JJ Abrams ingin produksi karya orisinal

Sineas J.J. Abrams menghadiri acara Golden Globe ke-74 di Beverly Hilton Hotel, California (8/1/2017)
Sineas J.J. Abrams menghadiri acara Golden Globe ke-74 di Beverly Hilton Hotel, California (8/1/2017)
© Jordan Strauss /AP Photo

Dari lima film layar lebar yang sudah digarap oleh sutradara J.J. Abrams, hanya satu yang merupakan kisah orisinal.

Film tersebut adalah fiksi ilmiah Super 8 (2011), bercerita mengenai sekelompok bocah yang menjadi saksi sebuah kecelakaan kereta --rupanya, kecelakaan itu disebabkan oleh makhluk asing.

Selain Super 8, film garapan pria bernama lengkap Jeffrey Jacob Abrams ini adalah produksi ulang (reboot/remake) Star Trek (2009), serta tiga film sekuel, seperti Mission Impossible III (2006), Star Trek Into Darkness (2013), dan Star Wars Episode VII: The Force Awakens (2015).

Keempat film tersebut memang tergolong sukses besar di tangga box office --The Force Awakens bahkan menjadi film terlaris ketiga sepanjang masa. Secara total, empat film ini sudah meraup USD3,3 miliar (Rp43,8 triliun) dari seluruh dunia.

Meski sukses, sineas berusia 50 tahun ini rupanya merasa bosan dan mulai mencari tantangan baru. Produser serial Westworld ini mengungkap bahwa sudah waktunya ia beralih dari film produksi ulang.

"Saya merasa sangat beruntung bisa terlibat dengan proyek yang kusukai sewaktu masih bocah," ujar Abrams kepada People (8/1/2017).

Maksudnya tentu adalah Star Wars dan Star Trek, juga Westworld, yang merupakan adaptasi dari film layar lebar Westworld (1973) garapan Michael Crichton.

"Namun saya merasa tak punya keinginan untuk melakukannya lagi. Saya rasa sudah cukup, saya lebih tertarik untuk mengerjakan sebuah gagasan orisinal, yang suatu saat mungkin akan diproduksi ulang oleh orang lain."

Bagi produser Cloverfield (2008) ini, sebenarnya ada cerita yang bisa bertahan selama berabad-abad. Namun, sebuah produksi ulang tetap harus punya nilai tambah tersendiri. "Kita tak bisa begitu saja memproduksi ulang sebuah film hanya karena ingin."

"Saya pikir jika kita tidak memperkenalkan sesuatu yang relevan, maka produksi ulang bakal terasa seperti sebuah kesalahan," tutup Abrams.

Dilema sekuel dan produksi ulang

Menceritakan kisah yang pernah diceritakan sebelumnya adalah kebiasaan manusia sejak zaman dahulu --itulah mengapa kita punya banyak sekali mitos dan legenda. Namun industri Hollywood sepertinya sudah kecanduan akan reboot/remake.

Saat ini, mereka seperti kehabisan ide. Sebagian dari film-film yang bakal muncul adalah sekuel atau produksi ulang. November lalu, Den of Geek menghitung, ada 112 film produksi ulang yang sedang dikerjakan para sineas Hollywood.

Di antaranya ada Akira, Aladdin, Beauty and the Beast, The Lion King, Ghost in the Shell, The Birds, Nosferatu, Tomb Raider, Baywatch, Jumanji, dan Scarface.

Penonton memang masih suka dengan sekuel, remake, dan sempalan (spin-off). Buktinya, ketiga hal itu memenuhi daftar 10 film terlaris sedunia tahun 2016. Ada tiga sekuel, tiga sempalan, dan satu produksi ulang.

Namun ketujuh film itu tak mewakili nasib film jenis ini secara keseluruhan pada 2016. Film sekuel sejatinya kurang diminati sepanjang 2016. Kebanyakan gagal menyamai pendapatan pendahulunya.

Beberapa film sekuel seperti Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows, Zoolander 2, The Huntsman: Winter's War, Neighbors 2: Sorority Rising, The Divergent Series: Allegiant, Barbershop: The Next Cut, dan Alice Through the Looking Glass memperoleh hasil mengecewakan.

Produksi ulang seperti Cabin Fever, Ben-Hur, dan Ghostbuster pun tergolong mengecewakan baik dari segi box office maupun kualitas.

Mungkin hal ini dipertimbangkan oleh Abrams dan menjadi salah satu penyebab ia ingin menggarap kisah orisinal.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.