FILM INDONESIA

Love for Sale 2 berpusat pada konflik keluarga

Penampilan keluarga Sikumbang dalam film Love for Sale 2
Penampilan keluarga Sikumbang dalam film Love for Sale 2 | Visinema Pictures /Beritagar.id

Film Love for Sale (2018) begitu menancap dengan kisah yang mantap. Naskah garapan Andibachtiar Yusuf mengenai seorang jomlo akut yang mencari pacar bohongan menjadi pemenang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Sekuelnya akan segera tayang. Jika film pertama lebih seperti drama percintaan seorang lelaki dan perempuan yang dibalut komedi, Love for Sale 2 punya tema besar tentang hubungan antara seluruh anggota keluarga.

Indra Tauhid Sikumbang alias Ican (Adipati Dolken) terus berdebat dengan ibunya, Rosmaida (Ratna Riantiarno). Ros ingin anak keduanya itu menyusul dua saudara lelakinya yang sudah menikah. Suatu hari, Ican ingin mengakhiri perselisihan dengan ibunya.

Ia nekad membawa calon menantu palsu yang disewa melalui aplikasi Love, Inc. Datanglah Arini (Della Dartyan), yang diperkenalkan Ican sebagai mantan pacarnya zaman kuliah. Dalam film pertama, Arini diperkenalkan sebagai Arini Kusuma. Kali ini, Arini memperkenalkan dirinya sebagai Arini Chaniago, demi menyenangkan Ros yang berdarah Minang.

Namun, konflik pada film kedua tak melulu mengenai Ican dengan Arini. Film sekuel yang masih digarap sutradara Andibachtiar Yusuf ini menampilkan hubungan dua saudara lelaki Ican dengan ibunya.

Kakak tertua adalah Anandoyo “Ndoy” Tauhid Sikumbang (Ariyo Wahab). Sebagai anak sulung, ia harus memberi contoh baik pada keluarga. Ndoy jadi anak penurut; ia bahkan jadi PNS karena nasihat sang ibu. Namun, Ndoy mengawini Maya (Putri Ayudya), seorang janda beranak dua. Hal ini tidak direstui Ros, yang terus menyindir Maya setiap ada kesempatan.

Sementara, anak termuda adalah Yunus “Buncun” Tauhid Sikumbang (Bastian Steel). Si bontot ini terkena pergaulan bebas dan narkoba, sehingga hidupnya berantakan. Di usia yang masih amat belia, Buncun harus menikah dengan Endah (Taskya Namya) karena terlanjur menghamilinya.

Konflik-konflik dalam keluarga Sikumbang disajikan dengan gamblang ketika mereka sedang makan. Maklum, mereka berdarah Minang, yang masakannya dikenal di seluruh Nusantara, bahkan diakui dunia internasional.

Selain itu, konflik-konflik yang ditampilkan Ucup sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya; betapa sinis sikap seorang mertua terhadap menantunya, ibu yang sangat konservatif dalam memandang kehidupan, abang tertua yang menjadi harapan keluarga, hingga anak kedua yang lebih memilih kerja “enggak jelas” di industri kreatif ketimbang jadi PNS seperti kakaknya.

Tak lupa konflik utama yaitu perselisihan antara orangtua dan anak; ketika orangtua menginginkan anaknya menikah sesegera mungkin, padahal si anak juga punya alasan tersendiri mengapa belum menikah.

Semua itu natural dan dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan. Bahkan, sebagian mungkin dialami sendiri oleh penonton. Ucup juga menampilkan latar lokasi yang amat pas; sebuah gang kecil di daerah urban padat penduduk, daerah Jakarta Timur.

Rupanya, relevansi Love for Sale 2 dengan kehidupan nyata dipengaruhi oleh kisah yang bersumber dari sang sutradara. Seperti film pertama, Love for Sale 2 juga ditulis Ucup.

“Ini biopiknya bang Ucup,” kelakar Della Dartyan saat berkunjung ke kantor Beritagar.id di Tanah Abang pada Selasa (1/10/2019). Di tengah keluarganya yang agak kolot, Ucup menjadi sineas. Ini mirip dengan tokoh Ican yang memilih bekerja di industri kreatif.

Tak heran jika Love for Sale 2 terasa dekat dengan penonton, ketimbang film pertama.

Bagaimana hubungan tiga kakak beradik Sikumbang dengan ibunya, begitu sosok mengagumkan nan sempurna bernama Arini Chaniago hadir dalam kehidupan mereka? Untuk mengetahui jawabannya, tentu Anda harus menonton saat Love for Sale 2 tayang, mulai 31 Oktober 2019.

OFFICIAL TRAILER LOVE FOR SALE 2 | 31 OKTOBER 2019 DI BIOSKOP /Visinema Pictures
Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media film Love for Sale 2
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR