ALBUM MUSIK

Kanye West merilis album baru di tengah kontroversi

Penyanyi Kanye West berpose dalam sebuah acara di New York, Amerika Serikat (7/5/2012).
Penyanyi Kanye West berpose dalam sebuah acara di New York, Amerika Serikat (7/5/2012). | Justin Lane /EPA

Penyanyi rap Kanye West telah meluncurkan album baru pada Jumat (1/6/2018). Judulnya pendek saja, Ye. Berisi tujuh lagu, Ye juga merupakan album terpendek yang pernah dirilis penyanyi rap kelahiran Atlanta, Amerika Serikat itu. Total durasi seluruh lagu hanya mencapai 23 menit.

Padahal, album West sebelumnya yaitu The Life of Pablo (2016) punya durasi lebih dari sejam, tepatnya 66 menit. Album perdana lelaki bernama lengkap Kanye Omari West itu jadi yang terpanjang. Butuh waktu 76 menit untuk mendengar seluruh lagu dalam The College Dropout.

Meski pendek, Ye menjadi tempat West berkeluh-kesah. Hal ini bahkan muncul dalam kover album tersebut.

I hate being Bi-polar. It’s awesome,” tulis West dalam kover album, yang menampilkan foto pemandangan pegunungan di daerah Wyoming, Amerika Serikat. Kim Kardashian, istri West menyatakan bahwa suaminya sendiri yang memotret lanskap itu melalui iPhone, dalam perjalanan ke pesta peluncuran Ye.

Gangguan bipolar, mengutip situs Alo Dokter, adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung.

Album ini menjadi semacam pertanda bahwa West masih konsisten dalam bermusik. Selama beberapa tahun belakangan ini, ia terus menerus membuat pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Ia juga mendukung Presiden AS Donald Trump, yang dimusuhi sebagian Hollywood karena pernyataan dan aksinya yang juga kontroversial.

Seperti yang terjadi pada awal Mei, ketika West tampil dalam acara TMZ Live. Perkataannya dianggap meremehkan kaumnya sendiri, masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.

Selama ratusan tahun, orang Afrika di negeri Paman Sam diperbudak oleh golongan kulit putih. Meskipun AS merdeka tahun 1776, perbudakan masih terus terjadi hingga akhir abad ke-19.

"Ketika Anda mendengar soal perbudakan yang terjadi selama 400 tahun, seakan itu sebuah pilihan," ujar West. Ia melanjutkan, diperbudak selama ratusan tahun bikin orang Afrika-Amerika punya mental yang “terpenjara”.

Pernyataan itu sontak bikin warganet murka, meski kemudian West menjelaskan, "Penjara itu merupakan hal yang menyatukan kita sebagai manusia, kulit hitam dan putih sebagai satu ras."

Van Lathan, seorang karyawan TMZ Live sampai menanggapi dengan ketus di lokasi. "Saya pikir Anda (West) tidak berpikir sama sekali," ujar Van Lathan.

"Ketika Anda membuat lagu dan jadi artis, hidup mewah sebagai seorang jenius, kaum kita harus menghadapi ancaman seperti ini. Sejujurnya saya kecewa, kawan," lanjut lelaki yang juga berkulit hitam itu.

Snoop Dogg, sesama penyanyi rap pun berkomentar, "West benar-benar merindukan ibunya. Ia merindukan wanita kulit hitam dalam hidupnya," merujuk pada Kim Kardashian yang berdarah Armenia, Belanda, Inggris, Irlandia, dan Skotlandia.

"Ia tak punya seseorang yang memberi nasihat kala dia salah dan menjaganya, tidak membiarkan West melakukan apapun seenaknya," lanjut Dogg.

Penyanyi rap lain will.i.am juga langsung menanggapi pernyataan sensasional West.

"Pernyataaan itu adalah salah satu pernyataan paling bodoh yang pernah disampaikan orang mengenai leluhur mereka," ujar pentolan kelompok Black Eyed Peas itu. "Saya tak akan merendahkan leluhur saya hanya untuk mencari keuntungan."

Toh, para penggemar West tetap memberi respons positif pada album Ye, meski ada juga penggemar yang kecewa, tapi lebih disebabkan oleh kelakuan West yang sensasional.

Sebagian kritikus pun menyukai Ye. Di layanan pengepul ulasan Metacritic, album ini mendapat rating 67 persen, sebanyak tiga dari enam kritikus memberi ulasan positif, sisanya menganggapnya biasa saja.

"Album ini tegas, berisiko, bikin geram, menarik, dan sedikit melelahkan, sebuah refleksi yang sangat jelas dari si empunya," tulis Alexis Pretidis dari The Guardian.

Ye sudah tersedia di berbagai layanan pengaliran musik seperti Spotify, Apple Music, dan Tidal. Dalam album studio West yang kedelapan itu, ia berkolaborasi dengan 070 Shake, DeJ Loaf, Jeremih, Kid Cudi, John Legend, Nicki Minaj, PARTYNEXTDOOR, Ty Dolla $ign, Valee, dan Charlie Wilson.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR