FILM INDONESIA

Kemiripan Ayat-Ayat Cinta 2 dengan novelnya, menurut sang pengarang

Penampilan Fedi Nuril sebagai Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta 2.
Penampilan Fedi Nuril sebagai Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta 2. | MD Pictures

"Hati saya bergetar seperti seorang ibu yang melihat anaknya," ujar novelis Habiburrahman El-Shirazy (41). Ia habis menonton film Ayat-Ayat Cinta 2 di XXI Plaza Indonesia, Rabu (6/12/2017), dalam rangka pemutaran perdana film tersebut untuk kalangan pers.

Film garapan sutradara Guntur Soeharjanto ini adalah sekuel dari Ayat-Ayat Cinta (2008). Kedua film ini, berangkat dari novel karangan Habiburrahman, yang akrab disapa Kang Abik.

Novel pertama dirilis pada 2004, sementara "Ayat-Ayat Cinta 2" mulai tersedia di toko buku pada 2015. Kesuksesan film pertama--merengkuh hampir 4 juta penonton dan sempat menjadi film terlaris sepanjang masa--membuat beban Kang Abik dalam menulis novelnya semakin berat.

Proses pembuatan novel AAC 2 berlangsung selama dua tahun. Seperti sebelumnya, Kang Abik memasukkan berbagai unsur yang amat detail pada novelnya. Mengangkatnya ke layar lebar bukan hal mudah, seperti yang terjadi dalam AAC pertama ketika banyak hal berbeda antara novel dan filmnya.

Pria kelahiran Semarang ini paham kalau film tidak harus sama persis dengan novelnya. Tidak mungkin durasi AAC 2 sepanjang dua jam mampu menampung semua hal dalam novel yang tebalnya nyaris 700 halaman.

Sebetulnya, durasi AAC 2 hampir mencapai tiga jam. "Kami ada sekitar 50 menit adegan yang dibuang. Saya mau semaksimal mungkin, agar enggak ada (penonton yang) boring (bosan). Itu lebih ke strategi. Kami merasa ini yang terbaik dari hasil editing," jelas produser Manoj Punjabi.

Persoalan casting juga cukup menyulitkan. Contohnya, Pandji Pragiwaksono harus memerankan Hulusi, orang Turki kepercayaan Fahri. Aktor Bront Palarae berperan sebagai pria Yahudi, sementara Dewi Irawan jadi ibunya.

Jelas sulit untuk meminta aktor Turki/Yahudi tulen memerankan tokoh-tokoh tersebut. Sebab, meski ada saja kata-kata dalam bahasa Inggris terselip, sebagian besar dialog yang mereka ucapkan harus dalam Bahasa Indonesia.

Bagi Kang Abik, ini tidak masalah. "Kalau yang kecil misalnya Hulusi, mencari orang Turki setengah baya yang bisa komedi itu kan susah," jelas Kang Abik. Namun, Kang Abik punya beberapa kondisi, salah satunya untuk karakter utama Fahri yang diperankan Fedi Nuril. "Karakter Fahri 100 persen harus sama dengan novelnya."

Dalam film ini, karakter Fahri jauh beda dibanding AAC pertama. Kini ia lebih matang dan lebih percaya diri ketimbang dulu. Meski kesedihan hampir selalu ada dalam benaknya karena ditinggal istrinya yang menghilang dalam konflik di Timur Tengah.

Lalu jika hanya melihat unsur plot utama saja, bagaimana kemiripan novel-film menurut Kang Abik sebagai pengarang novelnya? "90 persen bisa dikatakan persis. Inti novel tidak akan meleset di film. Insya Allah (perbedaan novel-film) tidak akan mengganggu cinta yang kami hadirkan," ujar lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir itu.

Kemiripan itu sangat penting baginya, karena ia menganggap kisah AAC seperti anaknya sendiri. "Ayat-Ayat Cinta datang dengan cinta. Cinta untuk indonesia dan dunia. Datang agar kita saling mencintai dan menyayangi. Saya berharap semua penonton hatinya dipenuhi dengan cinta. Kalau ada kebencian berganti dengan cinta."

"Yang layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri. Yang layak untuk dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri," tutup Kang Abik mengutip ulama besar Turki dari awal abad ke-20, Syaikh Bediuzzaman Said Nursi. Kalimat yang sama juga diucapkan Fahri dalam film Ayat-Ayat Cinta 2.

Film ini mengikuti petualangan cinta Fahri (Fedi Nuril) yang kini tinggal di Edinburgh dan menjadi dosen. Sendirian, ia diliputi kepedihan karena sang istri Aisha (di film pertama diperankan Rianti Cartwright) menghilang saat konflik menerpa Timur Tengah.

Fahri berusaha menghilangkan rasa sedihnya dengan menyibukkan diri sebagai dosen dan pengusaha, sekaligus berusaha memperbaiki citra Islam di Inggris. Di tengah kesendirian, tiga wanita tiba-tiba masuk dalam kehidupannya.

Ada Keira (Chelsea Islan), tetangga Fahri yang jago biola dan seorang Islamophobia (anti-Islam). Lalu Hulya (Tatjana Saphira), mahasiswi pasca-sarjana yang juga sepupu Aisha dan juga berdarah Turki-Jerman. Yang terakhir, Sabina (Dewi Sandra), wanita misterius bercadar yang berprofesi sebagai pengemis.

Ayat-Ayat Cinta 2 akan mulai tayang untuk umum pada 21 Desember.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR