FILM INDONESIA

Kucumbu Tubuh Indahku jadi tantangan bagi Muhammad Khan dan Randy Pangalila

Randy Pangalila (kiri) dan Muhammad Khan beraksi saat mengunjungi kantor Beritagar.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (4/4/2019)
Randy Pangalila (kiri) dan Muhammad Khan beraksi saat mengunjungi kantor Beritagar.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (4/4/2019) | Andreas Yemmy Martiano /Beritagar.id

Seorang lelaki berambut pendek menari dengan gemulai di dalam ring tinju. Lawannya adalah seorang petinju berbadan kekar, dengan kedua matanya ditutupi kain merah. Tentu saja pukulan si petarung tak kunjung mengenai sang penari.

Adegan tersebut merupakan bagian dari film Kucumbu Tubuh Indahku. Si penari lengger lanang --sebutan untuk penari laki-laki yang membawakan tarian perempuan-- bernama Juno itu diperankan Muhammad Khan. Sementara petinju, yang namanya tak disebut sepanjang film, diperankan Randy Pangalila.

Kucumbu Tubuh Indahku menjadi film pertama bagi Khan. Film garapan sutradara Garin Nugroho ini juga menjadi film pertama bagi Randy setelah sekian tahun namanya tak menghiasi film-film layar lebar nasional.

Dalam kunjungan ke kantor Beritagar.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (4/4/2019), Khan dan Randy mengungkap tantangan-tantangan yang muncul saat bermain dalam film yang tayang perdana di Festival Film Venesia 2018 ini.

Selain berprofesi sebagai aktor teater, Khan juga sempat mendalami silat. Ini cukup membantu sebab ia memerankan penari dalam film Kucumbu Tubuh Indahku. Sebagai ilmu beladiri, silat memiliki beberapa kesamaan dengan tarian. Namun, kadang silat bikin ia silap saat berakting sebagai Juno remaja.

Rianto, pemeran Juno dewasa sekaligus orang yang kisahnya menginspirasi film ini menyatakan pada Khan bahwa gerakannya masih seperti silat, tak seperti penari.

“Agak sempat pesimis sebenernya. Jadi memang susahnya di situ, sih. Bagaimana aku menciptakan gestur penari, sedangkan aku bukan penari. Intinya adalah bagaimana caranya aku bisa memvisualisasikan tubuh seorang penari,” tutur Khan.

Sementara, Randy harus memerankan petinju. Ini sebenarnya agak mudah baginya. Menurut Randy, itu penyebab ia terpilih untuk bermain dalam film ini.

Aktor berusia 28 itu sangat menggemari segala hal yang berbau seni beladiri. Dari kelas 4 SD, ia sudah ikut taekwondo dan sempat jadi atlet di Surabaya. Tahun lalu, Randy bahkan sempat ikut ajang tarung beladiri bebas di sebuah stasiun televisi. Ia mengalahkan lawannya dalam waktu tak sampai semenit.

"Bedanya kita menjadi fighter beneran dengan film, fighter beneran enggak usah peduliin look. Yang penting kita siap untuk fight, mau look lu kayak bagaimanapun, fight will go on,” tutur aktor berdarah Manado itu.

“Kalau di dalam film, kan kita harus membentuk sebuah karakter, otomatis dari persiapan badan itu harus stay in shape,” jelas Randy.

Tantangan selanjutnya adalah diarahkan oleh Garin Nugroho. Sutradara berusia 57 itu adalah tipe sineas yang selalu mengandalkan improvisasi. Ia kerap mengubah naskah secara langsung di lokasi syuting.

“Mas Garin itu enggak pernah stuck sama script. Bahkan ada satu adegan dimana itu enggak ada di script, sampai akhirnya kita kayak ‘ah, serius?’,” ujar Randy.

Khan membalas, “Pokoknya banyak surprise. Kita sebagai aktor, banyak hal-hal yang kita enggak siap, karena enggak ada di script. Mas Garin itu hobi banget tiba-tiba, ‘Gue mau adegannya begini.’ Jadi out of the box dan buat challenge gitu.”

Apapun tantangan yang mendera para pemainnya pada saat syuting, saat ini Kucumbu Tubuh Indahku menghadapi tantangan di bioskop-bioskop dalam negeri, setelah mengarungi puluhan festival internasional.

Menurut Khan, isu dan tema yang tak biasa justru jadi kekuatan film ini.

“Setelah film ini diputar nanti, semoga bisa buat generasi muda, khususnya para pembuat film, entah itu para aktor maupun sutradara, bisa membuat film dengan isu-isu yang relevan,” ujar Khan. “Semoga film ini bisa jadi semacam pemantik,” tutup sang aktor.

Kucumbu Tubuh Indahku merupakan kisah Juno (versi cilik diperankan Raditya Evandra, remaja oleh Muhammad Khan, dewasa oleh Rianto) yang selalu melihat kekerasan sejak awal hidupnya. Dari trauma kekerasan politik yang dialami sang ayah, hingga trauma kekerasan fisik ketika Juno masuk kelompok lengger di desanya.

Trauma akibat kekerasan bikin Juno berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain. Perpindahan itu membuat Juno bertemu banyak sosok manusia, dari petinju, bupati korup, hingga maestro penari Reog.

Perpindahan ini juga menjadi sebuah perjalanan tubuh yang membuat Juno kembali menemukan keindahan tubuhnya.

Kucumbu Tubuh Indahku tayang sejak Kamis (18/4/2019).

Kunjungan Film: Kucumbu Tubuh Indahku /Beritagar ID
Beritagar.id merupakan mitra media untuk film Kucumbu Tubuh Indahku
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR