FILM INDONESIA

Koboy Kampus menghadirkan kisah masa kuliah Pidi Baiq

Jason Ranti pemeran Pidi Baiq dalam film Koboy Kampus. Tayang di bioskop mulai 25 Juli 2019.
Jason Ranti pemeran Pidi Baiq dalam film Koboy Kampus. Tayang di bioskop mulai 25 Juli 2019. | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Sejak novel Dilan laris di pasaran, demikian juga ketika diadaptasi ke layar lebar, sosok Pidi Baiq (46) sontak semakin populer saja. Imbasnya banyak yang penasaran.

Alhasil di antara para penggemar tersebut, terutama kalangan remaja, bikin dugaan sendiri. “Saya yakin Dilan itu sebenarnya sosok Ayah Pidi waktu SMA deh,” demikian kira-kira isi konsensus yang mereka bangun melalui media sosial.

Walaupun sudah seringkali Pidi menyanggahnya, tetap saja para penggemar teguh pada pendirian tersebut.

Untuk Dilan bisa saja Pidi menyanggah. Namun tidak demikian dengan film Koboy Kampus yang tayang mulai 25 Juli 2019.

Pasalnya sajian komedi drama persembahan Enam Sembilan Production, Bianglala Production, dan MNC Pictures ini memang berisi cerita kehidupan Pidi saat kuliah.

Sekadar catatan, Pidi yang biasa dipanggil ayah atau surayah, adalah alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 1991.

Pun demikian, film ini hanya mengisahkan periode kuliah Pidi kurun 1995-1998, saat ia dan teman-teman kuliahnya bersepakat mendirikan sebuah negara imajiner bernama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam (NKRTPD).

The Panasdalam resmi berdiri sejak 18 Agustus 1995 di salah satu ruangan kuliah yang ada di kampus ITB.

Seiring perjalanan waktu, NKRTPD berulangkali berubah nama. Pada 2004, “para penduduknya” bersepakat menjadi The Panasdalam Band. Lalu kini bersalin nama lagi menjadi The Panasdalam Bank.

The Panasdalam bukan nama penyakit, tapi merupakan akronim. The-nya dari Atheis, Pa-nya dari Paganisme, Nas-nya dari Nasrani, Da-nya dari Hindu Buddha, Lam-nya dari Islam.

Artinya siapa pun boleh bergabung ke dalam “negara” itu, tak peduli latar belakangnya. Dan barang siapa merendahkan kepercayaan orang lain, sama saja dengan merendahkan kepercayaannya. Sebab inti setiap ajaran kepercayaan sejatinya adalah cinta kasih.

Alasan mendirikan NKRTPD sebagai bentuk pelampiasan dari rasa kecewa terhadap pemerintahan Soeharto saat itu.

Ini cara yang berbeda dengan rekan-rekan kuliahnya yang mengungkapkan kekecewaan dengan berorasi dan melakukan demonstrasi di jalan.

Untuk menghidupkan perannya semasa kuliah, Pidi bersama tandemnya di kursi sutradara dan penulisan skenario, Tubagus Deddy, memilih Jason Ranti sebagai pemeran utama alias berlakon sebagai Pidi semasa kuliah.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (18/7/2019), Jason yang akrab dipanggil Jeje, mengaku tak kuasa menolak tawaran dari Pidi.

“Waktu itu saya tidak punya pilihan untuk menolak. Ya, sudah. Saya terima saja tawaran ayah Pidi,” kata Jeje. Para pemain lain yang terlibat juga melontarkan alasan serupa tentang keterlibatan main dalam film ini.

Bisma Karisma, pemeran tokoh Deni Roden, mengaku sudah mengenal The Panasdalam sejak 2008. “Jadi waktu ditawari bermain saya tidak perlu waktu lama untuk mengiyakan. Persiapannya juga tidak susah,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Jeje. Walaupun ini kali pertamanya bermain film. Sebagai debutan ia mengaku tak merasa berat atau terbebani. “Ayah Pidi saja tidak merasa keberatan saya berperan sebagai dirinya. Untuk apa saya merasa berat?,” jawabnya.

Untuk menyelami tokoh yang diperankannya, Jeje mendapat waktu sekitar dua pekan. Selama kurun waktu tersebut, ia meluangkan waktu dengan nongkrong dengan personel The Panasdalam, mengobrol, mendengarkan banyak kisah masa lalu dari mereka, memelototi foto-foto lama, dan memainkan lagu-lagu The Panasdalam.

Sebagai musikus yang sudah menghasilkan dua album, Akibat Pergaulan Blues (2017) dan Sekilas Info (2019), Jeje merasa pendekatan melalui musik adalah cara paling mudah untuk meraba sebuah era.

Secara keseluruhan film Koboy Kampus menampilkan awal terbentuknya The Panasdalam, berbagai kisah yang melanda para personelnya, dan tak lupa menyisipkan agu-lagu The Panasdalam yang dinyanyikan oleh Jeje.

Bisa dibilang film ini tidak memiliki plot utuh sepanjang ceritanya. Hanya berisi kumpulan fragmen.

Menyaksikannya tak perlu menggunakan logika serius. Cukup nikmati saja setiap fragmen dengan segala kelucuan ala Pidi, lewat barisan dialog atau tingkah polah para pemain, yang acap kali terasa absurd.

Jika pernah membaca empat seri novel Drunken (Monster, Molen, Mama, dan Marmut) yang diterbitkan Mizan pada 2008 dan 2009, maka berbagai fragmen dan bumbu humor dalam film ini bukan hal asing.

Semisal adegan ketika Pidi dan kawan-kawannya mengadakan lomba cerdas cermat antara senior melawan mahasiswa baru. Cerita itu pernah termuat dalam novel Drunken Molen.

Diungkapkan Tubagus, sebelumnya menulis skrip Mursala (2013) dan ), Jenderal Soedirman (2015), ia awalnya kesulitan menulis skenario film ini yang bermula sejak awal 2018.

“Soalnya kisah-kisahnya dia kan berupa sketsa. Saya pusing juga bagaimana mau menyusunnya. Akhirnya dia bilang enggak usah dibikin ribet. Tulis saja berdasarkan lagu dan kejadian. Sangat berbeda dengan penulisan skenario film-film yang sebelumnya,” ungkap Tubagus.

Ketika skenario rampung, pihak Enam Sembilan Production dan Bianglala Production memperlihatkannya kepada MNC Pictures yang juga langsung tertarik. Jadilah kemudian proses syuting film ini berlangsung awal Juli 2018 dan berjalan sekitar sebulan.

Selain Jeje dan Bisma, film ini turut diramaikan kehadiran Ricky Harun (Ninu), David John Schaap (Erwin), Miqdad Addausy (Dikdik), Anfa Safitri (Rianto), Jennifer Lepas (Inggrid), Vienny JKT48 (Nia), Christina Colondom (Santi), Steffi Zamora (Rosi), dan Danilla Riyadi (Nova).

Official Trailer Film KOBOY KAMPUS - Tayang Mulai 25 Juli 2019 di Bioskop /MNCP Movie
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR