FILM INDONESIA

Mantan Manten, kolaborasi produser Love for Sale dan Keluarga Cemara

Aktris Atiqah Hasiholan berakting dalam sebuah adegan film Mantan Manten
Aktris Atiqah Hasiholan berakting dalam sebuah adegan film Mantan Manten | Visinema Pictures

Visinema Pictures kembali siap merilis karya baru. Pada Rabu (6/3/2019), rumah produksi penghasil film Filosofi Kopi (2015) itu telah merilis cuplikan film Mantan Manten di Youtube.

Mantan Manten merupakan kolaborasi dua produser sukses dari Visinema yaitu Anggia Kharisma dan Kori Adyaning. Dua film dari dua produser ini, terbilang sukses.

Anggia menangani Keluarga Cemara, yang saat ini masih duduk di posisi kedua film terlaris 2019 dengan 1,7 juta penonton. Sementara, Kori memproduseri Love For Sale, film yang mendatangkan Piala Citra kategori Aktor Terbaik untuk pemeran utamanya, Gading Marten.

Aktris Atiqah Hasiholan menjadi titik pusat utama dalam film Mantan Manten. Perempuan berusia 37 ini memerankan Yasnina “Nina”, seorang manajer investasi yang tengah berada di puncak karier. Hidupnya sempurna. Ia dicintai Surya (Arifin Putra), tunangan yang tampan dan kaya raya.

Namun, hidup Nina bertolak 180 derajat setelah ia dikhianati Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus investasi. Harta Nina habis tak bersisa. Rencananya untuk menikah dengan Surya juga di ujung tanduk, karena Iskandar adalah calon mertuanya.

Harapan terakhir muncul ketika Ardy (Marthino Lio), mantan asisten Nina, mengingatkan bahwa mantan bosnya itu punya sebuah villa di Tawangmangu, Jawa Tengah. Properti itu tak disita, karena belum pindah nama.

Namun untuk mengambil kembali villa tersebut, Nina harus menjadi asisten seorang dukun manten pengantin bernama Marjanti (Tutie Kirana). Dari orang kota yang serba modern, Nina harus mempelajari ilmu paes yang serba tradisional.

Selain aktor-aktris di atas, Mantan Manten juga diperkuat Oxcerila “Oxcel” Paryana, Dodit Mulyanto, Ria Irawan, dan Arswendi Nasution.

Naskahnya ditulis oleh Farishad Latjuba & Jenny Jusuf. Nama kedua sudah pernah bekerjasama dengan Visinema Pictures dalam Filosofi Kopi The Movie (2015) dan Filosofi Kopi the Movie 2: Ben & Jody (2017).

Selain menulis, Farishad juga menjadi sutradara Mantan Manten. Film ini akan menjadi film panjang bioskop keduanya setelah Mantan Terindah (2014), drama yang dibintangi Karina Salim dan Edward Akbar.

Mantan programmer dan analis sistem ini merupakan sutradara Durian (2003), karya pertama yang melanglang buana ke berbagai festival film pendek dunia, dari Dresden di Jerman hingga Mar Del Plata, Argentina.

Film Mantan Manten akan rilis di seluruh bioskop Indonesia pada 4 April 2019.

Kental budaya Jawa

Film ini sangat kental dengan budaya Jawa. Itu pemikiran yang muncul saat Beritagar.id menontonnya di Kinosaurus, Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/3/2019). Terutama ilmu paes, yang diamalkan karakter Marjanti dengan ikhlas tanpa pamrih.

Apa itu paes, yang memegang peranan penting dalam Mantan Manten?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “paes” berarti mempercantik muka (pengantin perempuan dan sebagainya) dengan menggunakan bahan-bahan kosmetik dengan cara-cara serta bentuk tertentu.

Jika melihat mempelai perempuan dalam adat pernikahan Jawa, dahinya dihias dengan lekukan-lekukan berwarna hitam atau hijau. Itulah paes, hasil kerja dukun manten dalam merias mempelainya. Dalam film Mantan Manten, paes yang diperlihatkan adalah paes Solo.

Meski begitu, dukun manten bukan sekadar penata rias (make up artist) modern, yang biasanya hanya merias saja.

Film ini memperlihatkan bahwa dukun manten merupakan tugas mulia, bahkan cenderung mistis. Ia harus memiliki keterampilan dan keahlian untuk berdoa, dengan berbagai sesajen. Sebelum merias, dukun manten hanya boleh makan nasi putih dan air putih saja, selama beberapa hari.

Saat pengantin sedang dipaes, dukun manten mengucapkan mantra, agar pernikahannya berjalan lancar.

MANTAN MANTEN - OFFICIAL TRAILER | 4 April 2019 /Visinema Pictures
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR