FESTIVAL SENI

Identitas jadi tema utama festival fotografi JIPFest 2019

Seorang fotografer memotret para pembicara dalam seremoni pembukaan JIPFest 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/7/2019).  Berdiri paling tengah adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, diapit oleh Firman Ichsan, Head Curator JIPFest 2019, dan Cristian Rahadiansyah, Festival Director JIPFest 2019
Seorang fotografer memotret para pembicara dalam seremoni pembukaan JIPFest 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/7/2019). Berdiri paling tengah adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, diapit oleh Firman Ichsan, Head Curator JIPFest 2019, dan Cristian Rahadiansyah, Festival Director JIPFest 2019 | Indra Rosalia /Beritagar.id

Pameran fotografi relatif langka ditemui di Indonesia, apalagi yang cakupannya luas dan berskala festival. Tahun ini, kekosongan itu coba diisi dengan diadakannya Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2019.

Dalam penyelenggaraan perdananya ini JIPFest memiliki tema identitas, mengingat Indonesia terdiri dari ratusan etnis dengan berbagai bahasa dan ciri khas masing-masing.

“Identitas adalah tema yang relevan,” ujar Firman Ichsan, Head Curator JIPFest 2019 dalam acara seremoni pembukaan JIPFest 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/7/2019).

Firman melanjutkan, “Saya harap JIPFest jadi wadah pemantik pembicaraan mengenai identitas dan menjadi wadah dialog antargolongan di Indonesia.”

Festival fotografi ini lahir pada Juni 2018, bermula dari sebuah obrolan santai antara Cristian Rahadiansyah, Festival Director JIPFest 2019 dengan Ng Swan Ti, seorang fotografer sekaligus Managing Director di Pannafoto Institute.

Mereka membentuk sebuah festival yang memiliki tiga tujuan utama. “Pertama, menciptakan wadah bagi pelaku fotografi dan publik untuk bertemu, bertukar gagasan, berbagi ilmu, dan berkolaborasi,” ujar Cristian.

Ia melanjutkan, “Kedua, menciptakan marketplace bagi pelaku fotografi untuk menjual karya, menawarkan jasa, melebarkan jaringan. Ketiga, kami ingin Indonesia tertera kian jelas dalam peta fotografi internasional.”

Untuk tujuan ketiga, JIPFest mendatangkan beberapa orang yang sudah punya nama di dunia fotografi internasional. Contohnya Marina Vitaglione (dari Panos Pictures), Cyrille Cartier (mentor jurnalisme asal Kroasia), Teun van der Heijden (spesialis buku foto asal Belanda), Veejay Villafranca (fotografer asal Filipina), dan Zhuang Wubin (kurator asal Singapura).

“Saya berharap bakat-bakat hebat Indonesia tertangkap radar mereka,” ujar Cristian. Dari pelaku ekosistem fotografi lokal, ada Anton Ismael (Kelas Pagi), Bambang Bujono (kritikus seni), Erik Prasetya (fotografer jalanan), dan fotografer Rony Zakaria.

JIPFest diharapkan bisa menjadi platform bagi fotografer dan publik untuk bersua, berdialog, dan bertukar cerita, serta arena bagi proyek-proyek fotografi untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.

JIPFest 2019 hadir pada 25 Juni hingga 9 Juli di 17 lokasi ruang publik seputar Jakarta Pusat, di antaranya Taman Menteng, Sarinah, Taman Ismail Marzuki, Goethe-Institut, IFI, ruang seni Rubanah, Artotel Thamrin, dan restoran Tugu Kunstkring Paleis.

Kehadiran festival yang rencananya akan digelar setiap tahun ini disambut baik oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Inisiasi untuk melakukan festival dengan lokasi di berbagai tempat sangat sejalan dengan apa yang kita bayangkan akan kita bangun di kota ini,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kata sambutannya.

Menurut Anies, JIPFest 2019 bisa menjadi “ruang ketiga” bagi warga Jakarta, setelah ruang tinggal dan ruang kerja. “Acara ini bisa menjadi space bagi warga dalam mendapat pengalaman baru untuk ruang ketiga,” tutur sang Gubernur.

Mayoritas kegiatan dalam JIPFest terbuka gratis untuk umum, termasuk Projection Night, semacam layar tancap yang menampilkan karya fotografi; Artist Talk untuk pembahasan karya fotografi; serta Panel Discussion yang mendiskusikan berbagai isu fotografi global bersama tokoh- tokoh fotografi.

Budaya tukar ilmu, kritik dan saran juga dibentuk JIPFest melalui program seperti Curators Lab (pelatihan kurator foto), Workshops (pelatihan keahlian industri fotografi, termasuk pembuatan buku foto dan visual storytelling), serta Portfolio Review (menghadirkan 25 tokoh fotografi, media dan seni untuk memberi kritik konstruktif pada fotografer).

Catatan redaksi: Beritagar.id adalah mitra media JIPFest 2019
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR