FILM INDONESIA

Love for Sale 2 berfokus pada Arini

Della Dartyan, pemeran Arini dalam film Love for Sale 2, saat jumpa pers di Kantor Visinema Group, Cilandak, Jakarta Selatan (4/9/2019)
Della Dartyan, pemeran Arini dalam film Love for Sale 2, saat jumpa pers di Kantor Visinema Group, Cilandak, Jakarta Selatan (4/9/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Ada yang sedikit berubah sejak awal Love for Sale 2 (LfS 2) dipromosikan kepada khalayak. Sosok Arini yang diperankan Della Dartyan menjadi lebih dominan.

Perubahan yang sudah terendus sejak tim promosi dan pemasaran Visinema Pictures meluncurkan kampanye mencari Arini, merilis materi teaser poster, hingga teaser film di YouTube.

Saat menggelar jumpa pers di Visinema Group, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan (4/9/2019), Angga Dwimas Sasongko selaku eksekutif produser tegas mengatakan bahwa Arini memang menjadi fokus penceritaan kali ini.

“Kalau film ini mengikuti perjalanan Richard mencari Arini, jadinya seperti seri petualangan. Kali ini kami ingin penonton lebih mengenal siapa Arini,” ujar Angga.

Penghabisan cerita dalam film Love for Sale yang tayang tahun lalu menyisakan Richard Achmad yang bertualang dengan sepeda motor. Sementara Arini pamit tanpa pesan. Hilang tak berbekas.

Berbagai tafsir yang muncul setelahnya adalah Richard mengembara mencari Arini. Perempuan yang dikenalnya melalui aplikasi mencari jodoh Love, Inc. itu berhasil membuatnya jatuh hati.

“Dalam film pertama kita tidak pernah melihat gambaran Arini secara utuh. Seolah dia hanya petugas dari sebuah aplikasi. Padahal laiknya tokoh manusia, Arini juga punya kedalaman karakter dan cerita. Kami ingin mengeksplorasi sisi tersebut,” tambah Angga.

Ditambahkan Andibachtiar Yusuf selaku sutradara dan penulis skenario bersama M. Irfan Ramli, posisi Arini yang awalnya tokoh pendamping pada film pertama naik tingkat dalam sekuel kali ini.

“Arini yang menjadi tokoh utama. Lengkap dengan unsur-unsur manusia yang dimilikinya, bukan lagi seperti mesin,” kata Ucup, sapaan akrab Andibachtiar.

Della yang didaulat menjadi pemeran utama mengaku tertantang dengan porsi yang diterimanya kali ini. Pun dengan demikian membuatnya harus menanggung beban lebih berat.

Pertemuan Arini dengan keluarga juga membuat materi penceritaan LfS 2 menjadi lebih kaya dan kompleks.

Termaktub dalam siaran pers, film ini mengisahkan Arini yang kini mengganti nama belakangnya dari Kusuma menjadi Chaniago saat berkenalan dengan Rosmaida, pemilik rumah kontrakan sekaligus ibu Indra Tauhid alias Ican.

Laiknya Richard, Ican juga menggunakan jasa Arini melalui aplikasi Love, Inc. demi menghentikan teror pertanyaan “kapan kawin” yang tak henti ia terima dari ibunya.

Seiring berjalannya waktu, Rosmaida jatuh hati kepada Arini dan dengan bangganya memperkenalkan Arini sebagai calon menantu kepada kawan-kawan Ican.

Kehadiran Arini berhasil membuat hubungan keluarga Ican yang awalnya berjarak kembali menjadi akrab. Alhasil pelan-pelan tumbuh perasaan cinta di hati Ican.

Apa yang kami hadirkan dalam film ini akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda dibandingkan yang pertama, tapi tetap memiliki momen-momen hangat seperti Love for Sale pertama,” pungkas Angga.

Menampilkan kesamaan momen tersebut bisa diwujudkan lantaran konsep yang diusung LfS 2 tidak berbeda jauh dengan pendahulunya. Masih tentang seorang pria yang menemukan cintanya pada sosok Arini.

“Bedanya di sini pria yang mencari cinta itu tidak hidup sendirian seperti Richard, tapi bersama anggota keluarganya. Usianya juga lebih muda,” jelas Ucup.

(MASIH BUKAN) OFFICIAL TEASER LOVE FOR SALE 2 /Visinema Pictures
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR