Kemenangan besar Athirah di FFI 2016

Mira Lesmana dan segenap tim film Athirah di atas panggung FFI 2016, Minggu (6/11/2016).
Mira Lesmana dan segenap tim film Athirah di atas panggung FFI 2016, Minggu (6/11/2016). | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Tim film Athirah berhasil memboyong enam Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia 2016. Masing-masing untuk kategori penata artistik, penulis skenario adaptasi, penata busana, pemeran utama wanita, sutradara, dan film terbaik.

Koleksi trofi penghargaan tersebut adalah yang terbanyak sehingga pantas jika menyebut film produksi Miles Films itu mendominasi FFI ke-38 yang berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Minggu (6/11) malam.

Dalam pidato kemenangannya, Mira Lesmana (produser dan pemilik Miles Films) menyebut bahwa kemenangan ini adalah milik semua tim film Athirah yang telah bekerja keras dan penuh semangat memberikan yang terbaik.

Tidak lupa Miles, sapaan lain Mira, menghaturkan terima kasih kepada keluarga besar Jusuf Kalla karena telah memberikan lisensi kreatif kepada mereka. "Beliau memberikan kami kebebasan untuk membuat Athirah tanpa pernah merecoki," tambah Mira,

Kegemilangan Athirah sekaligus menghantarkan Riri Riza untuk pertama kalinya meraih Piala Citra (sebutan untuk piala FFI) dalam kategori sutradara terbaik di FFI.

Sepanjang kariernya di dunia film, sineas asal Makassar itu memang lebih sering jadi pemenang untuk kategori penulis skenario.

Namanya tercatat membawa pulang Piala Citra dalam kategori tersebut pada penyelenggaraan FFI 2004 untuk film Eliana, Eliana. Berselang setahun, namanya lagi-lagi menang di kategori serupa. Saat itu berkat kegemilangannya menulis naskah film Gie yang berkisah tentang aktivis Soe Hok Gie.

Dengan mata berkaca dan suara yang gemetar saat menyampaikan pidato kemenangan, pemilik nama asli Mohammad Rivai Riza itu mendedikasikan piala kemenangannya untuk ibunda tercinta, Hajera Daeng Tongi, yang meninggal April 2016 dalam usia 86 tahun.

"Piala ini akhirnya pulang dengan saya"

Cut Mini

Kemenangan perdana pada FFI juga diraih Salman Aristo, tandem Riri menulis naskah Athirah. Pun Cut Mini yang akhirnya menyisihkan nama-nama seperti Christine Hakim (Ibu Maafkan Aku), Sha Ine Febriyanti (Nay), Chelsea Islan (Rudy Habibie), dan Atiqah Hasiholan (Wonderful Life) dalam kategori pemeran utama wanita terbaik.

"Dalam berkarya saya sebenarnya tidak pernah menargetkan apa-apa. Hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk menyenangkan sutradara, produser, dan tim. Masuk sebagai nomine saja saya sudah bangga karena yang lain juga bermain luar biasa. Tetapi mungkin sudah takdir, piala ini akhirnya pulang dengan saya," tutur Cut Mini (42).

Jika Athirah sukses membawa pulang 6 dari 10 kategori yang mereka masuki, tidak demikian dengan film drama biografi lainnya, Rudy Habibie. Dari total 10 kategori yang mencantumkan film produksi MD Pictures itu, tidak ada satu piala yang berhasil dibawa pulang.

Film yang berhasil mendapatkan Piala Citra terbanyak kedua setelah Athirah adalah Salawaku (Kamala Films) dan My Stupid Boss (Falcon Pictures). Mereka sama-sama membawa pulang tiga piala.

Berikut daftar pemenang lengkap Festival Film Indonesia 2016 :

1. Pemeran Anak Terbaik: Elko Kastanya (dalam film Salawaku)

2. Film Animasi Terbaik: Surat untuk Jakarta (produksi Pijaru)

3. Film Pendek Terbaik: Prenjak (sutradara Wregas Bhanuteja)

4. Penata Artistik Terbaik: Eros Eflin (dalam film Athirah)

5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Alex Abbad (My Stupid Boss)

6. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Salman Aristo dan Riri Riza (Athirah)

7. Penulis Skenario Asli Terbaik: Jujur Prananto (Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara)

8. Penata Busana Terbaik: Chitra Subyakto (Athirah)

9. Penyunting Gambar Terbaik: Wawan I. Wibowo (My Stupid Boss)

10. Penata Efek Visual Terbaik: Andi Novianto (Headshot)

11. Pengarah Sinematografi Terbaik: Faozan Rizal (Salawaku)

12. Lagu Tema Terbaik: "Ratusan Purnama" - Ada Apa Dengan Cinta 2 (Anto Hoed dan Melly Goeslaw)

13. Penata Musik Terbaik: Anto Hoed dan Melly Goeslaw (Ada Apa Dengan Cinta 2)

14 . Penata Suara Terbaik: Fajar Yuskemal, Aria Prayogi, M. Ichsan Rachmaditta (Headshot)

15. Film Dokumenter Panjang Terbaik: Gesang Sang Maestro Keroncong (produksi Visinema)

16. Film Dokumenter Pendek Terbaik: Mama Amamapare (Eagle Institute)

17. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Raihaanun (Salawaku)

18. Pemeran Utama Wanita Terbaik: Cut Mini (Athirah)

19. Pemeran Utama Pria Terbaik: Reza Rahadian (My Stupid Boss)

20. Sutradara Terbaik: Riri Riza (Athirah)

21. Film Terbaik: Athirah (Miles Films)

22. Lifetime Achievment Award (Pencapaian Seumur Hidup): Christine Hakim

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR