FILM INDONESIA

Mantan Manten bukan film cinta-cintaan biasa

Penampilan aktris Atiqah Hasiholan dalam film Mantan Manten
Penampilan aktris Atiqah Hasiholan dalam film Mantan Manten | Visinema Pictures

Satu lagi film nasional dengan tema percintaan yaitu Mantan Manten. Namun, film buatan rumah produksi Visinema Pictures ini mencoba mengembangkan sisi lain dari cinta-cintaan.

“Cerita cinta kan biasanya fokus sama hubungan,” ujar produser Kori Adyaning dalam konferensi pers usai Gala Premiere Mantan Manten di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (1/4/2018).

Ia mengklaim, unsur cinta dalam Mantan Manten lebih universal. Film ini mengenai cinta terhadap diri sendiri; bagaimana seorang individu berjuang menghadapi cobaan terbesar dalam hidupnya dan harus menghadapi sebuah tradisi yang tak ia kenal.

Menurut Kori, cerita Mantan Manten jarang ditemukan di film-film lain yang juga bertema cinta. Gagasan cerita muncul empat tahun lalu, berasal dari Farishad “Echa” Latjuba, yang juga menjadi sutradara Mantan Manten

Ide cerita yang digagas Echa dipermak oleh penulis naskah Jenny Jusuf untuk menjadi naskah utuh. Jenny dipandang sebagai orang yang tepat.

Ini dipandang fakta bahwa penulis berusia 35 itu pernah menulis naskah dua film Filosofi Kopi untuk Visinema Pictures, rumah produksi yang didirikan produser Anggia Kharisma bersama suaminya, sineas Angga Sasongko.

Produser Anggia Kharisma ketika ditemui Beritagar.id dalam Gala Premiere Mantan Manten di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (1/4/2018).
Produser Anggia Kharisma ketika ditemui Beritagar.id dalam Gala Premiere Mantan Manten di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (1/4/2018). | Indra Rosalia /Beritagar.id

“Jenny tertarik sekali dengan isu women empowerment. Pengalaman Jenny bisa bikin cerita yang lebih solid dan relevan. Itu yang membedakan cerita cinta ini dengan yang lain,” tutur Anggia.

“Saya mengawinkan tradisi manten Jawa dan modernis dari sisi feminimnya,” ungkap Jenny. Itu juga jadi pembeda antara Mantan Manten dan film lain.

“Ada orang yang bisa menerima dan melakukan 100 persen apa yang selalu dilakukan generasi lampau. Ada juga yang merasa tradisi itu selalu membatasi. Setiap orang beda-beda dan itu tak bisa digeneralisir,” tutur Jenny.

Sisi feminim diangkat Jenny dengan gagasan mengenai apa yang dilakukan seorang perempuan dalam titik paling krusial dalam hidupnya. Ini kerap dilakukan Visinema dalam film-filmnya.

“Visinema mau mengangkat tema resilient (ketabahan, red.), ketika seorang individu menghadapi masalah dalam hidupnya,” jelas Anggia.

Selain ketabahan hati seorang perempuan, Mantan Manten juga membawa tema tradisi yang terus tergerus kemajuan zaman.

Mantan Manten mengisahkan Yasnina alias Nina (diperankan Atiqah Hasiholan), perempuan modern yang hidupnya sempurna dan sudah bertunangan dengan Surya (Arifin Putra), lelaki tampan dan kaya raya.

Namun, hidup Nina bertolak 180 derajat setelah ia dikhianati calon mertuanya, Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus investasi. Harta Nina hampir habis, kecuali sebuah vila di Tawangmangu, Jawa Tengah.

Untuk mengambil kembali vila tersebut, Nina harus menjadi asisten seorang dukun manten pengantin bernama Maryanti (Tutie Kirana). Dari orang kota yang serba modern, Nina harus mempelajari ilmu paes yang serba tradisional.

“Aku suka banget bagaimana budaya Jawa dikawinkan dengan ceritanya tanpa melupakan tradisi paes itu,” ujar Anggia.

Kebetulan, belum lama ini Kori menikah dengan adat Jawa. “Riset dilakukan di pernikahan dia. "Kita bisa belajar, paes itu seperti apa,” tutur Anggia.

Mantan Manten akan tayang pada Kamis (4/3/2019).

MANTAN MANTEN - OFFICIAL TRAILER | 4 April 2019 di Bioskop /Visinema Pictures
Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media film Mantan Manten.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR