahannya terseleksi masuk “Midnight Madness”.

Program yang menayangkan film-film bergenre aksi laga, horor, thriller, dan fantasi ini menjadi kompetisi tahunan TIFF sejak 2009.

Untuk tahun ini, TIFF yang sudah memasuki edisi ke-44 berlangsung mulai 5-15 September 2019.

Seperti nama programnya, film-film yang terpilih masuk dalam “Midnight Madness” ditayangkan setiap tengah malam, tepatnya saban pukul 23:59 waktu setempat.

Pada malam penutupan, akan diumumkan satu film pemenang yang menjadi favorit penonton berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Selain Gundala, program “Midnight Madness” juga dimeriahkan, antara lain oleh Blood Quantum (arahan Jeff Barnaby), First Love (Takashi Miike), Color Out of Space (Richard Stanley), dan Saint Maud (Rose Glass).

Ini sekaligus meluruskan sebagian warganet yang menduga Gundala akan head to head dengan film Joker yang dibintangi Joaquin Phoenix.

Faktanya film yang juga diadaptasi dari komik --sama seperti Gundala-- itu datang ke TIFF untuk mengisi bagian “Gala Presentations”. Ini seksi yang khusus memutarkan film-film yang sering menampilkan aktor top di kancah internasional, lengkap dengan hamparan karpet merah.

Kepada Beritagar.id yang menghubunginya via layanan berbagi pesan (9/8/2019), Joko mengaku bahwa sebenarnya mereka tidak punya target untuk mengikuti festival film apa pun di mancanegara.

“Soalnya film ini memang kami bikin untuk publik Indonesia,” tulisnya. Tanpa dinyana ada perwakilan TIFF yang menonton cuplikan film Gundala di YouTube.

“Dia lalu minta izin menonton film ini secara utuh. Kami kasih lihat. Ternyata mereka suka banget. Jadilah kemudian mengundang Gundala ke TIFF,” lanjutnya.

Diakui Joko, sejak muncul pengumuman kehadiran Gundala di TIFF, banyak programmer festival film mancanegara lainnya yang mengirimkan surat elektronik. “Mereka mau nonton juga buat festival mereka,” pungkas Joko.

Kehadiran Gundala di TIFF sekaligus menandakan world premiere film yang dibintangi Abimana Aryasatya itu.

Film Gundala yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 29 Agustus 2019 menjadi film ketiga arahan Joko yang berhasil tayang di TIFF. Dua filmnya yang lain adalah A Copy of My Mind (program "Contemporary World Cinema") dan A Mother’s Love ("Primetime").

Perihal keberhasilan Gundala menembus TIFF, produser Bismarka Kurniawan tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.

“Senang sekali bisa mengenalkan sosok jagoan asli Indonesia ke panggung internasional yang sangat selektif seperti TIFF,” ungkap Bismarka dalam siaran pers.

Wicky V. Olindo yang turut memproduseri film ini tak kalah bangga. “Suatu kehormatan Gundala bisa terpilih di sebuah festival bergengsi. Tentunya bangga film Indonesia bisa disejajarkan dengan film-film terbaik dari seluruh dunia.”

Dua film asal Indonesia yang sebelumnya juga berhasil terseleksi masuk kategori “Midnight Madness” adalah Serbuan Maut alias The Raid (2011) dan Headshot (2016).

Film yang disebutkan pertama bahkan menjadi primadona penonton sehingga berhak membawa pulang Midnight Madness Award. Mari berharap prestasi serupa diulangi Gundala.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR