BUKU

Komik Raden Saleh dan semerbak kuliner Indonesia di Frankfurt Book Fair 2019

Penyerahan komik Raden Saleh kepada Ketua Komite Buku Nasional Laura Bangun Prinsloo (kiri).
Penyerahan komik Raden Saleh kepada Ketua Komite Buku Nasional Laura Bangun Prinsloo (kiri). | Komite Buku Nasional

Kurun 1839-1845, Raden Saleh sang pelukis masyhur pernah menghabiskan waktunya di Dresden dan Coburg, Jerman. Lebih dari satu abad kemudian sosoknya seolah "hadir" lagi di negara tersebut.

Pelopor seni lukis Indonesia modern itu hadir dalam bentuk komik karya sejarawan seni, Werner Kraus. Judulnya “Lebend Und Abenteuer Des Raden Saleh” atau "Hidup dan Petualangan Raden Saleh".

Buku komik ini diterbitkan dengan dukungan biaya sepenuhnya dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman.

Peluncurannya mengisi hari pertama agenda Komite Buku Nasional (KBN) saat mengikuti Frankfurt Book Fair yang berlangsung mulai 16-20 Oktober 2019.

“Raden Saleh bisa dikatakan sebagai duta budaya pertama Indonesia di Eropa,” ujar Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Perry Pada, yang termaktub dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id (17/10/2019).

Hadir pula dalam acara peluncuran komik tersebut adalah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Toferry Primanda Soetikno, Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik, Werner Kraus, dan Dhiravat Bhumichitr selaku Duta Besar Thailand untuk Jerman.

Dalam kata sambutannya, Werner Kraus menyampaikan kebanggaannya bisa mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia untuk menuliskan buku komik ini.

“Buku ini merupakan tahap awal, karena sangat tidak mungkin bisa menuliskan keseluruhan hidup Raden Saleh yang begitu kompleks ke dalam 40-an halaman buku komik ini. Raden Saleh tidak hanya seorang pelukis, tapi dia juga seorang ilmuwan, fotografer ,dan juga penulis. Semoga tahun depan proyek penulisan ini bisa dilanjutkan,” sambung Kraus.

Bersama dengan buku komik ini, KBRI Jerman juga menampilkan delapan seri perangko Jerman yang menampilkan karya Raden Saleh produksi Deutsche Post.

Delapan karya perangko hasil kurasi Kraus ini dianggap mewakili kompleksitas karakter Raden Saleh. Di antaranya menampilkan lukisan diri Raden Saleh sebagai lelaki Jawa; kemudian sosoknya dalam kostum lelaki Eropa; karya maestro Penangkapan Diponegoro; lukisan harimau jawa; dan lukisan Gunung Merapi.

Dalam acara peluncuran ini, secara khusus Werner Kraus menyerahkan buku komik tersebut kepada Ketua KBN, Laura Bangun Prinsloo.

“Kami sangat senang menyambut penerbitan buku ini. Buku ini akan kami bawa dan promosikan tidak hanya di Frankfurt Book Fair. Semoga buku komik Raden Saleh ini bisa diterjemahkan dan diterbitkan ke bahasa asing lainnya,” ucap Laura.

Selain komik tentang Raden Saleh, KBN yang hadir untuk menampilkan industri penerbitan Indonesia juga memboyong 350 judul buku,10 penerbit, dua agen literasi, dan satu agen ilustrasi.

Untuk penyelenggaraan tahun ini yang mengundang 7.450 partisipan pameran dari 104 negara, giliran Norwegia menjadi tamu kehormatan. Indonesia menempati stand C71 di Hall 4.0 yang luasnya 120 meter persegi.

Selain peluncuran buku komik Raden Saleh, industri penerbitan yang ditampilkan Indonesia pada hari pertama Frankfurt Book Fair adalah kehadiran penulis Indonesia Feby Indirani dalam acara gelar wicara berjudul “Women and Literature in Asia Pacific”. Turut hadir mendampingi adalah dua penulis dari Malaysia dan India, Chuah Guat Eng dan Sara Rai, di Pavilion The Agora.

Kemudian tampil juga Natalina Rimba dari penerbit ASTA Ilmu Publishing di arena Asean Stage. Natalina terlibat dalam gelar wicara berjudul “Textbook Publishing: Opportunities for International Publishers K-12” bersama penerbit dari Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Industri kuliner juga ditampilkan Indonesia dalam bentuk demo memasak yang oleh Santhi Serad dan Astrid Enricka dari Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) di arena Gourmet Gallery. Keduanya menyuguhkan masakan Gulai Cubadak, daging rendang, dan teh bunga telang.

Tak pelak acara ini mengundang perhatian publik yang melintasi arena Gourmet. Banyak dari para pengunjung yang kemudian terpincut semerbak bumbu-bumbu Indonesia yang ditampilkan Santhi dan Astrid.

Frankfurt Book Fair 2019 mulai berlangsung /Beritagar ID
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR