FILM INDONESIA

Manoj tak gentar Ayat-Ayat Cinta 2 bentrok dengan Star Wars VIII

Manoj Punjabi (tengah) bersama aktor Fedi Nuril (kiri) dan penulis novel Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy saat konferensi pers AAC2 di Mall Senayan City, Jakarta Pusat (7/7/2017).
Manoj Punjabi (tengah) bersama aktor Fedi Nuril (kiri) dan penulis novel Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy saat konferensi pers AAC2 di Mall Senayan City, Jakarta Pusat (7/7/2017). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Film Ayat-Ayat Cinta menandakan fenomena baru di Indonesia saat pertama kali tayang pada Februari 2008. Karya sutradara Hanung Bramantyo ini mampu meraih 3,6 juta penonton, menjadikannya film terlaris di Indonesia sepanjang masa, meski selang beberapa bulan kemudian gelar itu direbut Laskar Pelangi.

"Kalau saya nggak bikin sekuelnya, saya orang gila," ujar produser Manoj Punjabi kepada Beritagar.id di tengah ramainya Mall Senayan City, Jakarta Pusat (7/7/2017). Saat itu ia bersama MD Entertainment mengadakan konferensi pers untuk mengungkap pemeran wanita dalam Ayat-Ayat Cinta 2 yang tayang Desember mendatang.

Manoj mengklaim Ayat-Ayat Cinta merupakan film Indonesia pertama yang jumlah penontonnya bisa mengalahkan Titanic (1997). Film garapan James Cameron itu meraih 3,5 juta penonton di negeri ini.

Oleh karena itu, ia merasa tidak takut dengan penayangan Ayat-Ayat Cinta 2 yang bisa saja bentrok dengan Star Wars Episode VIII: The Last Jedi. Di Amerika Serikat, film kedelapan saga Star Wars itu tayang pada pertengahan Desember --biasanya untuk calon blockbuster seperti ini, jadwal Indonesia takkan berbeda jauh dari AS.

"Saya nggak takut dengan Star Wars. Saya pikir Star Wars di sini nggak luar biasa juga. Malah, lebih besar Fast and Furious. Bagi saya mau lawan film asing apapun kalau film saya kuat, saya bisa," jelas pria berumur 44 itu tanpa terbersit sedikit pun nada keraguan dalam suaranya.

Ia merasa jenama Ayat-Ayat Cinta begitu luar biasa. Sebuah warisan yang sudah berumur nyaris satu dekade, tapi belum lekang dimakan waktu. Contohnya, Anda mungkin masih hafal betul dengan lirik dan nada "Ayat-Ayat Cinta" yang dinyanyikan Rossa sebagai lagu tema film ini.

Tentu dengan jenama yang sedemikian populer, Manoj berharap filmnya bisa memperoleh jumlah penonton yang tinggi. "Sekarang begini, kemauan dan keyakinan beda lho. Semua mau filmnya meledak, tapi kita kan harus punya realitas, filmnya ada isinya nggak?"

Sebetulnya ia belum bisa yakin benar, sebab syuting Ayat-Ayat Cinta 2 baru dimulai akhir bulan ini hingga pertengahan September. Keyakinan Manoj datang dari naskah karya Alim Sudio dan Ifan Ismail, yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Habiburrahman El Shirazy.

Soal perkiraan ongkos produksi ia tak mau buka-bukaan. Yang pasti, bujet yang dipersiapkan di atas Rp15 miliar. Syutingnya saja berlangsung di banyak tempat. Kota Edinburgh (di negeri Skotlandia), London (Inggris), dan Budapest (Hungaria), serta tentu saja Jakarta.

Syuting di Eropa itu bakal berlangsung selama 25 hari. "Biasanya saya pergi bikin film hanya 2-4 hari. Hanya untuk dapat feel luar negeri saja. Kali Ini saya mau dapat rohnya. Setting luar negeri dapat, nggak hanya tempelan," ungkap pria berdarah India ini.

"Cost film ini salah satu yang tertinggi dari MD, karena saya mau all out, tidak ada kompromi. Saya harap film ini bisa jadi standar baru untuk film Indonesia."

Bukan hanya untuk Indonesia, Manoj menyatakan film pertama mendapat respon bagus di Malaysia. Untuk menghargai penonton negeri jiran, ia mengikutsertakan dua pemain pendukung dari Malaysia. Manoj belum mengungkap siapa, tapi ia memastikan peran mereka cukup banyak dalam Ayat-Ayat Cinta 2.

Ayat-Ayat Cinta 2 masih mengikuti petualangan cinta Fahri (Fedi Nuril) yang kini tinggal di Edinburgh dan menjadi dosen. Ia sendirian, karena sang istri Aisha (di film pertama diperankan Rianti Cartwright) menghilang saat meliput daerah konflik.

Fahri berusaha menghilangkan rasa sedihnya dengan menyibukkan diri sebagai dosen dan pengusaha sekaligus berusaha memperbaiki citra Islam di Inggris. Di tengah kesendirian, tiga wanita tiba-tiba masuk dalam kehidupannya.

Ada Keira (Chelsea Islan), tetangga Fahri yang jago biola dan tak suka pada umat Muslim karena ayahnya tewas akibat insiden teror di London pada 2005. Lalu Hulya (Tatjana Saphira), mahasiswi pasca-sarjana yang juga sepupu Aisha dan juga berdarah Turki-Jerman.

Yang terakhir, Sabina (Dewi Sandra), wanita misterius bercadar yang berprofesi sebagai pengemis, menambah buruk nama umat Muslim di kota tempat Fahri tinggal.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR