James Cameron bersiap kembali menangani Terminator

Sineas James Cameron tampil dalam sebuah konferensi teknologi di Meksiko (3/7/2013).
Sineas James Cameron tampil dalam sebuah konferensi teknologi di Meksiko (3/7/2013).
© Mario Guzman /EPA

James Cameron dikenal sebagai sutradara perfeksionis dengan karya super laris seperti Avatar (2009), Titanic (1997), Aliens (1986), dan waralaba Terminator.

Kesuksesan waralaba yang melambungkan nama Arnold Schwarzenegger itu adalah hasil tangan dingin Cameron, terutama dua film pertama yaitu The Terminator (1984) dan Terminator 2: Judgment Day (1991) yang mencantumkan namanya sebagai sutradara.

Sayangnya daya magis Terminator seakan menghilang ketika Cameron cabut dari waralaba ini pada dekade 2000-an. Ketiga film selanjutnya tetap menghasilkan untung, tapi secara kualitas dianggap makin menurun.

Jika patokannya rating dari pengepul kritik Rotten Tomatoes, Terminator Genisys (2015) adalah yang terburuk dibanding empat film Terminator sebelumnya.

Film teranyar Terminator ini hanya punya rating Tomatometer sebanyak 25 persen, kalah dari The Terminator (rating 100 persen), Judgment Day (93 persen), Terminator 3: Rise of the Machines (70 persen), bahkan Terminator Salvation (33 persen).

Meski begitu, dengan pendapatan USD440,6 juta (Rp5,89 triliun) --hampir 80 persen dari luar AS-- yang jauh menutupi bujet sebesar USD155 juta, Genisys masih mendapatkan banyak uang.

Sehingga rasanya wajar jika Paramount Pictures masih berupaya untuk mengeruk laba dari waralaba Terminator. Caranya, dengan memasukkan kembali James Cameron ke dalam kisah robot penghancur dari masa depan itu.

Dalam sebuah wawancara kepada IGN (h/t ScreenRant, 11/8/2017), Cameron mengungkapkan ketertarikannya untuk kembali menggarap Terminator. Pertama, ia menjelaskan alasannya keluar dari waralaba Terminator, hampir 20 tahun lalu.

"Saya keluar dari urusan Terminator setelah film kedua karena saya tidak mengontrol properti intelektual waralaba itu. Saya menjualnya sejak awal, ketika saya bukan siapa-siapa, saat itu saya hanya tertarik untuk mewujudkannya menjadi sebuah film," ungkap pria berusia 62 tahun itu.

Saat itu, Cameron menjual konsep kisah Terminator kepada produser Gale Anne Hurd dengan uang sedolar. Syaratnya, ia sendiri yang harus menjadi sutradara. Meski pertaruhan itu sukses dan kini Cameron menjadi sineas kaya dengan harta jutaan dolar, penjualan itu tetap menjadi penyesalan terbesarnya seumur hidup.

Kini Cameron sadar ia bisa saja mengambil alih kendali waralaba yang turut membesarkan namanya itu. Kontraknya kepada Hurd menyatakan bahwa Cameron mendapat kembali haknya untuk waralaba Terminator pada 2019.

"Saya bertanya kepada diri sendiri, dari waralaba ini apakah ada yang tersisa, yang belum sempat saya ungkap, yang bakal relevan pada 2020-an (ketika film keenam mungkin bakal dirilis)?"

Menurut pria kelahiran Kanada ini, banyak konsep fiksi ilmiah dari Terminator yang kini jadi kenyataan. "Dari pesawat nirawak (drone), diskusi tentang segi etika robot pembunuh, hal-hal seperti itu sedang terjadi."

"Oke, mungkin masih ada ruang kosong untuk film yang membawa tema-tema itu. Gagasan tersebut hanya perlu disiapkan ulang dari sekarang untuk memenuhi ekspektasi para penonton," jelas Cameron.

Tentu saja salah satu yang bakal meramaikan Terminator 6 nantinya adalah Arnold Schwarzenegger. Untuk itu, Cameron punya gagasan tersendiri. Film itu mungkin bakal mengupas sejarah terciptanya wujud robot pembunuh T-800.

Bisa jadi Arnold akan memerankan manusia yang wajah dan suaranya digunakan Skynet untuk membuat T-800. "Mungkin ada seorang pria yang DNA-nya digunakan untuk membuat bahan kulit organik Terminator. Pertanyaannya, mengapa Skynet memilih pria itu?" ungkap Cameron kepada The Arnold Fans (10/8/2017).

Kembalinya Cameron terbilang sesuai dengan rumor yang muncul pada Januari lalu. Deadline melaporkan, Cameron sudah bicara pada Tim Miller, sutradara Deadpool (2016). Jika kabar itu benar, mungkin Miller akan menyutradarai Terminator 6 dengan Cameron hanya duduk di kursi produser.

Sebab, sineas yang juga penjelajah laut dalam itu bakal sibuk menggarap sisa empat film Avatar, yang akan dibikin bersamaan untuk dirilis pada 2020, 2021, 2024, dan 2025. Jika Cameron memaksakan diri menjadi sutradara Terminator 6, mungkin film itu baru bakal tayang pada 2030-an --mengingat ia kerap mengambil jeda lama dari tiap filmnya.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.