FILM INDONESIA

Imperfect jadi kolaborasi keempat Ernest dan Meira

Sineas Ernest Prakasa saat ditemui dalam acara konferensi pers di Usmar Ismail Hall, Setiabudi, Jakarta Selatan (2/11/2017).
Sineas Ernest Prakasa saat ditemui dalam acara konferensi pers di Usmar Ismail Hall, Setiabudi, Jakarta Selatan (2/11/2017). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Sineas Ernest Prakasa kembali berkolaborasi dengan istrinya, Meira Anastasia, dalam sebuah film berjudul Imperfect. Kolaborasi ini merupakan yang keempat setelah Meira menangani naskah Cek Toko Sebelah (2016), Susah Sinyal (2017), dan Milly & Mamet (2018).

Film pertama dan kedua digagas oleh Ernest, sementara judul ketiga merupakan sempalan film sukses Ada Apa Dengan Cinta (2002). Kali ini, ide untuk Imperfect berasal dari Meira. Mereka duduk bersama untuk menyusun plot.

"Dari scene plot, itu baru gue yang nulis script-nya. Jadi memang dialog itu spesialisasinya lebih banyak di gue. Ibaratnya, kalau mau dibagi, dia ngerjain plotnya, gue ngerjain dialognya," terang Ernest kepada Kumparan (h/t MSN ), Senin (11/3/2019).

Imperfect diadaptasi dari buku karangan Meira berjudul sama. Ia mengangkat isu body shaming (menghina seseorang berdasarkan bentuk tubuhnya).

Meira menulisnya dari pengalaman pribadi yang kerap diejek karena bentuk tubuhnya tak sesuai dengan anggapan masyarakat soal tubuh ideal. Persepsi masyarakat terhadap tubuh perempuan yang terjadi secara turun-temurun itu akan dihadirkan Ernest dan Meira dalam film Imperfect.

"Kayaknya nih isu yang harus diangkat bahwa kita bisa nyaman menjadi diri kita sendiri seperti apapun wujudnya," ujar Ernest kepada Grid.id (8/12/2018).

"Kemudian juga tentang persepsi perempuan terhadap tubuhnya yang kayanya semua orang harus jadi hashtag body goals, semua harus sempurna kulit harus putih, rambut harus panjang terurai kaya iklan shampoo, maksudnya tekanan-tekanan seperti itu di media sosial nyata," ungkap lelaki berusia 37 ini.

Ia dan Meira ingin isu body shaming ini bergaung di masyarakat. Itu sebabnya Ernest memfilmkan Imperfect. Mereka khawatir anak perempuannya yang kini berusia 10 dapat pengalaman serupa sang ibu.

"Buku, bagaimanapun walau sudah cetakan ke-4, tapi kan ya berapa puluh ribu mungkin ya, tapi kan kalo film itu gaungnya bisa jutaan orang, itu kenapa kita pengen memfilmkan si Imperfect ini," ungkap Ernest.

Persiapan lebih panjang

Biasanya, proyek utama Ernest muncul pada akhir tahun seperti Ngenest (2015), Cek Toko Sebelah (2016), Susah Sinyal (2017), dan Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta dan Rangga (2018) . Waktu persiapan masih aman jika naskah selesai pada Juni atau Juli.

Dibanding film-film lainnya, Imperfect punya persiapan lebih panjang. Skenario yang digarap Ernest bersama Meira harus kelar pada akhir April.

"Skenario gue harus dibungkus akhir bulan depan, karena bulan Mei itu udah mulai pra produksi. Ini agak early karena syutingnya agak cepat," kata Ernest dalam Kompas.com.

Salah satu plot dalam film ini adalah perubahan bentuk tubuh karakter utama. Ini bikin proses praproduksi harus dimulai lebih cepat demi mengejar target akhir tahun.

"Biasanya gue selalu syuting September kan, kali ini gue syuting separuh Juli separuh September," ucap Ernest.

"Nah jedanya itu akan dipakai untuk si main talent mengubah bentuk badannya, jadi akan ada perubahan bentuk badan dan dia harus menjalani sebuah proses, didampingi ahli gizi dan personal trainer," tambahnya.

Belum diketahui siapa pemeran utama. Namun, mengingat tren film Ernest belakangan ini, tampaknya bintang utama bukanlah dirinya.

"Skenario kurang lebih 30 persen lah. So far, masih ditulis, masih berkomunikasi terus sama kandidat yang sudah di-approach dan masih sebatas sinopsis," terang Ernest.

Dalam beberapa film terakhirnya, aktor yang mengawali karier di industri hiburan sebagai komika ini lebih banyak tampil sebagai pemeran pendukung. Contohnya dalam Milly & Mamet, Sesuai Aplikasi (2018), dan Filosofi Kopi the Movie 2: Ben & Jody (2017).

Ernest juga kerap tampil di belakang layar sebagai produser atau sutradara. Ia menulis sekaligus menyutradarai Milly & Mamet, serta menjadi produser Ghost Writer yang baru mulai syuting.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR