FILM INDONESIA

Kucumbu Tubuh Indahku siap tayang di bioskop reguler

Salah satu adegan dalam film Kucumbu Tubuh Indahku.
Salah satu adegan dalam film Kucumbu Tubuh Indahku. | Fourcolours Films

Film Kucumbu Tubuh Indahku akhirnya segera diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Dilansir dari Medcom.id, Selasa (22/1/2019), film garapan sutradara Garin Nugroho ini akan tayang di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat, pada 27 dan 29 Januari dalam program Kreasi Movie Corner yang memutar film-film alternatif.

"Pada tanggal 16 Februari, film ini juga akan ada XXI Plaza Indonesia," ungkap produser Ifa Isfansyah. Setelah itu, Kucumbu Tubuh Indahku akan tayang secara luas pada Maret.

Sejatinya, penayangan di bioskop reguler se-Indonesia ini agak terlambat. Film dengan judul internasional Memories of My Body ini tayang lebih dulu di berbagai festival film internasional, bahkan meraih sejumlah penghargaan.

Film ini tayang perdana di Italia dalam Festival Film Internasional Venesia ke-75 pada awal September 2018. Setelah itu, Kucumbu Tubuh Indahku meraih penghargaan "Bisato D’Oro Award 2018" dari Venice Independent Film Critic dan Best Film pada Festival Des 3 Continents, di Nantes, Prancis, pada pertengahan November 2018.

Baru pada 3 Desember 2018, Kucumbu Tubuh Indahku tayang perdana di Indonesia. Tepatnya dalam perhelatan Jogja NETPAC Asian Film Festival di Yogyakarta.

Pada bulan yang sama, film ini memenangi penghargaan Cultural Diversity Award pada perhelatan Asia Pasific Screen Awards ke-12 di Brisbane, Australia. Sebagai bagian dari kemenangan itu, film ini tayang di markas UNESCO di Paris, Prancis.

Yang terbaru, Kucumbu Tubuh Indahku akan tayang di Festival Film Internasional Rotterdam, Belanda mulai Jumat, 25 Januari 2019.

Tak hanya penghargaan internasional, film ini juga diapresiasi di dalam negeri. Kucumbu Tubuh Indahku menjadi Film Pilihan Tempo dalam Festival Film Tempo 2018 yang digelar pada awal Desember.

"Film ini adalah adukan yang pas antara narasi kuat, gambar-gambar puitis, dan sentilan sosial politik khas Garin. Inilah yang menjadi alasan juri menetapkan Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan Tempo tahun ini," demikian argumentasi para juri Festival Film Tempo.

"Garin menampilkan gambaran puitis dari isu sosial dan seksual, serta menemukan keseimbangan antara estetika, yang jadi ciri khasnya, dan kegemarannya mengomentari politik secara tajam," puji Clarence Tsui dari Hollywood Reporter yang turut mengulas film ini.

Mengangkat cerita seorang penari, kisah film ini memang penuh estetika, juga ekspresif dari segi politik. Garin berani mengangkat unsur seksualitas dengan tokoh utama seorang homoseksual yang jarang diangkat sineas lokal.

Kucumbu Tubuh Indahku adalah kisah Juno (Muhammad Khan), seorang laki-laki yang berprofesi sebagai penari di sebuah desa di Jawa. Desa tersebut dikenal sebagai desa penari lengger lanang, sebutan untuk tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki.

Tinggal di desa tersebut sejak kecil (Juno cilik diperankan Raditya Evandra) hingga dewasa membentuk peleburan tubuh maskulin dan feminin secara alami dalam diri Juno.

Sejak kecil, ia juga melihat banyak kekerasan. Dari trauma kekerasan politik yang dialami sang ayah, hingga trauma kekerasan fisik ketika Juno masuk kelompok lengger di desanya.

Kekerasan itu bikin Juno berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain. Perpindahan itu membuat Juno bertemu banyak sosok manusia, dari petinju hingga maestro penari Reog. Perpindahan ini juga menjadi sebuah perjalanan tubuh yang membuat Juno kembali menemukan keindahan tubuhnya.

Kucumbu Tubuh Indahku juga dibintangi oleh Rianto, Sujiwo Tejo, Teuku Rifnu Wikana, Whani Dharmawan, Endah Laras, Fajar Suharno, Windarti, dan Randy Pangalila.

Trailer "Kucumbu Tubuh Indahku" (Memories of My Body) /Fourcolours Films
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR