Keinginan Britney tampil di Super Bowl 2018 tak terwujud

Britney Spears menghadiri MTV Video Music Awards di New York, Amerika Serikat (28/8/2016).
Britney Spears menghadiri MTV Video Music Awards di New York, Amerika Serikat (28/8/2016). | Jason Szenes /EPA

Pertunjukan pada waktu istirahat pertandingan Super Bowl --final liga sepak bola ala Amerika Serikat-- adalah salah satu hiburan yang paling banyak disaksikan di negeri Paman Sam. Karena itu, bisa menjadi salah satu penampil menjadi peluang besar untuk mendorong popularitas seorang artis.

Pada musim lalu, menurut Fortune (6/2/2017), penonton Super Bowl melalui siaran langsung di Fox TV mencapai 111,3 juta orang. Artinya, nyaris 1 dari 3 penduduk AS yang berjumlah sekitar 320 juta orang itu menyaksikan partai final di mana New England Patriots menaklukkan Atlanta Falcons.

Bisa dibilang popularitas olahraga tersebut, dengan kompetisi National Football League (NFL), mengalahkan NBA (basket) maupun MLB (bisbol).

Oleh karena itu wajar jika, seperti dilansir New York Daily News (10/7/2016), Britney Spears punya impian untuk kembali bernyanyi di Super Bowl. Ia pun berhasrat untuk ikut menghibur penonton Super Bowl LII, yang digelar 4 Februari 2018 di Minneapolis.

Pada 2001 ia pernah tampil bersama-sama dengan Aerosmith, NSYNC, Nelly, dan Mary J. Blige di Super Bowl. Saat itu Britney memang sedang tenar-tenarnya.

Untuk tahun 2018, ia beralasan punya paket lengkap berupa lagu-lagu hits serta penampilan yang cocok untuk meramaikan jeda paruh waktu Super Bowl.

Sayangnya cita-cita Britney setidaknya tertunda. Menurut seorang perwakilan Pepsi, sponsor Super Bowl, penampil 2018 bukan penyanyi berusia 35 itu.

"Saya bisa bilang kalau yang tampil bukan Britney. Rumor seperti ini terus muncul setiap tahunnya," ujar Justin Toman, Kepala Pemasaran Olahraga Pepsi.

Dia menyatakan pengumuman akan dibuat dalam waktu dekat. Tahun lalu, partisipasi Lady Gaga di Super Bowl 2017 diumumkan pada bulan September 2016.

Tampil dalam Super Bowl menjadi salah satu usaha Britney untuk mencoba bangkit setelah mengalami pasang surut kehidupan. Salah satu sebab ia tidak dipertimbangkan, mungkin karena kariernya tidak segemerlap dulu.

Tahun 2000-an, ia pernah mendominasi dunia musik dengan album-albumnya: Baby One More Time (1999), Oops! I Did It Again (2000), Britney (2001), dan In the Zone (2003).

Namun pada 2007 kariernya mulai menurun drastis. Masalah pernikahan dengan Kevin Federline dan perebutan hak asuh dua anaknya menjadi penyebab.

Beberapa kali ia melakukan aksi kontroversial seperti memangkas rambut, lupa lip-synch, dan lain-lain. Penjualan albumnya menyusut dari mampu meraih 10,6 juta unit lewat Baby One More Time menjadi hanya ratusan ribu unit dalam Femme Fatale (2011) dan Britney Jean (2013).

Agustus tahun lalu, diva pop ini merilis Glory, album yang memakan waktu produksi selama dua setengah tahun. Nada-nada pop dan lirik provokatif khas Britney masih terdengar, setelah sebelumnya dalam Britney Jean ia mencoba keluar dari zona nyaman.

Awalnya, hasil Glory terbilang lumayan. Dalam pekan pertama album ini masuk ke nomor tiga Billboard 200, laku 111 ribu unit.

Namun menurut data Kworb.net, hingga kini Glory baru terjual 318 ribu unit, meskipun kedua data ini tidak bisa dibandingkan karena perbedaan cara menghitung --saat ini cara menghitung jumlah album terjual agak ribet, karena melibatkan penjualan secara daring, serta pengaliran musik.

Dua pekan lalu, mantan kekasih Justin Timberlake ini sempat masuk berita karena tidak lip-sync. Untuk penyanyi seperti dirinya yang banyak melakukan aksi tarian di panggung, biasanya mereka memang mau tak mau lip-sync, atau setidaknya menggunakan trek latar sebagai alat bantu.

Di tengah-tengah konser di Singapura pada 30 Juni, Britney menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk pengawal pribadinya, Jacob. Tentu saja secara langsung, tidak lip-sync sama sekali.

Pekan sebelumnya, wanita kelahiran Mississippi ini memang mengungkap rasa kesal karena selalu diejek doyan lip-sync.

"Banyak orang berpikir saya tak menyanyi secara langsung. Biasanya, karena saya menari begitu banyak, saya menggunakan pemutar ulang, tapi dicampur dengan suara saya sendiri. Ini bikin saya kesal, karena saya berusaha menari dan menyanyi bersamaan, dan tidak ada yang peduli," ujar Britney dalam sebuah acara televisi Israel.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR