FILM INDONESIA

Herjunot Ali dan Luna Maya menghadapi teror boneka

Luna Maya (kanan) dan Herjunot Ali jadi pasutri dalam film The Doll 2.
Luna Maya (kanan) dan Herjunot Ali jadi pasutri dalam film The Doll 2. | hitmakerstudios.com

Keberhasilan The Doll meraup 550.252 penonton membuat rumah produksi Hitmaker Studio bergerak cepat meluncurkan sekuel film tentang teror sebuah boneka itu. Herjunot Ali dan Luna Maya dipasangkan sebagai pemeran utama.

Sejak memulai karier dalam film Lovely Luna (2004), Junot belum pernah bermain dalam film horor.

Dari delapan judul film yang dibintanginya, semua mengusung genre drama. Sebutlah misalnya Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013), Supernova: Ksatria, Putri, & Bintang Jatuh (2014), dan Sunshine Becomes You (2015).

Tidak ingin terlalu lama berkutat di zona nyaman yang bisa membuat potensinya kurang berkembang, aktor berusia 31 itu mengiyakan tawaran sutradara Rocky Soraya untuk membintangi The Doll 2.

"Ini pertama kalinya banget saya bisa main di genre ini. Biasanya drama yang sudah seperti zona nyaman. Siapa tahu saya bisa punya pengalaman baru dengan terlibat di film ini," ungkap Junot dinukil dalam laman Bintang.com (16/5/2017).

Pengalaman baru yang dirasakan Junot adalah bekerja dengan visual effect yang diakuinya cukup sulit, tapi menantang.

"Susah karena penggabungannya dengan CGI. Dan ada yang pakai sling, darah-darah. Dan bikin lukanya itu lama karena harus make up berjam-jam," sambung Junot.

Alasan lain yang membuat finalis MTV VJ Hunt 2004 itu mau terlibat dalam The Doll 2 karena kualitas cerita dan jajaran pemain yang bergabung.

Rocky memberikan garansi bahwa The Doll 2 akan lebih segar dibandingkan seri terdahulu. Jika kebanyakan proyek sekuel setia memasang deretan pemeran utama yang terlibat dalam bagian pertama, The Doll 2 mengambil pendekatan berbeda.

Bukan hanya posisi pemeran utama yang kini tak lagi diperankan Denny Sumargo dan Shandy Aulia, alur cerita dan boneka juga mengalami perubahan. Boneka Ghawiah yang jadi penebar teror pada seri terdahulu kini digantikan Sabrina.

"Hanya Laras (diperankan Sara Wijayanto, red.) yang menjadi benang merah dari cerita pertama," ungkap Rocky yang kembali menulis naskah sekaligus memproduseri.

Berbeda dengan Junot, debut Luna sebagai pemain film justru dengan membintangi film horor bertajuk Bangsal 13 (2004). Hanya saja, setelah itu ia tak pernah lagi terlibat dalam film bergenre sejenis.

Perasaan kangen ingin bermain film horor lagi terjawab seturut datangnya tawaran membintangi The Doll 2.

"Ini film horor kedua saya. Waktu main film Bangsal 13 masih remaja dan penakut banget. Di sini saya lebih banyak menangis, hampir 79 persen nangis terus. Tapi ada adegan action juga. Jadi seimbanglah," terang Luna.

Film ini berkisah tentang pasangan suami istri, Aldo (Junot) dan Maira (Luna Maya), yang hidup bahagia bersama putri mereka, Kayla.

Segala kebahagiaan itu berubah jadi nestapa setelah mereka mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan Kayla tewas.

Rumah tangga pasutri ini pun mulai sering mendapat gangguan dari mahluk halus. Bahkan boneka kesayangan Kayla semasa hidup yang bernama Sabrina juga ikut menebarkan teror.

The Doll 2 dijadwalkan tayang mulai 20 Juli 2017. Selain Junot, Luna, dan Sara, film ini juga menghadirkan Rydhen Afexi, Maria Sabta, dan Mega Cafensa.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR