KONSER

Guns N' Roses keliling dunia mendulang laba

Infografik pencapaian tur reuni Guns N' Roses
Infografik pencapaian tur reuni Guns N' Roses | Sandy Nurdiansyah/Beritagar.id

Absen merilis album sejak Chinese Democracy (2008), tapi Guns N’ Roses tetap bergelimang uang. Pundi utama penghasil dolar itu berasal dari konser keliling dunia alias tur. Tajuknya “Not in This Lifetime... Tour”.

Magnet utama yang membuat orang menyerbu tiket pertunjukan band asal Los Angeles, Amerika Serikat, itu adalah nostalgia.

Berbeda dengan penyelenggaraan tur GN’R sebelumnya usai perilisan Chinese Democracy, kali ini penonton bisa menyaksikan sosok gitaris ikonis Slash dan bassis Duff McKagan mengapit vokalis Axl Rose.

Trio yang telah memperkuat GN’R sejak album debut Appetite for Destruction (1987) ini terakhir manggung bersama lebih dari satu dekade silam.

Ada banyak rumor mengenai ihwal perpisahan mereka, yang paling diplomatis; visi bermusik sudah tidak lagi sejalan.

Axl (56) sebagai empunya kuasa atas nama GN’R terus melaju ditemani para personel baru, sementara Slash (53) mengibarkan proyek solo bernama Slash's Snakepit.

McKagan (54) pada sisi lain tak mau kalah. Bassis asal Seattle yang juga seorang kolumnis ini membentuk Loaded. Pada 2002, ia dan Slash sempat membentuk Velvet Revolver yang bertahan hingga 2008.

Tanda-tanda reuni Axl, Slash, dan McKagan mulai terendus media sejak 2015. Diawali kabar hengkangnya satu per satu musikus yang selama ini memperkuat GN’R, seperti Ron "Bumblefoot" Thal (gitaris), DJ Ashba (gitaris), hingga Tommy Stinson (bassis).

Kepastian datang setelah penyelenggara Coachella Festival mengumumkan kehadiran GN’R sebagai salah satu headliner. Dalam jajaran personel terdapat nama Slash dan McKagan.

Sejak format reuni ini tampil perdana di Coachella Festival (16 dan 23 April 2016), formasi GN’R yang juga diperkuat Dizzy Reed (kibord), Richard Fortus (gitar), Frank Ferrer (drum), dan Melissa Reese (synthesizer, programming) terus kebanjiran tawaran konser.

Alhasil dari yang awalnya hanya menambahkan Las Vegas dan Meksiko dalam destinasi konser, band ini mengumumkan tur 20 kota di kawasan Amerika Utara pada 1 April 2016 bernama “Not in This Lifetime... Tour”.

Penggunaan nama tersebut merujuk jawaban Axl kepada TMZ pada 2002 ketika ditanyakan kemungkinan reuni GN’R. Seperti prediksi, formasi reuni tersebut laris manis mendatangkan penonton sehingga rutenya bertambah panjang.

Mendekati penghujung rangkaian tur yang dijadwalkan pada 8 Desember 2018, GN’R sudah keliling dunia. Hanya benua Antartika yang tak menjadi destinasi.

Berdasarkan catatan Pollstar (h/t Blabbermouth), kurun 2016-2017 saja, band yang melejit berkat lagu “Sweet Child O’ Mine” itu telah mengumpulkan $480,9 juta (sekitar Rp7 triliun) dari hasil 125 penampilan. Total penonton yang memadati setiap konser mereka lebih dari empat juta orang.

Besaran pemasukan itu membuat “Not in This Lifetime... Tour” menempati urutan keempat sebagai tur paling laris sepanjang 2017 menurut akumulasi Billboard. Di atas mereka bertengger U2 ($736 juta), The Rolling Stones ($558 juta), dan Coldplay ($523 juta).

Pundi-pundi dolar GN'R dipastikan tambah menggelembung karena masih ada 34 jadwal konser yang belum masuk hitungan, termasuk di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Senayan, Jakarta Selatan (8/11/2018).

BACA JUGA