FILM INDONESIA

Lala Karmela mendalami kultur India

Lala Karmela (kanan) harus membiasakan diri dengan kultur India dalam film Kuambil Lagi Hatiku
Lala Karmela (kanan) harus membiasakan diri dengan kultur India dalam film Kuambil Lagi Hatiku | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Lala Karmela yang juga dikenal sebagai penyanyi kembali beroleh kesempatan menjadi pemeran utama dalam film Kuambil Lagi Hatiku. Demi perannya, dara berusia 33 itu harus mendalami kultur India.

Pasalnya, walaupun dikisahkan punya darah Indonesia dari pihak ibu, tokoh Sinta yang diperankan Lala ceritanya lahir dan tumbuh besar di India. Akar keindonesiaan yang dimilikinya justru sama sekali asing.

Tambahan lagi tokoh ini juga kecantol dengan pria India bernama Vikash (diperankan Sahil Shah). Mereka tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan.

Sebelum menikah, Sinta pamit kepada Vikash hendak menyusul ibunya, Widhi (Cut Mini), yang pulang ke kampung halamannya di Indonesia.

Untuk mendalami perannya sebagai perempuan India, Lala hanya mendapat waktu tiga pekan. Alhasil proses mempelajari bahasa dan tarian India harus mengebut.

Selama mempersiapkan diri, Lala intens berkomunikasi dan belajar banyak hal tentang kebudayaan India melalui Sahil yang memang lahir di Mumbai, 20 Desember 1989.

"Dia mengajak aku menghadiri acara peringatan hari kemerdekaan India di kedutaan, lalu ikut arisan ibu-ibu dari India. Di sana aku melihat cara mereka memakai sari," ujar Lala dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan (13/3/2019).

Ketika sedang melakukan proses pendalaman karakter, Sahir kebetulan sudah bertunangan dan akan melangsungkan pernikahan, persis kisah mereka dalam film. Alhasil ia mendapat banyak masukan tentang pentingnya pesta pernikahan bagi orang di India.

Blasteran Indonesia-Filipina ini juga harus membiasakan lidahnya mengecap kuliner India. Salah satu makanan yang kemudian jadi favoritnya adalah masala dosa. Bentuknya kering dan krispi, terbuat dari tepung beras yang isinya bisa berupa daging atau sayuran.

Bagi Sahir yang baru kali pertama bermain film, apa yang dilakukan Lala membuatnya takjub.

“Dia mempelajari Bahasa India hingga gestur-gestur saat mengucapkannya. Soalnya ada beberapa kata dalam Bahasa India yang harus disertai gerakan kepala untuk memperkuat makna,” puji Sahir yang sebelumnya populer sebagai pembawa acara program televisi My Trip My Adventure,

Tantangan lain buat Lala adalah harus berdialog menggunakan Bahasa Indonesia dengan aksen India.

“Harus seperti itu karena ceritanya Sinta lahir dan besar di India. Walau bagaimanapun pasti lidahnya beda kalau ngomong pakai Bahasa Indonesia,” jelas Azhar “Kinoy” Lubis yang menjadi sutradara.

Untuk bagian ini, Lala harus menanamkan di kepalanya bahwa Indonesia sama sekali asing baginya.

“Itu tantangan yang membuatku keluar dari zona nyaman. Syuting dan main film di kampung halaman sendiri, tapi merasa seperti alien yang tidak mengenal sama sekali tentang Indonesia,” tambahnya.

Film produksi Perum Produksi Film Negara yang dijadwalkan tayang mulai 21 Maret 2019 ini menggunakan empat bahasa sekaligus, yaitu Indonesia, India, Inggris, dan Jawa. Syuting berlangsung di Agra, India, dan Magelang, Jawa Tengah.

Drama dengan sedikit balutan komedi ini pada intinya adalah kisah tentang intrik keluarga dan bagaimana berdamai dengan masa lalu.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR