Loenpia Jazz 2017, hidupkan kembali pusat kesenian kota Semarang

Usai konferensi pers Loenpia Jazz 2017
Usai konferensi pers Loenpia Jazz 2017
© Randi

Hadirnya Loenpia Jazz 2017 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) diharapkan bisa kembali memberikan napas kebudayaan pada taman seluas 89.926 meter persegi ini.

Dibangun pada 1998, TBRS awalnya berdiri dengan nama Museum Raden Saleh yang terdiri dari empat gedung utama, yakni Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho, Kantor Pengelola TBRS, Gedung Serba Guna, Kantor Dewan Kesenian Semarang (Dekase), serta beberapa bangunan pendopo berbentuk joglo. Pembangunan taman ini tentu bukan tanpa tujuan, TBRS didirikan dengan harapan akan menjadi pusat seni dan budaya kota Semarang, Jawa Tengah.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, TBRS mulai sepi pengunjung. Seakan taman tersebut hanya menampilkan pertunjukan lawas yang tak menarik minat generasi muda.

Kini, TBRS kembali difungsikan sebagaimana tujuan awal tempat ini didirikan. Adalah komunitas musik bergenre Jazz serta inisiator lokal yang ingin menghidupkan kembali taman ini.

"Kami ingin menghidupkan dan mengembalikan fungsi asli Taman Budaya Raden Saleh. Sekarang ini fungsi budayanya sudah tidak begitu terlihat. Nah, makanya kita bikin Loenpia Jazz agar nilai budaya yang mulai redup dapat kembali hadir di taman ini," ungkap Katarina A. Hadriani, steering committee Loenpia Jazz 2017.

Adanya Loenpia Jazz 2017 di TBRS tentu juga diharapkan dapat berimbas positif pada kesenian lokal di Semarang, "...tidak semua budayawan ada di situ, yang masih bertahan hanya Ngesti Pandawa. Makanya kami ingin ajak musisi, dan teman-teman kami untuk ke sana".

Asa serupa juga diutarakan oleh musisi Andre Hehanusa. Menurutnya, ajang yang baru pertama kali diikutinya ini bisa menjadi wadah pencinta musik Jazz sekaligus mengenal budaya asli kota mereka.

"Saya memang bukan penyanyi jazz. Tapi karena saya beberapa kali tampil di event jazz, seperti di Java Jazz, saya tertarik ikutan acara ini untuk pertama kalinya. Menurut saya, Loenpia Jazz ajang yang keren buat melestarikan budaya asli kota ini," tukas Andre saat konferensi pers di Semarang.

Andre juga memberikan bocoran tentang acara besok (20/5), "Saya kasih bocoran kalau besok saya akan membawakan salah satu lagu baru saya berjudul "All about love."

Penampil pada Loenpia Jazz 2017

Ajang Loenpia Jazz 2017 akan digelar pada 20 Mei 2017, di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang. Ajang musik yang telah kali keenam digelar ini mengundang musisi nasional, seperti Andre Hehanusa, Yura Yunita, Monita Tahalea, Ubay, Edwin Putro Trio, Youniverse, serta grup kasidahan era 1975, NASIDARIA.

Dengan biaya tiket Rp30.000,- pengunjung akan dimanjakan oleh hampir 50 artis, 200 musisi, dan komunitas lokal. Tak hanya sajian musik Jazz, pengunjung dapat menyaksikan pergelaran Wayang Orang dari Ngesti Pandowo dengan lakon Parto Kromo.

Bagi Anda penikmat musik jazz yang ingin mendapatkan hiburan paket lengkap yang juga diisi dengan kesenian ala Semarang, dapat mengunjungi Taman Budaya Raden Saleh mulai pukul 14.00 hingga 00.00 WIB nonstop. Acara ini juga akan diramaikan open booth official merchandise Loenpia Jazz bagi Anda yang ingin menikmati animo saat acara utama sedang bergulir.

Catatan redaksi: Beritagar.id adalah mitra media acara Loenpia Jazz 2017
MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.