Happy Death Day pukul jatuh Blade Runner 2049

Salah satu adegan dalam film Happy Death Day.
Salah satu adegan dalam film Happy Death Day. | Blumhouse Productions/Universal Pictures

Secara mengejutkan film Happy Death Day mampu menjadi pemuncak hasil box office pekan lalu (periode 13-15 Oktober). Memiliki bujet sangat kecil--untuk standar Hollywood ongkos produksi US $4,8 juta (Rp64,7 miliar) tergolong kecil sekali--, apa yang membuat film horor itu mampu meraup US $26,5 juta?

Menurut The New York Times, Happy Death Day punya jurus film horor murah tak murahan ala Blumhouse Productions, sebuah studio yang terafiliasi dengan Universal Pictures.

Jadi, Blumhouse berusaha menemukan sutradara berbakat yang mau digaji kecil, dalam hal ini Christopher Landon. Lalu, mereka memberinya bujet kecil, tapi memberi Landon banyak kebebasan dari segi kreativitas.

Tak hanya dari penghasilan komersial, dari segi kualitas pun, hasilnya lumayan. Happy Death Day diberi rating 6,6/10 poin oleh para pengguna IMDB, sementara para pengulas film di Rotten Tomatoes memberi rating 64 persen.

"Happy Death Day menyatukan humor gelap dengan sentuhan fiksi ilmiah dalam film bacok-bacokan, yang diperkuat performa bintang baru Jessica Rothe," tulis Rotten dalam konsensus kritiknya.

Dengan mengaduk-aduk formula horor dari Scream (1996) dan komedi berulang dari Groundhog Day (1993), Happy Death Day mampu mengajak anak-anak muda pergi ke bioskop. Sebanyak 63 persen dari para pembeli tiket masih berusia di bawah 25.

Keberhasilan ini merupakan pengulangan formula sukses Blumhouse pasca memproduksi Get Out (2017). Film garapan Jordan Peele itu mampu meraup US $253,1 juta dari seluruh dunia, dengan bujet tak beda jauh dengan Happy Death Day yaitu US $4,5 juta.

Happy Death Day menceritakan seorang mahasiswi bernama Tree Gelbman (diperankan Jessica Rothe) yang terus menerus mengulang hari kematiannya. Tree mengalami lagi dan lagi akhir hidupnya yang tragis hingga akhirnya ia menemukan siapa sang pembunuh.

Posisi kedua ditempati Blade Runner 2049 yang mengumpulkan US $15,1 juta. Secara keseluruhan, film garapan Denis Villeneuve ini sudah meraup US $158,6 juta dari seluruh dunia. Angka segitu baru lewat sedikit dari ongkos produksinya yang diperkirakan mencapai US $150 juta.

Hanya 38,2 persen dari pendapatan global 2049 yang berasal dari Amerika Serikat. Kebalikan dari Happy Death Day, film fiksi ilmiah itu memang lebih disukai kalangan yang lebih tua.

Pria berusia melebihi 25 merepresentasikan 50 persen dari penonton 2049, sementara wanita di atas 25 hanya 27 persen. Sementara pria di bawah 25 hanya 15 persen, menemani 8 persen untuk wanita bawah 25.

Posisi ketiga ditempati filmnya Jackie Chan yaitu The Foreigner. Meski raihannya di AS hanya US $12,8 juta, tapi di luar negeri uang sebesar US $88,4 juta masih bisa dikumpulkan. Tentu saja nama besar Jackie Chan masih punya pengaruh besar, terutama di Tiongkok (US $88,4 juta). Dari Indonesia, The Foreigner mampu mengumpulkan US $1,35 juta.

Inilah daftar pemuncak box office di Amerika Serikat untuk periode akhir pekan lalu (13-15 Oktober), dilansir dari Box Office Mojo:

1. Happy Death Day - US $26,5 juta (pekan 1)

2. Blade Runner 2049 - US $15,1 juta (total US $60,6 juta - pekan 2)

3. The Foreigner - US $12,8 juta (pekan 1)

4. It - US $6 juta (US $314,9 juta - pekan 6)

5. The Mountain Between Us - US $5,65 juta (US $20,5 juta - pekan 2)

6. American Made - US $5,4 juta (US $40,15 juta - pekan 3)

7. Kingsman: The Golden Circle - US $5,3 juta (US $89,65 juta - pekan 4)

8. The LEGO Ninjago Movie - US $4,3 juta (US $51,6 juta - pekan 4)

9. My Little Pony: The Movie - US $4 juta (US $15,5 juta - pekan 2)

10. Victoria and Abdul - US $3,1 juta (US $11,3 juta - pekan 4)

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR