LAYANAN PENGALIRAN VIDEO

Hooq menargetkan produksi 100 konten orisinal

Kelanjutan musim pertama Cek Toko Sebelah the Series akan hadir di Hooq pada Februari 2020
Kelanjutan musim pertama Cek Toko Sebelah the Series akan hadir di Hooq pada Februari 2020 | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Persaingan antara penyedia layanan pengaliran (streaming) video semakin ketat. Hooq yang kepemilikannya merupakan kongsi antara Singtel, Sony Pictures, dan WarnerMedia memahami betul hal tersebut.

Adu kuat layanan ini dalam kancah global kini tidak lagi hanya berisi Netflix, Amazon Prime Video, atau Hulu.

Para perusahaan hiburan raksasa yang selama ini menyewakan alias memasok konten mereka kepada sejumlah pemain streaming video tadi mulai terjun sebagai penyedia.

Disney, misalnya, bersiap meluncurkan Disney+ secara resmi per 12 November 2019. Apple yang selama ini memproduksi berbagai perangkat elektronik cerdas itu juga tak mau kalah langkah.

Mereka punya andalan baru bernama Apple TV+. Diluncurkan lebih cepat pada 1 November 2019 dengan segambreng konten orisinal dengan biaya langganan sebesar AS$5 (Rp69 ribu) per bulan.

Terbaru yang akan meluncur tahun depan adalah Peacock milik NBCUniversal dan HBO Max persembahan WarnerMedia.

Dari kancah regional, Asia Tenggara atau Indonesia saja, geliat persaingan antara sesama penyedia layanan ini tak kalah seru.

Bukti terbarunya ketika Gojek pada penghujung September 2019 resmi meramaikan kolam bisnis ini dengan meluncurkan GoPlay.

Setahun sebelum meluncur resmi, perusahaan ini melalui Go-Studio sudah bergerilya urunan memproduksi film dan serial, sebut misal Kulari ke Pantai dan Filosofi Kopi the Series.

Fokus GoPlay selanjutnya adalah memproduksi lebih banyak konten orisinal. Sudah ada beberapa serial yang sedang dalam tahap pengerjaan, yaitu Saiyo Sakato, Tunnel, dan Gossip Girl Indonesia.

Sebagai layanan yang hadir beberapa tahun lebih dahulu, Hooq juga terus berusaha menancapkan posisi mereka yang sebelumnya sudah mendapatkan saingan ketat dari iFlix.

Khusus untuk menarik pelanggan di Indonesia, layanan yang hadir sejak 2015 ini akan memproduksi 14 konten orisinal. Untuk mewujudkannya mereka bekerja sama dengan beberapa perusahaan, antara lain MD Entertainment, Starvision, Marawa, dan Vice Media.

Bersama MD, Hooq melalui Hooq Studio akan memproduksi delapan konten yang terdiri dari serial dan film. Untuk film terdiri dari Sunyi, Twivortiare, Danur 3: Sunyaruri, dan Habibie & Ainun 3. Serial yang sedang mereka kembangkan masih dirahasiakan.

Dengan Starvision akan hadir musim kedua Cek Toko Sebelah Series yang saat ini sedang dalam tahap produksi di bawah arahan Muhadkly Acho, Arie Kriting, dan Soleh Solihun. Serial ini dijadwalkan tayang mulai Februari 2020.

Kolaborasi dengan Marawa mewujud dalam serial Brata musim kedua. Sementara program gelar wicara IMHO (In My Humble Opinion) adalah hasil kreasi bersama Vice Media.

Saat pengumuman berbagai konten orisinal tersebut di Live Space, SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (3/9), Hooq menargetkan pada kuartal kedua 2020 total konten orisinal mereka sudah menyentuh 100. Saat ini sudah tersedia 59 konten orisinal dari seluruh wilayah Asia Tenggara.

CEO Hooq Peter Bithos menyatakan bahwa Asia Tenggara merupakan wilayah dengan kekayaan warisan budaya yang besar. “Ada banyak kisah lokal yang bisa menjadi inspirasi cerita," katanya.

Ditambahkan Jennifer Batty selaku Chief Content Officer Hooq, terjadi peningkatan jumlah penonton yang signifikan terhadap konten lokal selama tiga tahun belakangan.

Khusus rentang Januari hingga September 2019, lebih dari 51% total waktu menonton dihabiskan untuk menyaksikan konten dari Asia Tenggara. Oleh karena itu, mereka tanpa ragu fokus membangun kemitraan yang kuat dengan para sineas lokal di wilayah tersebut, termasuk Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR