Kuaetnika melestarikan budaya Indonesia lewat musik

Komunitas seni Kuaetnika.
Komunitas seni Kuaetnika. | /Kuaetnika

Banyak hal yang dapat merekatkan keragaman budaya Indonesia yang berbeda-beda, salah satunya dengan musik.

Mudah diterima dan dinikmati, musik disinyalir strategis menyampaikan makna yang tersirat oleh pemusik kepada pendengarnya. Termasuk yang dilakukan oleh Djaduk Ferianto, Butet Kartaredjasa, dan Purwanto. Ketiganya membentuk komunitas seni bernama Kuaetnika pada tahun 1996.

Kelompok musik yang mengusung musik etnik nusantara ini, mengaransemen lagu-lagu daerah dengan warna fusion jazz etnik tanpa menghilangkan warna khas kedaerahannya. Kuaetnika berupaya mengeksplorasi lagu-lagu daerah menjadi lebih dinamis.

Kuaetnika yang berasal dari Yogyakarta mengekspresikan upaya dialog di dalam bermusik. Dalam setiap karyanya, Kuaetnika selalu menampilkan kejutan-kejutan dalam harmonisasi musik melalui alat musik tradisional yang berpadu harmonis dengan bunyi elektrik, synthesizer serta drum.

Sementara itu, mainan anak-anak dan benda-benda peralatan dapur bisa ikut tampil ditengah riuhnya bunyi-bunyi alat musik yang sedang bermain. Upaya menafsir kembali musik-musik tradisi dengan semangat inovasi sehingga dapat dinikmati dalam nuansa yang lain dan menggugah selera generasi kini.

Selama 20 tahun lebih perjalanannya, grup musik ini telah melahirkan 9 album. Hingga saat ini Kuaetnika tetap konsisten melahirkan karya baru serta menggelar konser hingga mengikuti berbagai festival internasional.

Memasuki tahun 2019, Kuaetnika kembali melahirkan mahakarya yang ditunggu-tunggu masyarakat, album baru yang akan dirilis tahun ini akan diluncurkan bersamaan dengan konser yang akan diselenggarakan pada Februari 2019.

Poster konser Sesaji Nagari
Poster konser Sesaji Nagari | /Kuaetnika

Konser bertajuk "Sesaji Nagari" akan diaransemen oleh Djaduk Ferianto dan Kuaetnika, album baru ini akan menyelaraskan semangat ke-Indonesia-an dari ujung barat sampai ujung timur, merekatkan kembali apa yang disebut Indonesia dan mengingat kembali menjadi orang Indonesia yang menghargai keberagaman.

Konser ini akan menampilkan 10 lagu baru, yakni Sesaji Nagari, Ulan Andung-Andung, Batanghari, Kadal Nongak, Lalan Belek, Doni Dole, Anak Khatulistiwa, Made Cenik, Sigule Pong dan Air Kehidupan.

Akan diadakan dalam dua waktu dan tempat yang berbeda, Konser “Sesaji Nagari” akan diselenggarakan pada 23 Februari 2019 pukul 20.00 WIB di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta dan Minggu 10 Maret 2019 pukul 20.00 WIB di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. (Sherin Angjaya).

Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media konser Sesaji Nagari.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR