FILM INDONESIA

Kala Dodit Mulyanto dan Shandy Aulia menjalin asmara

Peluncuran poster film Cinta itu Buta di Hongkong Cafe, Gondangdia, Jakarta Pusat (29/8/2019)
Peluncuran poster film Cinta itu Buta di Hongkong Cafe, Gondangdia, Jakarta Pusat (29/8/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Untuk pertama kalinya komedian Dodit Mulyanto dipasangkan dalam satu film bersama Shandy Aulia. Kali ini bukan sebagai pembantu dan majikan atau bawahan dengan atasan, tapi sepasang kekasih.

Semua itu terjadi dalam film Cinta itu Buta arahan Rachmania Arunita. Film ini merupakan adaptasi dari film Kita-kita produksi Filipina yang rilis dua tahun silam.

Kisahnya mengikuti perjalanan Diah (diperankan Shandy) yang bekerja di Busan, Korea Selatan, sebagai pemandu wisata.

Ia sudah tiga tahun berstatus sebagai tunangan pria lokal bernama Jun-ho (Chae In-woo). Pun demikian status tersebut tak kunjung meningkat karena sang kekasih selalu menunda pernikahan mereka. Hingga pada satu titik hubungan mereka kandas.

Merasa kecewa dan tersakiti, Diah jatuh pingsan setelah memutuskan hubungannya dengan Jun-ho. Setelah siuman, Diah bukan hanya harus menghadapi kenyataan kini hidup tanpa cinta dan harapan, tapi juga penglihatan.

Selama masa depresi itu muncul satu sosok bernama Nik (Dodit) yang kerap memberikan optimisme dan semangat hidup.

Nik seolah tak pernah lelah berusaha membagikan kebahagiaan pada Diah. Hingga kemudian benih asmara di antara mereka perlahan muncul.

Ditemui dalam acara konferensi pers peluncuran poster Cinta itu Buta di Hongkong Cafe, Gondangdia, Jakarta Pusat (29/8/2019), Dodit begitu semringah ketika tahu akan berpasangan dengan Shandy dalam film ini.

“Saya ingat dulu waktu masih tinggal di desa hanya bisa menonton film-filmnya Shandy. Sekarang saya bisa main film bareng dia,” ujar Dodit (34).

Faktor lain yang membuat Dodit terpincut menerima tawaran bermain dalam film ini adalah skenario dan lokasi syuting yang 95% berlangsung di Korsel.

“Sejak lama saya sudah penasaran dengan Korsel. Sama orang-orangnya, makanannya, dan segala macam. Lewat film ini akhirnya saya bisa menuntaskan rasa penasaran tersebut,” pungkas Dodit.

Pada sisi lain, Shandy mengaku senang mendapat lawan main seperti Dodit yang dianggapnya fleksibel. “Bisa diapain aja. Dia juga orangnya tenang dan santai. Jadi saya merasa tidak terlalu kesulitan menciptakan chemistry dengan dia,” ujar Shandy (32).

Sungguh pun demikian, aktris yang mengawali karier filmnya sebagai pemeran Tita dalam Eiffel I’m in Love (2003), adaptasi novel karya Rachmania, mengaku pada awalnya sempat merasa kesulitan juga. Itu lantaran Dodit selalu membuatnya tertawa sehingga sulit berkonsentrasi.

Hal serupa diungkapkan sang sutradara. “Bahkan kru kami yang megang mic bomber suka terpingkal-pingkal saking lucunya Dodit. Akibatnya posisi mikrofon kerap naik turun,” ungkap Nia, sapaan Rachmania.

Sebagai film drama komedi, Nia sengaja memberikan ruang yang luwes untuk Dodit berimprovisasi menghadirkan kelucuan demi kelucuan.

Hanya saja hasilnya ibarat senjata makan tuan. Sajian komedi yang tertuang dalam skrip kerap berbeda dengan yang dipresentasikan Dodit saat syuting. Alhasil membuat para kru terkejut dan tak bisa menahan ketawa.

Tingkah polah lucu itu pula yang menjadi alasan produser Marsio Juwono dari Timeless Pictures mengajak Dodit sebagai pemeran utama dalam film ini.

Selain Timeless, produksi film yang dijadwalkan rilis pada 10 Oktober 2019 ini juga mendapat dukungan dari MM2 Singapore, Reflection Pictures, Ideosource Entertainment, dan Viva Films.

TEASER TRAILER FILM CINTA ITU BUTA (2019) /Timeless Pictures
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR