Komik Gundala laris manis

Is Yuniarto, General Manager Bumilangit Komik, saat mempresentasikan komik-komik legendaris Indonesia di atrium fX Sudirman Mal, Jakarta Selatan (7/9/2019)
Is Yuniarto, General Manager Bumilangit Komik, saat mempresentasikan komik-komik legendaris Indonesia di atrium fX Sudirman Mal, Jakarta Selatan (7/9/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Simbiosis mutualisme. Istilah yang sekiranya tepat untuk menghubungkan antara perilisan film Gundala dan versi komiknya.

Ditemui Beritagar.id saat pengumuman “Virgo Talent Search” di atrium fX Sudirman Mal, Jakarta Selatan (7/9/2019), Bismarka Kurniawan selaku CEO Bumilangit mengatakan bahwa penjualan komik tokoh jagoan yang memiliki kekuatan petir itu ikut terdongkrak seturut pengumuman Jagat Sinema Bumilangit (JSB) dan perilisan versi film.

“Kami harapkan tren positif ini terus berlanjut ke depannya agar semakin banyak yang mengenal tokoh-tokoh komik lokal. Enggak terbatas mereka hanya pernah dengar, tapi juga karena sudah membaca komiknya,” ujar Koko, panggilan akrab Birmarka.

Koko yang juga menduduki kursi produser dalam film Gundala (rilis 29/8) dan JSB mengatakan bahwa pihaknya menerbitkan komik cetak Gundala dalam dua varian; edisi terbatas yang hanya tersedia di gerai-gerai XXI dan edisi reguler.

Komik edisi fisik teranyar bertajuk Gundala: The Official Movie Adaptation ini diterbitkan Bumilangit bekerja sama dengan Koloni, imprint dari m&c! Gramedia yang khusus menerbitkan komik lokal. Ceritanya diolah berdasarkan skrip film yang ditulis Joko Anwar.

Versi terbatas hanya dicetak sebanyak 300 eksemplar dengan gambar sampul muka watercolor style yang berbeda dengan versi reguler. Di dalamnya terdapat tanda tangan para kreatornya.

Sementara komik versi reguler yang dicetak sebanyak 4.000 eksemplar dipasarkan dengan harga Rp98 ribu (khusus Pulau Jawa).

Proses pengerjaan komik setebal 144 halaman itu dimulai sejak Februari 2019. Kreatornya terdiri dari Oyasujiwo Putranto (penulis), Ardian Syaf (gambar), Ecky (tinta), Dony Cahyono (warna), Erwin Prima Arya (teks dan tata letak), Heru (desain sampul), Dinda Ardiriyani dan Louis Lady Zhanrila (asisten warna), serta Rizqi R. Mosmarth dan Aji Raditya (editor).

Diterangkan Oyasujiwo, pembuatan komik ini untuk melengkapi versi film karena ceritanya selaras. Penyajiannya mulai dari cara tutur, visual, hingga gayanya disesuaikan dengan selera generasi muda sekarang.

Joko Anwar, sutradara sekaligus penulis skenario film Gundala, menyebut kehadiran komik ini memungkinkan para penonton membawa pulang pengalaman sinematis saat menyaksikan film Gundala. “Sebab tiap halamannya begitu menggelegar,” puji Joko.

Dus, tak perlu waktu lama menunggu dua varian komik Gundala tersebut ludes di pasaran.

“Komik yang limited version dalam waktu dua hari sejak peluncurannya sudah habis. Sedangkan yang versi reguler saya dengar sudah mau masuk cetakan kedua,” ungkap Koko.

Bumilangit sebagai pemegang lisensi tokoh tersebut telah pula mencetak ulang komik lawas Gundala karya Hasmi yang berjudul “Gundala Putra Petir” dan “Perhitungan di Planet Covox”. Dua edisi komik itu hadir dalam satu kemasan seharga Rp188 ribu. Statusnya juga laris diburu kolektor.

Lalu sebulan menuju perilisan film Gundala mereka meluncurkan pula komik digital Gundala: Son of Lightning dengan cerita baru melalui Line Webtoon. Hingga sekarang telah menyita perhatian 2,7 juta pembaca.

Ini menunjukkan antusiasme masyarakat bukan hanya pada film Gundala yang pada tujuh hari penayangannya sudah meraup lebih dari sejuta penonton, tapi juga versi komiknya.

Komik Gundala Movie Adaptation /Bumilangit Official
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR