Imajinasi visual unik hiasi A: Aku, Benci dan Cinta

Sutradara Rizki Balki saat press conference film A: Aku, Benci dan Cinta di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017).
Sutradara Rizki Balki saat press conference film A: Aku, Benci dan Cinta di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017).
© Indra Rosalia /Beritagar.id

Bulan Agustus ini, genre remaja kembali mewarnai perfilman Indonesia. Selain The Underdogs yang menitikberatkan pada tema perisakan dan YouTuber, ada A: Aku, Benci, dan Cinta (selanjutnya disebut ABC).

Film garapan sutradara Rizki Balki ini diangkat dari novel berjudul sama karangan Wulanfadi. Yang diangkat adalah tema percintaan segi empat.

Alkisah Anggia (Indah Permatasari) adalah seorang wakil ketua OSIS yang kesal bukan main pada sang ketua, Alvaro (Jeffry Nichols). Sebab, Jeffry adalah anak bergajul yang playboy dan kerap adu mulut dengan Anggia.

Yang tidak diketahui Anggia, sifat don juan Alvaro muncul sebagai pelarian dari kekasihnya Athala (Amanda Rawles) yang sudah setahun terbaring koma. Di sisi lain, Anggia berkenalan dengan Alex (Brandon Salim) yang dianggapnya berbeda 180 derajat dari Alvaro. Namun, entah mengapa nasib terus mempertemukan Anggia dengan Alvaro.

ABC merupakan film layar lebar pertama Rizki. Sebelumnya ia lebih dikenal sebagai sutradara iklan. Berbagai komersial dari jenama populer menghiasi akun Youtube-nya, seperti Mizone, Samsung, AirAsia, BNI, dan lain-lain.

Mata pencaharian utama Rizki memang dari iklan. Bahkan di sela-sela proses produksi dan pasca produksi ABC, ia masih menggarap beberapa iklan.

Segudang pengalaman dari iklan diakui Rizki membantunya dalam penggarapan ABC. Film ini menawarkan visual yang unik. Dalam sebuah adegan, karakter Anggia sedang kesal kepada Alvaro. Tiba-tiba, Anggia berada di sebuah panggung opera dan berteriak. Adegan khayalan itu menggambarkan rasa kesal Anggia secara jenaka.

"Pengalaman saya di iklan kurang lebih membantu. Bedanya, kita nggak perlu jualan lagi ke klien dan agensi, saya yang menentukannya," jelas Rizki kepada Beritagar.id dalam press screening ABC di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017).

Menurut Rizki, ini bagian dari imajinasi sineas dalam berkarya. "Mumpung kita sedang pakai medium audio visual, kita bisa bedakan dengan komik, cetak dan radio. Dunia audio visual itu kaya banget. Imajinasi bisa optimal, tentu dikaitkan lebih dulu dengan skenarionya."

Dalam film pertamanya, sineas berusia 44 tahun ini harus berhadapan dengan aktor-aktor yang jauh lebih muda. Dua bintang utama, Indah dan Jeffry masing-masing baru berusia 20 dan 18 tahun. Amanda Rawles bahkan baru 16 tahun. Dari empat karakter utama, Brandon Salim adalah yang tertua. Namun putra aktor Ferry Salim itu baru 21 tahun.

Umur yang jomplang itu tak bikin Rizki rendah diri atau sebaliknya. "Orang punya jiwa muda tuh nggak pernah hilang," ujarnya seraya tertawa. "Tentunya saya minta mereka berikan masukkan terus menerus. Karena kekayaan akting mereka tak akan keluar jika kita tak minta input."

Sebagai film pertama, lulusan Institut Teknologi Bandung ini juga ingin memberi edukasi dan pesan pada penonton. ABC merupakan kisah percintaan remaja, tapi ia ingin mengambilnya dari sudut berbeda, yaitu misterinya.

"Dengan mendalami kisah cinta dari aspek lain seperti misteri, kita bisa bikin cerita tanpa adegan ciuman, seksualitas, dan erotisme," ujar pria yang mengaku tadinya ingin film pertamanya bergenre horor dan misteri ini.

Menurut Rizki, banyak sineas yang akhirnya terjebak pada adegan erotis saat membuat film cinta-cintaan.

"Padahal, misteri dari cinta itu bisa bikin penonton terduduk lama. Saya harap, penonton sibuk memikirkan apa yang bakal terjadi selanjutnya. Bukan kapan ciumannya, atau bentuk tubuh pemainnya seperti apa," pungkas Rizki.

A: Aku, Benci & Cinta tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 16 Agustus 2017.

'A: Aku, Benci & Cinta' - Official Trailer
© MD Pictures
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.