JAVA JAZZ FESTIVAL

Hujan, Toto, dan Java Jazz 2019 hari ketiga

Aksi Joseph Williams sebagai vokalis Toto saat band asal AS itu manggung di Java Jazz 2019, JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019).
Aksi Joseph Williams sebagai vokalis Toto saat band asal AS itu manggung di Java Jazz 2019, JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2019). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Hujan deras mengguyur arena Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019) sore. Area luar ruangan yang terguyur air tampak sepi. Hanya sesekali ada orang yang nekat mencoba menembus hujan.

Padahal, ada perhelatan besar yang digelar di arena tersebut yakni hari ketiga sekaligus terakhir dari Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2019. Keramaian terpusat di area koridor dan dalam ruangan yang terlindung atap.

Memasuki panggung Kapal Api Signature - Hall A1, penyanyi R&B Teddy Adhitya sudah beraksi sejak pukul 18:30. Menutupi rambut keritingnya dengan topi kupluk merah, Teddy tampak kontras dengan lampu panggung yang berwarna biru.

Teddy menyanyikan lagu-lagunya, yang sebagian besar punya irama santai. Itu cocok dengan Hall A1, tempat penonton bisa duduk di kursi untuk menikmati musik. Tak semuanya ingin duduk, beberapa penonton lebih memilih untuk berdiri di dekat pintu masuk.

Beralih ke arena luar ruangan, tepatnya Java Jazz Stage - Outdoor Stage. Hujan sudah mereda, tapi masih ada rintik gerimis. Namun, itu tak menghalangi sekitar seratusan penonton untuk menikmati penampilan Knower, duo musisi asal Amerika Serikat.

Penampilan Knower dalam Java Jazz 2019 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019)
Penampilan Knower dalam Java Jazz 2019 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019) | Indra Rosalia /Beritagar.id

Beberapa penonton bahkan bergoyang mengikuti irama elektronik jazz-funk yang dibawakan Genevieve Artadi (vokal), Louis Cole (drum), dan beberapa pemain tambahan. Aksi panggung Artadi-lah yang menggoyang penonton. Ia menyusuri semua sisi panggung sambil menari, seolah meminta penonton untuk menghiraukan gerimis dan ikut bergoyang.

Arloji menunjukkan pukul 19:45. Hanya 45 menit lagi, band legendaris Toto akan tampil di panggung BNI Hall - Hall D2. Mereka adalah salah satu special show untuk Java Jazz 2019.

Ribuan penonton mulai memadati area luar, mengantre masuk. Panitia tampak membagi penonton menjadi beberapa bagian. Satu per satu, bagian-bagian ini masuk secara bergiliran ke dalam Hall D2.

Untungnya, hujan sudah mereda, tinggal rintik kecil saja. Soal hujan ini adalah salah satu hal yang ditakuti Dewi Gontha, Direktur Utama Java Festival Production.

Dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019), Dewi menyatakan, “(Kalau) tiba-tiba pas special show hujan, (kami) pasti dimaki-maki.”

Penonton lokal, menurut Dewi, memang agak sensitif terhadap hujan. Ia ada benarnya. Keluhan semacam “pawang hujannya enggak mempan, nih” terdengar di mana-mana, terutama saat hujan tengah deras-derasnya. “Dandanannya sudah cantik-cantik, terus hujan. Sebal. Saya kalau jadi penonton juga mungkin sebal,” ungkap Dewi.

Ribuan penonton mengantre iluntuk memasuki Hall D2 Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019). Mereka ingin menikmati aksi panggung band Toto
Ribuan penonton mengantre iluntuk memasuki Hall D2 Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019). Mereka ingin menikmati aksi panggung band Toto | Indra Rosalia /Beritagar.id

Kembali ke Toto. Sebagian besar penonton yang hadir tampak sudah berusia di atas 30. Beberapa bahkan datang membawa anak-anaknya. Toto memang sudah tergolong lawas. Band pop rock asal Los Angeles, Amerika Serikat ini sudah berdiri sejak 1977.

Sebelum Toto tampil, hadirin diminta menyanyikan “Indonesia Raya”. Setelah lagu kebangsaan kita dinyanyikan, Joseph Williams (vokal), Dominique "Xavier" Talpin (kibor), Steve Porcaro (kibor), Steve Lukather (gitar), dan beberapa personel tambahan memasuki panggung.

Salah satu pendiri dan penulis lagu-lagu Toto, kibordis David Paich tak ikut ke Jakarta. Sejak Juli 2018, usai tur di Eropa, kesehatannya terganggu dan ia memutuskan untuk istirahat hingga sembuh total.

Talpin dipilih sebagai pengganti sementara dan kibordis itu bersama Toto sejak tur Amerika Utara pada Agustus 2018 hingga sekarang.

Mereka langsung menyanyikan “Devil’s Tower”, lagu lawas mereka yang ditulis berbarengan dengan hits “Africa” pada 1980-an, tapi baru dirilis tahun lalu.

Penonton pun melakukan koor massal. Suasana makin meriah, karena Toto termasuk ramah dan mau mencoba berinteraksi dengan penonton. Salah satu pemicunya adalah Lukather dan Williams yang kerap maju ke bibir panggung untuk lebih dekat dengan hadirin.

Ketika Beritagar.id keluar dari Hall D2, hujan sudah berhenti. Arloji menunjukkan pukul 21.30. Saatnya beralih ke MLD Spot Stage Bus untuk menikmati penampilan perempuan solis lokal Danilla Riyadi.

Panggung Stage Bus bisa dikatakan paling unik daripada yang lain. Bentuknya bis yang dimodifikasi menjadi panggung. Jaraknya dekat sekali dengan penonton, dan jadi satu dengan area makan. Suasananya hangat, musisi dan penggemarnya sangat berdekatan.

Aksi Danilla Riyadi di panggung Stage Bus dalam Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019)
Aksi Danilla Riyadi di panggung Stage Bus dalam Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Minggu (3/3/2019) | Indra Rosalia /Beritagar.id

Beralih lagi ke Hall A1, ada Michael Manson, musisi jazz asal Chicago, AS. Di tengah-tengah penampilannya, Manson kedatangan Nima Ilayla, penyanyi lokal muda berusia 17. Mereka akan berkolaborasi.

Dengan rambut yang dikuncir seperti ekor kuda, Nima menyanyikan lagunya Ariana Grande yang kerap terdengar dalam beberapa bulan ini, yaitu “Thank U, Next”. Setelah itu, ia melantunkan lagu lawas “Killing Me Softly”.

Penampilan Nima dan Michael Manson seperti kesimpulan dari Java Jazz tahun ini, yaitu perpindahan generasi tua ke muda, serta musik jazz didampingkan dengan genre lain yang lebih populer.

Catatan redaksi: sebelumnya pada foto utama tertulis vokalis Toto, David Paich, seharusnya Joseph Williams. Kesalahan telah kami perbaiki.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR