ALBUM MUSIK

Kunto Aji sorot isu kesehatan mental lewat album Mantra Mantra

Kunto Aji berpose dalam konferensi pers peluncuran album "Mantra Mantra" di Juni Records HQ, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2018).
Kunto Aji berpose dalam konferensi pers peluncuran album "Mantra Mantra" di Juni Records HQ, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2018). | Juni Records

Kunto Aji merilis album baru setelah didahului oleh peluncuran single berjudul "Konon Katanya" pada November 2017 dan album mini Overthinker (Demo) pada Agustus 2018. Dua karya itu yang kemudian digabungkan penyanyi pop-jazz berusia 31 ini dalam album baru bertajuk Mantra Mantra.

Judulnya seolah beraroma mistis, tapi Mantra Mantra berisi barisan lagu tentang perspektif Kunto terhadap isu kesehatan mental. Lebih khusus adalah overthinking, alias memikirkan sesuatu dengan berlebihan--bahkan termasuk hal-hal sepele. Jika dibiarkan, hal ini bisa bikin orang dilanda kecemasan dan depresi.

“Hal ini kebetulan terjadi juga pada saya, makanya album ini rampungnya lama, hahaha!” ujar Kunto dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Jumat (14/9/2018). Mantra Mantra membutuhkan waktu pembuatan selama dua tahun.

Inspirasinya dari kasus-kasus musisi bunuh diri atau kasus narkoba. Sebagai pekerja seni, Kunto merasa dekat dengan berbagai masalah kesehatan mental yang terjadi di sekitarnya.

"Menurut saya setiap orang punya masalah pada diri sendiri. Mental health awareness (kepedulian terhadap kesehatan mental) cukup kurang di Indonesia dan harus diangkat karena itu bisa berdampak besar bagi manusia," jelas Kunto kepada Antaranews (13/9).

Untuk itu, ia sangat serius melakukan riset dalam proses pengerjaan Mantra Mantra. Dari introspeksi ke dalam diri sendiri hingga konsultasi dengan psikolog.

"Kadang orang bilang, 'Oh, dia ke psikolog karena enggak waras ya?'. Padahal bukan itu. Kalau kamu merasa kuat untuk menyelesaikan masalah sendiri ya silakan. Tapi seandainya tidak, ada kok mereka (psikolog) yang mau membantu," jelas Aji kepada Okezone (12/9).

Untuk turut serta membantu mengatasi masalah overthinking, Kunto bahkan memasukkan frekuensi suara khusus.

"Saya mencoba memasukkan frekuensi 396 Hz yang menurut penelitian bisa mengeluarkan racun atau pikiran negatif. Sehingga membuat pendengar frekuensi tersebut merasa lebih baik, lebih semangat, lebih optimistis," tambah Kunto.

Contohnya lagu "Topik Semalam" yang dipilih sebagai single baru dari Mantra Mantra. Kunto menganggap lagu ini mewakili banyak hal dari album tersebut. Isinya memuat kisah tentang overthinking yang kerap dialami orang dalam kehidupan sehari-hari.

"Topik Semalam" bercerita tentang seorang lelaki yang mengalami overthinking karena pasangannya selalu mendesak dan bertanya soal arah masa depan hubungan mereka.

"Topik ini menurut saya banyak dialami oleh orang-orang, dan entah disadari atau tidak, situasi ini membuat si lelaki terjebak dalam kondisi overthinker," jelas Kunto.

Itu pun pernah dialaminya. "Tentang sebuah hubungan saat saya sudah dikasih deadline sama yang sekarang sudah jadi istri saya. Dia bilang, 'Kita pacaran sudah lama kan, mau niat nikah enggak? Kalau enggak niat nikah, kita putus saja'," ujar lelaki kelahiran Yogyakarta ini kepada Kumparan (12/9).

Selain "Topik Semalam", delapan lagu dalam Mantra Mantra adalah "Sulung", "Rancang Rencana", "Pilu Membiru", "Rehat", "Jakarta Jakarta", "Konon Katanya", "Saudade", dan "Bungsu".

Untuk menggarap lagu-lagu tersebut, Kunto mengajak empat produser sekaligus. Mereka adalah Ankadiov Subran, Petra Sihombing, Anugrah Swastadi, dan Bam Mastro. Ini berbeda dengan album Generation Y (2015) karena lelaki bernama lengkap Kunto Aji Wibisono ini tidak pakai jasa produser.

Menggandeng empat orang produser, Kunto ingin isi albumnya lebih beragam. Ia pun punya tujuan lain.

"Album ini ingin (pakai produser) karena lagu-lagu yang gue tulis menyampaikan yang berat diterima di permukaan, sehingga butuh bantuan produser untuk bikin enak dalam menerapkannya," jelas Kunto kepada detikcom (13/8). Dengan itu, tiap lagu dalam album yang dirilis oleh Juni Records ini diharapkan lebih mudah diserap pendengar.

Mulai Jumat (14/9), album Mantra Mantra dan single "Topik Semalam" bisa dinikmati melalui beragam platform musik digital. Misalnya Spotify, Apple Music, Deezer, Joox, iTunes, dan kanal YouTube resminya.

Kunto Aji - Topik Semalam (Official Audio) /Kunto Aji
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR