FILM INDONESIA

Kentalnya nuansa AADC dalam Milly dan Mamet

Sutradara Ernest Prakasa ketika ditemui saat konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan Milly dan Mamet di Hongkong Cafe, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (15/10).
Sutradara Ernest Prakasa ketika ditemui saat konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan Milly dan Mamet di Hongkong Cafe, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (15/10). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Tidak seperti Hollywood, spin-off alias film sempalan masih relatif jarang di Indonesia. Miles Films dan Starvision mencoba peruntungan dengan memproduksi Milly dan Mamet (Ini Bukan Cinta dan Rangga), sempalan dari salah satu film lokal tersukses yaitu Ada Apa dengan Cinta? (2002, selanjutnya disingkat AADC).

Milly dan Mamet digarap sutradara Ernest Prakasa, difokuskan pada hubungan rumah tangga Milly (Sissy Prescillia) dan Mamet (Dennis Adhiswara). Mereka adalah dua karakter pendukung dalam dua film AADC.

Para pembuat Milly dan Mamet rupanya mencoba menghadirkan nuansa AADC sekental mungkin. Judulnya saja ditambah kalimat (Ini Bukan Cinta dan Rangga). Cinta dan Rangga adalah dua tokoh utama dalam AADC dan sekuelnya. Selain itu, posternya juga ditambahkan tagline “Cerita baru dari dunia Ada Apa dengan Cinta?”

Embel-embel AADC itu bukan berarti Ernest dan kawan-kawan tidak percaya diri, tapi untuk memperkenalkan istilah “spin-off” untuk khalayak luas.

“Pencantuman AADC bukan berarti Milly dan Mamey enggak menjual, tapi karena ini bagian dari semesta AADC,” terang Ernest dalam konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan Milly dan Mamet di Hongkong Cafe, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Senin (15/10).

Spin-off di industri kita kan masih asing. Spin-off itu artinya kisah asli dipecah, terus dikembangkan. Ini konsep yang masih sangat baru,” lanjut sutradara Cek Toko Sebelah (2016) itu.

Lantas, mengapa tokoh yang dipilih untuk disempal dari AADC adalah Milly dan Mamet, bukan anggota geng Cinta lain seperti Maura (Titi Kamal), Karmen (Adinia Wirasti), atau Alya (Ladya Cheryl)?

Karakter Milly dan Mamet memang tidak jago sastra seperti Rangga dan Cinta. Cerita latar mereka juga tidak sekelam kisah Karmen atau Alya. Dalam film AADC pertama, Milly adalah cewek manis yang agak telmi (telat mikir). Sementara Mamet adalah cowok culun yang sering ditindas teman-temannya.

“Semua orang ingin jadi Cinta dan Rangga. Nah, Milly dan Mamet itu everyday people, orang biasa seperti kita. Kami berharap orang bisa relate,” jelas Ernest.

Menurut lelaki yang kariernya berawal dari komika ini, Milly dan Mamet memiliki potensi komedi yang nyaris tak ada dalam karakter lainnya. Faktor itulah yang diinginkan oleh Mira Lesmana, produser AADC.

“Supaya beda (dengan AADC), yang dipilih jadi spin-off adalah komedi, (Mira Lesmana) kerja sama dengan aku dan Starvision,” tutup Ernest.

Milly dan Mamet berlatar waktu setelah kejadian dalam AADC 2. Kini Milly dan Mamet merawat buah hati mereka. Punya tanggung jawab lebih besar bikin Mamet terpaksa kerja di pabrik milik papanya Milly (Roy Marten), padahal ia punya minat besar menjadi koki. Apalagi, Milly sudah melepaskan pekerjaan sebagai bankir demi membesarkan anak mereka.

Suatu ketika, Mamet bertemu Alexandra (Julie Estelle), teman dekatnya semasa kuliah. Alex rupanya sudah dapat investor untuk mendirikan restoran, yang dulu pernah ia impikan bersama Mamet.

Kini, Mamet harus memilih antara mengejar impian atau menjaga keharmonisan keluarganya. Situasi diperparah dengan hubungan Mamet dan mertuanya yang memburuk.

Film ini juga dibintangi barisan aktor seperti Surya Saputra, Yoshi Sudarso, Eva Celia, dan Ardit Erwandha; serta penampilan spesial dari dua penyanyi Melly Goeslaw dan Isyana Sarasvati.

Milly dan Mamet (Ini Bukan Cinta dan Rangga) akan tayang di bioskop mulai 20 Desember 2018.

MILLY & MAMET (INI BUKAN CINTA & RANGGA) - OFFICIAL TEASER #2 /StarvisionPlus
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR