PIALA OSCAR

Lima kejadian menarik dari Oscar 2018

Sutradara Guillermo del Toro menggenggam Oscar yang ia dapat berkat film The Shape of Water
Sutradara Guillermo del Toro menggenggam Oscar yang ia dapat berkat film The Shape of Water | Aaron Poole /EPA

Gegap gempita Academy Awards ke-90 telah selesai. Seperti biasa, dalam ajang yang kerap disebut Piala Oscar itu ada kontroversi, ada tema besar, pemenang yang dominan dan sebagainya.

Berikut aneka kejadian menarik dari ajang Oscar 2018 yang digelar di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Senin (5/3/2018) WIB.

Kemenangan besar Guillermo del Toro

Sebagai penggenggam nomine terbanyak tahun ini (13), The Shape of Water garapan Del Toro bisa dikatakan merupakan karya yang berimbang karena masuk kategori utama seperti sutradara, naskah, aktris utama, dan aktris-aktor pendukung terbaik. Juga kategori teknis seperti sinematografi, desain kostum, penyuntingan suara, mixing suara, penyuntingan film, dan desain produksi.

Nah, film soal makhluk amfibi ini berhasil memenangi empat. Del Toro membawa pulang dua piala Oscar untuk Sutradara Terbaik dan Film Terbaik--ia juga berperan sebagai produser.

Dua penghargaan sisanya untuk kategori Musik Pengiring (original score) dan Desain Produksi.

Konsep kuat dengan seni artistik tinggi memang tampak jelas pada The Shape of Water. Seperti halnya The Devil's Backbone dan Pan's Labyrinth, sutradara berumur 51 tahun itu menggabungkan genre fantasi dan sejarah.

Film The Shape of Water berlatar 1960-an, ketika Amerika Serikat dilanda Perang Dingin dengan Rusia.

Elisa (diperankan Sally Hawkins) adalah perempuan tunawicara yang berprofesi sebagai tenaga kebersihan di sebuah laboratorium. Ia jatuh hati pada sosok makhluk amfibi yang ditahan di laboratorium itu.

THE SHAPE OF WATER | Official Trailer | FOX Searchlight /FoxSearchlight

Politik Oscar dan semangat para imigran

Oscar kali ini bernuansa politis. Ini sudah bisa diduga, karena ajang penghargaan lain dari dunia seni hiburan yang digelar sebelumnya pun melakukan hal sama, seperti SAG Awards, Golden Globe, American Music Awards, hingga MTV Movie Awards.

Amerika Serikat memang tengah dilanda badai politik sejak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden pada awal 2017. Terutama soal beberapa kebijakan Trump yang dianggap merugikan kaum imigran.

Dalam pidato kemenangannya, Guillermo del Toro menyatakan, "Saya adalah seorang imigran. Hal terbaik yang bisa dilakukan industri kesenian adalah menghapus garis-garis yang membatasi manusia."

"Kita harus melanjutkannya, terlebih saat ini dunia seakan meminta kita untuk melakukannya lebih jauh lagi," ujar sineas kelahiran Meksiko itu.

Pembawa acara utama Piala Oscar adalah Jimmy Kimmel, tapi untuk orang-orang yang membacakan pemenang dihiasi beberapa pekerja seni yang berasal dari luar Amerika Serikat, seperti Lupita Nyong'o (berdarah Kenya, kelahiran Meksiko) dan Kumail Nanjiani (asal Pakistan) yang membaca pemenang kategori Desain Produksi.

"Kami adalah aktor yang sering kalian dengar, tapi kesulitan menyebut namanya," ujar Nyong'o.

"Saya berasal dari Pakistan dan Iowa, dua tempat yang tak seorang pun di Hollywood mampu menemukannya di peta," canda Nanjiani disambut tawa hadirin.

"Setiap orang di ruangan ini dan siapa pun di rumah yang sedang menonton, kita ini pemimpi. Kita tumbuh besar untuk memimpikan bahwa suatu saat bakal bekerja di dunia film. Mimpi adalah fondasi dasar Amerika," ujar Nyong'o.

"Kepada setiap pemimpi di luar sana, kami berpihak pada Anda," tambah Nanjiani.

Lady Bird dan Mudbound gagal membawa pulang Oscar

Lady Bird adalah karya luar biasa sutradara Greta Gerwig. Penampilan aktris Saoirse Ronan sebagai anak SMA yang ingin berbeda juga sangat menonjol.

Pada ajang Golden Globe, Lady Bird berhasil memenangi dua kategori, yaitu Film Musikal/Komedi Terbaik dan Aktris Musikal/Komedi Terbaik (Saoirse Ronan).

Namun itu rupanya tidak berlaku bagi juri Academy. Lady Bird tidak memenangi satu pun Piala Oscar, padahal mereka dinominasikan dalam empat kategori, yaitu Film, Aktris Utama (Ronan), Aktris Pendukung (Laurie Metcalf), Sutradara (Gerwig), dan Naskah Orisinal (Gerwig).

Hal yang sama menimpa Mudbound. Empat nomine mereka dapatkan dari Aktris Pendukung (Mary J. Blige), Naskah Adaptasi, Sinematografi, dan Lagu Orisinal, tapi tiada satu yang berhasil terbawa pulang oleh peramai film mengenai rasisme di Mississippi pasca Perang Dunia II itu.

Setidaknya, Mary J. Blige mencetak sejarah dengan menjadi orang pertama yang menjadi nomine dalam kategori akting sekaligus Lagu Orisinal.

Lady Bird | Official Trailer HD | A24 /A24

Kutukan berakhir untuk Deakins dan Oldman

Bicara soal sinematografi, Roger Deakins adalah seorang master. Belasan film ia garap dengan pengambilan gambar yang indah, seperti The Shawshank Redemption (1994), Fargo (1996), Kundun (1996), O Brother, Where Art Thou? (2000), The Reader (2009), Skyfall (2012), dan Sicario (2015).

Semua film di atas, juga enam film lain, menjadikan Deakins sebagai nomine Oscar. Namun, prestasinya cuma berhenti sampai di situ.

Entah mengapa, lelaki berusia 68 ini selalu pulang dari malam penghargaan Oscar dengan tangan hampa. Dari 13 kali dinominasikan, ia tak pernah bawa pulang Oscar.

Akhirnya, tahun ini "kutukan" itu berhenti. Deakins membawa pulang piala berbentuk manusia itu berkat kerja kerasnya dalam film Blade Runner 2049.

"Saya sangat mencintai pekerjaan saya. Saya akan melakukannya selama mungkin. Salah satu alasannya adalah orang yang bekerja dengan saya baik di depan maupun belakang kamera," ujar Deakins dalam pidato kemenangannya.

Untuk Gary Oldman, kasusnya berbeda. Lelaki Inggris itu adalah aktor multi talenta. Berbagai peran yang sangat berbeda mampu ia jalani, dari polisi korup dalam Leon: The Professional (1994), polisi baik dalam The Dark Knight (2008), bos penjahat dalam The Book of Eli (2010), mentor Harry Potter dalam The Prisoner of Azkaban (2004), hingga menjadi Count Dracula dalam Bram Stoker's Dracula (1992).

Namun ia jarang dilirik juri Golden Globe dan Oscar. Dalam ajang Oscar ia hanya sekali menjadi nomine lewat Tinker Tailor Soldier Spy (2011).

Akhirnya, lelaki berusia 59 itu memenangi Oscar lewat Darkest Hour.

Dalam film garapan sutradara Joe Wright itu, Oldman memerankan Winston Churchill, Perdana Menteri yang bertugas memimpin Inggris saat Perang Dunia II sedang sengit-sengitnya.

Untuk memerankan Churchill, Oldman sangat total. Riasannya saja mencapai 30kg sebab Oldman kurus, sementara sang Perdana Menteri gemuk.

Aktor Gary Oldman sumringah setelah menerima Oscar berkat perannya sebagai Winston Churchill dalam The Darkest Hour
Aktor Gary Oldman sumringah setelah menerima Oscar berkat perannya sebagai Winston Churchill dalam The Darkest Hour | Paul Buck /EPA

Kemenangan Kobe Bryant disambut kontroversi

Bagi Kobe Bryant, menang itu sudah biasa. Sebagai jagoan basket, ia sudah lima kali juara NBA bersama LA Lakers. Dua medali emas Olimpiade ia raih bersama timnas Amerika Serikat.

Pun demikian, memenangi penghargaan bergengsi industri perfilman adalah hal baru bagi lelaki berjuluk 'Black Mamba' itu.

Berkat film Dear Basketball yang ia produseri dan tulis naskahnya, pebasket yang kini berusia 39 itu memenangi kategori Film Animasi Pendek Terbaik. Dear Basketball mengisahkan pensiunnya Bryant dari NBA pada 2016.

Namun kemenangannya disambut kontroversi, tapi bukan kapasitasnya sebagai sineas yang dipertanyakan orang.

Beberapa tahun lalu, Bryant pernah tersangkut kasus berbau seksual. Ketika berusia 24, Bryant pernah dituduh melecehkan seorang pegawai hotel yang saat itu baru berusia 19.

Penuduh menyatakan Bryant memperkosanya, sehari sebelum si pemain basket melakukan operasi lutut. Namun kasus ini selesai di luar meja hijau setelah si pegawai hotel menolak memberi kesaksian.

"Ironis? Kobe Bryant memenangi Oscar dalam tahun yang penuh pergerakan #MeToo," tulis sebuah akun Twitter bernama Joe Pardavila.

"Kobe Bryant bergabung dengan jajaran lelaki yang memenangi Oscar sekaligus menjadi tertuduh pemerkosa #MeToo #Oscars," tulis akun Twitter Stephen Miller.

#MeToo adalah gerakan yang muncul setelah terungkapnya kasus Harvey Weinstein. Gerakan ini mengajak para korban pelecehan seksual untuk berani bersuara.

Belakangan ini, kasus pelecehan seksual di Hollywood memang santer dibicarakan setelah Harvey Weinstein dituduh melecehkan ratusan aktris.

Kobe Bryant memenangi Oscar lewat film animasi pendek Dear Basketball
Kobe Bryant memenangi Oscar lewat film animasi pendek Dear Basketball | Paul Buck /EPA
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR