FESTIVAL MUSIK

Hip-hop, EDM, dan nostalgia dalam Futurepublic 2019

Penampilan penyanyi rap senior Iwa K dalam Futurepublic 2019 di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu (23/2/2019).
Penampilan penyanyi rap senior Iwa K dalam Futurepublic 2019 di Allianz Ecopark, Ancol, Jakarta Utara pada Sabtu (23/2/2019). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Langit mendung membuat suasana di Ancol pada Sabtu sore (23/2/2019) menjadi kelabu. Petir kadang menyambar. Namun, gemuruhnya kalah oleh kemeriahan yang terdengar di Allianz Ecopark, yang berada di dalam area Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Saat itu berlangsung Futurepublic, festival musik yang diadakan oleh MNC Group dan Livescape Group. Sasarannya adalah milenial dan generasi Z, dengan menampilkan musisi hip-hop dan EDM top dari dalam dan luar negeri seperti Saykoji, Iwa K, Ramengvrl, Dipha Barus, Teza Sumendra, Diskopantera, Tokimonsta, dan Mura Masa.

Pada pukul 19.15, Extra Joss Shake House Party ramai oleh penonton muda yang ingin menyaksikan Ramengvrl. Penyanyi rap ini membawakan lagu-lagunya yang “I’m da Man” dan “Whachu Mean”.

Namun penonton menggila saat Ramengvrl ditantang untuk melakukan freestyle rap, alias melantunkan rap dengan lirik yang dibuat secara spontan. Penyanyi bernama asli Putri Soeharto ini menciptakan lirik yang menyindir anggota DPR dan RUU Permusikan. Ia juga sempat melantunkan lirik yang agak dewasa.

“Inilah kenapa gue enggak mau freestyle, hahaha,” ungkap Ramengvrl menyelesaikan aksinya sambil tertawa.

Usai mengakhiri aksi panggungnya, Ramengvrl beralih ke panggung besar The F Thing Stage untuk berkolaborasi bersama musisi elektronik Dipha Barus.

Penampilan Ramengvrl dalam Futurepublic 2019
Penampilan Ramengvrl dalam Futurepublic 2019 | Indra Rosalia /Beritagar.id

Tampil sejak 19.45, Dipha tak hanya memainkan lagu-lagu andalannya. Ia sempat mengajak penonton nostalgia ke era 1990-an lewat lagu “Salah” yang dipopulerkan band Potret pada 1997. Ia bahkan mundur lebih jauh dengan memainkan hasil mix lagu “Sinaran” milik Sheila Majid dari tahun 1986.

Tentu saja Dipha tak beraksi sendirian. Disjoki (DJ) berusia 33 ini memang tipe musisi musik dansa elektronik alias EDM (electronic dance music) yang senang memasukkan banyak unsur vokal dalam tiap lagu buatannya.

Di atas panggung, Dipha tampil dengan Ramengvrl, A. Nayaka, Kalula, Matter Moss, Monica Karina, Nadin, dan Inside Out Choir dengan lagu-lagu seperti “No One Can Stop Us”, “All Good”, “Money Honey”, “Skin to Skin”, dan “My Kind of Crazy”.

Lagu terakhir adalah kolaborasi Dipha dengan Raisa, tapi perempuan solis itu saat ini sedang rehat karena baru melahirkan anak pertamanya. Sebagai gantinya, Dipha menampilkan foto Raisa di layar LED belakang panggung.

Suasana meriah, meskipun panggung The F Thing Stage yang tak beratap diguyur hujan. Beberapa penonton bahkan turut menyanyi dan menari sambil berteduh dengan payung.

Keramaian penonton saat Dipha Barus beraksi di Futurepublic 2019
Keramaian penonton saat Dipha Barus beraksi di Futurepublic 2019 | Indra Rosalia /Beritagar.id

Pukul 9 malam. Beralih lagi ke panggung shake Extra Joss Shake House Party, ada penampilan beberapa penyanyi rap ternama yang tergabung dalam Skool of Rap. Mereka adalah Sweet Martabak, Saykoji, dan Iwa K.

Para penyanyi rap yang tergolong senior itu mengundang perhatian para penonton berusia atas 30-an, meski banyak juga yang terlihat masih berusia di bawahnya.

Secara bergantian, para rapper menyanyikan lagu milik masing-masing. Sebagai penyanyi yang besar pada 2000-an, Igor “Saykoji” membawakan lagu-lagu populernya seperti “Turun Naik” dan “Online”.

Penampilan Iwa K ditaruh di paling akhir, juga menjadi yang paling disambut meriah oleh penonton. Sebagai penyanyi rap paling senior, Iwa (48) membius penonton dengan lagu lawasnya seperti “Bebas” (1994).

Hujan yang turun membuat suasana di area Shake House Party panas dingin. Sejuk di luar, tapi panas dan pengap di dalam, karena area penonton ditutupi plastik. Toh, ratusan penonton tetap bersemangat melantunkan lagu “Bebas”. Termasuk anak-anak muda, yang mungkin belum lahir kala lagi itu dirilis.

“Bebas, lepas, ku tinggalkan saja semua beban di hatiku. Melayang, ku melayang jauh, melayang dan melayang,” para penonton, Iwa, dan penyanyi latar seolah melakukan koor.

Pada bagian paling akhir, para penyanyi rap ini bersatu di atas panggung, membawakan lagu hits Iwa berjudul “Malam ini Indah” yang berasal dari album Mesin Imajinasi (1998), menutup nostalgia hip-hop 1990-an oleh Skool of Rap.

Kembali lagi ke Extra Joss Shake House Party, ada penampilan DJ Diskopantera. Musisi yang satu ini dikenal luas karena kerap menggarap mix lagu-lagu lawas dari era 1980 dan 1990-an.

Dari lagu “Everybody” milik Backstreet Boys, “Mmmbop” dari Hanson, hingga “Berharap tak Berpisah” milik Reza Artamevia.

Seperti penampilan Iwa K dan Skool of Rap sebelumnya, penonton menari dan menyanyi bersama-sama, baik itu generasi X dan milenial yang tumbuh besar dengan lagu-lagu tersebut, juga generasi Z yang senang dengan tren menikmati lagu-lagu lawas.

Selain mengajak penonton mengarungi mesin waktu ke era 1980 dan 1990-an, DJ bernama asli Rahmat Dwi Putranto ini lihai dalam menghibur penonton. Penampilannya jenaka, dengan celana olahraga pendek khas 1980-an, dan baju transparan yang memperlihatkan kaus kutangnya berwarna hitam.

Selain itu, ia juga jenaka dalam lagu-lagu dan aksi panggung. Salah satunya dengan mix lagu dangdut “Ga Mau Pulang, Maunya Digoyang.”

Saat Diskopantera beraksi, hujan sudha berhenti. Berpindah lagi ke The F Thing Stage, ada musisi elektronik Mura Masa. DJ asal Inggris berusia 22 ini memiliki karya EDM yang agak unik, lebih nyentrik dengan adanya instrumen-instrumen tambahan, memberi nuansa chill, tapi tetap punya hentakan khas musik elektronik.

Setelah Mura Masa tampil, di panggung yang sama ada Young Gangsta, sebagai penutup Futurepublic 2019. Ia adalah penyanyi rap yang menggantikan rapper lainnya, Tyga. Pekan lalu, Tyga mengumumkan membatalkan tur Asia, sehingga ia tak jadi tampil di Jakarta.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR