FILM INDONESIA

Mas Gagah Pergi gagah di puncak film Indonesia terlaris

Poster film Ketika Mas Gagah Pergi
Poster film Ketika Mas Gagah Pergi | facebook.com/KMGPMovie

Cukup dua pekan saja film Ngenest memuncaki tangga film Indonesia terlaris. Jika pada periode sebelumnya (18-24 Januari 2016) Ngenest sanggup mendulang 58.073 penonton, angka tersebut menurun jadi 8.235 pada periode sepekan berikutnya. Alhasil, puncak film terlaris kini ditempati film Ketika Mas Gagah Pergi.

Film produksi Indo Broadcast Production itu disutradarai Firman Syah. Ketika Mas Gagah Pergi menurut catatan Badan Perfilman Indonesia (BPI) melalui akun Twitter @BadanPerfilman, Rabu (3/2), berhasil meraih atensi 67.602 penonton sepanjang periode 25-31 Januari 2016. Sebaran penonton dipungut dari jaringan bioskop Cinema 21, CGV Blitz, dan Cinemaxx Theater.

Sejak awal dibuat, Ketika Mas Gagah Pergi yang merupakan ekranisasi novel berjudul sama karya Helvy Tiana Rosa telah ditargetkan mencapai angka satu juta penonton. "Kalau saya targetnya enggak muluk. Menurut saya satu juta penonton itu sudah cukup. Semoga bisa lebih dari itu," jelas Helvy (45) yang juga bertindak sebagai produser dilansir Bintang (9/11/2015).

Jika target tersebut tercapai, Helvy berjanji akan menyumbangkan Rp2 miliar untuk kemajuan pendidikan anak-anak di kawasan Indonesia Timur dan Palestina. Setiap 50 persen keuntungan bersih filmnya ini juga akan ia sumbangkan dalam bentuk pohon melalui trees. id dan memajukan petani lokal.

Alasan Helvy berbuat demikian bukan hanya karena ingin membantu sesama, tapi karena pada awalnya semua ongkos membuat film ini datang dari donasi masyarakat. "Saya itu produser dari 0 rupiah. Tapi saya keliling ke 120 kota di Indonesia. Sumbangan yang saya terima mulai dari 500 rupiah sampai 100 juta rupiah," jelasnya kepada Okezone (16/1).

Dalam kanal "Laporan Patungan" di situs kmgpthemovie.com tertanggal 16 November 2015, tertulis bahwa jumlah donasi yang terkumpul untuk membuat film ini lebih dari Rp305 juta. Total donatur mencapai 405 orang. Sementara ongkos produksinya mencapai Rp6,2 miliar.

"6,2 miliar rupiah itu terdiri dari satu miliar rupiah hasil patungan pembaca, sisanya bantuan yang tidak selalu dalam bentuk dana. Yang jika dikalkulasi nilainya juga tidak kalah besar," ungkap Helvy dalam laman Bisnis.com (9/1).

Selama dua pekan tayang, Ketika Mas Gagah Pergi telah mengumpulkan angka 108.112 penonton. Meski tidak ada yang tak mungkin, target satu juta penonton tampaknya masih sulit digapai. Memperkecil jarak menuju target tersebut untuk kemudian dituntaskan oleh Ketika Mas Gagah Pergi 2 adalah langkah paling realistis.

Laiknya 99 Cahaya di Langit Eropa, film ini juga dipecah jadi dua bagian dengan sistem syuting dikerjakan sekaligus.

Di bawah film Ketika Mas Gagah Pergi bertengger Petualangan Singa Pemberani Atlantos dengan raihan 51.508 penonton. Film animasi tersebut mengungguli tiga pendatang baru, Surat dari Praha (31.706 penonton), Air Terjun Bukit Perawan (11.992 penonton), dan SITI (6.807 penonton).

Berikut tangga film Indonesia terlaris berdasarkan jumlah tiket yang terjual di jaringan bioskop Cinema 21, CGV Blitz, dan Cinemaxx Theater selama periode 25-31 Januari 2016 menurut data yang dirilis BPI.

Daftar ini disusun berdasarkan jumlah penjualan tiket pekan ini dengan selisih dari penjualan total pekan sebelumnya.

1. Ketika Mas Gagah Pergi 67.602 (total 108.112 - rilis 21 Januari)

2. Petualangan Singa Pemberani Atlantos 51.508 (104.366 - 21 Januari)

3. Surat dari Praha 31.706 (rilis 28 Januari)

4. Ngenest 8.235 (717.174 - 30 Desember 2015)

5. Air Terjun Bukit Perawan 11.992 (28 Januari)

6. SITI 6.807 (rilis 28 Januari)

7. Single 4.030 (1.216.545 - 17 Desember 2015)

8. Tausyiah Cinta 3.226 tiket (60.985 - 7 Januari)

9. Midnight Show 1.174 tiket (37.407 - 14 Januari)

10. Sawadikap 1.131 (18.104 tiket - 14 Januari)

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR