FILM INDONESIA

LifeLike perkenalkan para penjahat dalam film Wiro Sableng

Aksi Yayan Ruhian sebagai Mahesa Birawa dalam film Wiro Sableng.
Aksi Yayan Ruhian sebagai Mahesa Birawa dalam film Wiro Sableng. | LifeLike Pictures

Setelah memperkenalkan beberapa karakter protagonis untuk film Wiro Sableng, akhirnya LifeLike Pictures membuka tabir para penjahat. Melalui rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Jumat (23/3/2018), LifeLike mengumumkan dua tokoh yang akan menjadi antagonis dalam film yang dibesut sutradara Angga Sasongko itu.

Dua karakter itu adalah Kalingundil, diperankan Dian Sidik, dan Mahesa Birawa yang dihidupkan oleh Yayan Ruhian. Yayan juga menyumbangkan ilmu sebagai koreografer adegan laga untuk film hasil kerjasama LifeLike dengan 20th Century Fox ini.

Sebelumnya, Yayan dikenal luas oleh masyarakat penikmat film sebagai tokoh antagonis Mad Dog dalam film The Raid. Ia sudah menapakkan karier ke dunia internasional, sempat beradu akting dengan Harrison Ford dalam Star Wars: The Force Awakens (2015) sebagai karakter minor bernama Tasu Leech.

Jika menengok poster karakter Mahesa Birawa, penampilan Yayan jelas berbeda jauh jika dibanding bandit jago silat Mad Dog dan penjahat antar galaksi Tasu Leech. Mahesa digambarkan telanjang dada, memamerkan badan kekar nan berotot. Rambut panjangnya dikonde di bagian tengah, belakangnya dibiarkan terurai hingga pinggang.

Mahesa Birawa dulunya dikenal sebagai Suranyali. Dia adalah mantan murid Sinto Gendeng, pendekar perempuan yang kelak menjadi guru Wiro Sableng. Mahesa kemudian mengkhianati gurunya, lalu mempelajari ilmu hitam kepada Tapak Gajah. Ia mempelajari sebuah jurus bernama Pukulan Kelabang Hijau. Senjata andalannya adalah gada rantai berduri dan tongkat besi bercagak dua.

Kepada Detikcom (19/8/2017), Yayan mengatakan tidak berani berkreasi untuk menciptakan jurus baru baik untuk karakter yang ia perankan maupun yang lain. Semua jurus berpatokan pada berbagai novel Wiro Sableng karangan Bastian Tito.

"... karena Wiro sendiri memiliki jurus yang tidak bisa kami tampilkan semuanya di sini," ujar lelaki yang dibantu tiga perguruan untuk film ini, antara lain Ciung Wanara, Panglipur, dan tempat ia mempelajari silat yaitu Perguruan Silat Tenaga Dasar.

Bicara Wiro, karakter Mahesa Birawa sebetulnya berhubungan erat secara tak langsung dengan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 itu. Dalam foto poster yang diunggah LifeLike ke Instagram, hal ini terungkap.

"Cari dan hentikan manusia jahat itu," demikian perintah Sinto Gendeng kepada Wiro, ketika muridnya itu bersiap turun gunung dan memulai petualangan baru. Sebab, Mahesa menciptakan kawanan perampok yang kejam dan mengancam masyarakat di sekitar Jatiwalu, sarang mereka.

Sementara Kalingundil, tangan kanan Mahesa, adalah kepala para bandit berkuda.

Selain dua bosnya, seluruh rampok itu mengenakan topeng, pemerannya juga tak diungkap karena hanya merupakan gerombolan penjahat biasa yang menjadi anak buah penjahat utama, seperti halnya Stormtrooper dalam waralaba Star Wars.

Sebagai Kalingundil, Dian Sidik tampil tak kalah macho dengan Yayan. Tubuh aktor berusia 38 ini bahkan jauh lebih besar dibanding sang penjahat utama. Ia mengenakan golok yang ukurannya tak kalah besar.

Kalingundil menjalani debutnya dalam buku pertama Wiro Sableng berjudul Empat Berewok dari Goa Sanggreng.

Wiro yang ditugaskan gurunya mencari Suranyali menemukan sebuah desa yang hanya ditinggali seorang penjahat bernama Kalingundil. Ternyata si bandit adalah anak buah Suranyali. Wiro dan Kalingundil pun berkelahi, hasilnya sang penjahat kehilangan tangan.

Dalam buku kedua bertajuk Maut Bernyanyi di Pajajaran, Wiro baru berhasil menemukan Suranyali, yang sudah mengubah namanya menjadi Mahesa Birawa. Kemungkinan untuk versi film akan ada perbedaan cerita, meski tak diketahui berapa banyak.

Sebab di buku pertama, Kalingundil sedang berseteru dengan Empat Berewok dari Goa Sanggreng. Bisa jadi kelompok ini tak muncul dalam film Wiro Sableng.

Pemeran Kalingundil yakni Dian Sidik sebenarnya lebih banyak membintangi sinetron. Menurut catatan FilmIndonesia.or.id, ia baru muncul dalam dua film yaitu Tebus (2011) dan Seteru (2017). Keduanya merupakan drama dengan sentuhan adegan laga.

Aktor kelahiran Surabaya ini dikenal sebagai Jaka Tingkir dalam sinetron berjudul sama. Enam tahun Dian memerankan tokoh sejarah itu.

Selain menjadi Jaka Tingkir, Dian ternyata pernah beradu akting dengan Marsha Timothy--pemeran Bidadari Angin Timur dalam film Wiro Sableng. Mereka bermain dalam sinetron komedi situasi Calon Bini. Dian memerankan Jamal alias Bang Jems, lelaki yang ingin meraih cinta Nurlela (Marsha).

Masih banyak karakter yang belum diperkenalkan

Sebelumnya, LifeLike telah memperkenalkan empat tokoh ilmu putih. Mereka adalah tokoh utama Wiro Sableng (Vino G. Bastian) serta dua rekannya yakni Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi). Seorang lagi adalah guru Anggini yaitu Dewa Tuak yang diperankan Restu Triandy alias Andy /rif.

Semuanya diperkenalkan dalam bentuk poster oleh LifeLike. Ini untuk menjaga sekaligus menaikkan hype calon penonton, sambil menunggu filmnya tayang di penghujung tahun.

Oleh sebab itu, masih banyak karakter yang belum diperkenalkan ke publik. Mereka adalah Bidadari Angin Timur (Marsha Timothy), Sinto Gendeng (Ruth Marini), Bajak Laut Bagaspati (Cecep Arief Rahman), Kakek Segala Tahu (Yayu Unru), Permaisuri (Marcella Zalianty), Kalasrenggi (Rifnu Wikana), Werku Alit (Lukman Sardi), Kamandaka (Dwi Sasono), dan Suci (Happy Salma), serta beberapa tokoh minor lainnya.

Pengambilan gambar Wiro Sableng berlangsung sejak Agustus dan selesai pada November. Film ini akan tayang pada September 2018.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR