Lady Gaga sosok Perempuan Terbaik 2015

Lady Gaga saat menghadiri Emmy Awards di Microsoft Theater, Los Angeles (20/9/2015)
Lady Gaga saat menghadiri Emmy Awards di Microsoft Theater, Los Angeles (20/9/2015) | Paul Buck/EPA

Prestasi, kontribusi, dan kinerja Lady Gaga sepanjang tahun 2015 membuatnya dinobatkan sebagai "Woman of the Year" oleh majalah musik Billboard. Penghargaan tersebut akan diberikan dalam acara Women in Music pada 11 Desember 2015 yang disiarkan oleh jaringan televisi kabel Lifetime sepekan kemudian.

"Lady Gaga adalah seorang seniman luar biasa yang jadi simbol dari kekuatan, keberanian, dan ketabahan. Dalam segala hal dia pantas mendapatkannya," kata Liz Gateley, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Pemrograman Lifetime.

Janice Min, Wakil Presiden dan Kepala Kreatif Guggenheim Media, perusahaan hiburan yang menaungi majalah Billboard dan Hollywood Reporter, mengakui segala pencapaian pemilik nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu sepanjang 2015.

"Tampil di ajang Oscar, tur bersama Tony Bennett, dermawan, giat mempromosikan yayasan pemberdayaan dan kesejahteraan bagi pemuda, dan jadi bintang serial televisi (American Horror Story: Hotel, red). Tidak ada perempuan yang mampu mendominasi selera budaya populer dan melakukan evolusi sebanyak yang dia lakukan. Luar biasa," kata Min.

Pengakuan terhadap kemampuan perempuan kelahiran Manhattan, New York, 29 tahun silam itu, datang dari banyak seniman kenamaan. Bruce Dickinson, vokalis kelompok Iron Maiden asal Inggris, dalam wawancara bersama Corus Radio mengatakan Gaga lebih baik dibanding Madonna. "Pertama, dia bisa menyanyi dengan baik. Suaranya lantang. Dia juga seorang instrumentalis."

Diane Warren (59), penulis sejumlah lagu hits seperti Un-Break My Heart (dinyanyikan Toni Braxton), How Do I Live (LeAnn Rimes), dan I Don't Want to Miss a Thing (Aerosmith), menyebut Gaga adalah seniman terbaik yang pernah bekerja sama dengannya.

Keduanya berkolaborasi menciptakan Til It Happens to You (rilis 18/9/2015) untuk lagu tema film dokumenter The Hunting Ground yang bercerita tentang banyaknya kasus perkosaan di berbagai kampus Amerika Serikat.

Sosok yang nama panggungnya terinspirasi dari lagu Radio Ga Ga milik Queen itu tak hanya dikenal sebagai penyanyi, tapi juga pencipta lagu. Karena itu dia mendapat anugerah Contemporary Icon Award dalam acara Songwriters Hall of Fame yang berlangsung di New York, AS (19/6).

"Menjadi penulis lagu adalah hal pertama dan terpenting dalam hidup saya. Karena itu penghargaan ini sangat berarti bagi saya," ujar Gaga.

Trofi yang untuk pertama kalinya dibagikan sepanjang 46 tahun penyelenggaraan Songwriters Hall of Fame bukan sekadar diberikan kepada penulis lagu, penerimanya juga harus menjadi seseorang yang telah mencapai status ikonis dalam budaya pop.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR