ALBUM MUSIK

Madonna dan perancang Indonesia di video baru Ariana Grande

Ariana Grande saat bernyanyi dalam acara March For Our Lives di Washington DC, AS (24/3/2018).
Ariana Grande saat bernyanyi dalam acara March For Our Lives di Washington DC, AS (24/3/2018). | Jim Lo Scalzo /EPA-EFE

Hanya berselang dua bulan setelah musik video dari lagu "No Tears Left To Cry" diluncurkan, Ariana Grande kembali beraksi. Masih dari album yang sama, Sweetener, perempuan berusia 25 tahun ini meluncurkan musik video dari lagu "God Is A Woman" pada Jumat (13/7/2018) siang waktu Amerika Serikat.

Awalnya, banyak yang menyebut bahwa lagu favorit Grande dalam album yang akan diluncurkan pada 17 Agustus 2018 ini bukanlah tipe yang mudah didengar dan dicerna. Banyak kata-kata yang dianggap memiliki pesan tersembunyi.

Diluncurkannya video musik dari album studio keempatnya itupun membuat para pendengar berharap akan mendapatkan jawaban.

Namun, seperti dilansir Bustle, videonya ternyata justru tak kalah membingungkan. Banyak simbol, visual imajiner, serta gambar berbau seksualitas yang tak masuk akal.

Elle.com menerjemahkan gambar-gambar tersebut sebagai usaha Grande dalam menunjukan sisi feminisnya. Hal ini terlihat dari ketika video baru dimulai, Grande tampak menari di tengah galaksi, mengisyaratkan betapa berkuasanya para perempuan.

Ada pula adegan saat perempuan yang juga dikenal sebagai aktris ini menjelma menjadi Tuhan seperti dalam lukisan karya Michelangelo: Creation of Adam.

Menjelaskan hal ini, The Guardian pun berpendapat bahwa Ariana Grande sebenarnya hanya ingin mencoba memberi gambaran bagaimana jika Tuhan bukanlah lelaki, seperti yang banyak diisyaratkan oleh beberapa agama. Padahal, ada juga agama yang mengajarkan bahwa "Tuhan bukanlah lelaki atau perempuan: dia adalah Tuhan".

Lagu yang dilantunkan oleh perempuan yang akrab disapa Ari ini pun diduga akan mendapat kecaman oleh kaum misoginis.

Ariana Grande - God is a woman /ArianaGrandeVevo

Cara Grande mengatasi kebencian tersebut pun tampaknya telah dipersiapkan dalam video. Pada menit ke 0.44 terlihat bagaimana ia menjadi besar, duduk menatap ke bawah, tempat para pembenci yang sibuk mencaci berada.

Para pembenci tersebut digambarkan sebagai lelaki, yang kerap membenci padahal juga memperoleh susu dari kaum perempuan.

Seolah masih kurang akan kejutan, pada menit ke 2.27 terdengar suara penyanyi senior Madonna hadir mengisi seolah menjelma menjadi Tuhan yang tak berwujud. Ia mengucapkan kata-kata yang persis sama seperti yang pernah dilakukan Samuel L. Jackson pada film Pulp Fiction (1994), yang juga diambil dari salah satu ayat Alkitab.

"I will strike down upon thee, with great vengeance and furious anger, those who attempt to poison and destroy my sisters, and you will know my name is the lord, when I lay my vengeance upon you."

Tak hanya pesan soal feminisme dan agama, beberapa adegan disebut-sebut sengaja menampilkan hal yang digemari Grande. Misalnya pada saat ia muncul berlatar belakang ilustrasi anjing berkepala tiga. Mirip dengan tokoh Fluffy dalam cerita fiksi Harry Potter.

Dalam ulasan Billboard disebutkan, adegan ini bisa jadi memang terinspirasi dari novel karangan J. K. Rowling itu, karena Ariana Grande dikenal sebagai potterhead, alias pecinta berat Harry Potter.

Selain cerita fiksi, apalagi yang identik dengan Grande kalau bukan soal mode. Khusus pada bagian ini, sekali lagi nama Indonesia diharumkan. Pasalnya, kacamata besar yang dikenakan Grande pada menit ke 2.07 ternyata merupakan rancangan Rinaldy A. Yunardi.

Seperti beberapa proyek terdahulu, perancang yang akrab disapa Yung Yung ini awalnya tak mengetahui apabila kacamata buatannya akan dikenakan oleh Grande.

"Ini sangat surprise, oh my God, Puji Tuhan, enggak menyangka sekali, karena biasanya kan artis senior, tapi akhirnya bisa menyasar anak muda," ucap Yung Yung kepada VIVA.

Lelaki kelahiran Medan, Sumatra Utara, ini bercerita bahwa ia menitipkan karyanya di butik The Clique di Hongkong dan segala sesuatunya diserahkan kepada Faye Liu, direktur dan konsultan mode untuk butik tersebut.

"Itu sudah full-set desainnya. Aku kirim ke Hongkong, mungkin kira-kira sekitar setahun yang lalu lah. Lalu disiapkan sama tim di sana, cocok sama Ariana lalu kirim deh ke Amerika," tutur Yung Yung, dikutip Okezone.

"Ini sih buatnya dari mulai sketsa kasar sampai betul-betul jadi, kira-kira dua mingguan. Material bahannya tetap lah ya itu pakai metal, lalu ukiran logam, kaca lensanya khusus sih, terus baru aku hias taburan batu-batu kristal."

Ia menambahkan, ada artis internasional lain yang juga bakal mengenakan karyanya, tetapi ia belum bisa menyebutkan nama artis tersebut.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR