MUSIK INDONESIA

Marcell Siahaan napak tilas 17 tahun kariernya

Marcell Siahaan saat tampil di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan (31/7/2019)
Marcell Siahaan saat tampil di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan (31/7/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Tercebur secara tidak sengaja. Itulah kalimat yang diucapkan Marcell Siahaan (41) saat Beritagar.id memintanya menapak tilas awal mula kariernya sebagai penyanyi 17 tahun silam.

Saat itu sedang berlangsung konferensi pers dalam rangka persiapan konser tunggal perdananya yang bertajuk "Marcell Tujuh Belas" di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan (31/7/2019).

Dikisahkan pelantun tembang "Semusim" itu, sekitar tahun 2001 ia baru menyelesaikan skripsi sebagai mahasiswa jurusan sarjana hukum.

"Waktu itu niatnya ingin jadi pengacara atau pakar hukum sambil tetap main musik. Kebetulan saya masih tergabung dalam band The Experimental Jetset juga waktu itu," cerita Marcell.

Band The Experimental Jetset merupakan petualangan kedua Marcell dalam ranah musik "bawah tanah".

Sebelumnya ia menjadi drummer kelompok musik Puppen, pengusung genre hardcore asal Bandung, kurun 1992-1998.

Marcell melanjutkan, ketika masa menimbang itu, terbersit niat melanjutkan studi ke luar negeri.

"Sama sekali tidak berpikir untuk jadi penyanyi. Sebelumnya memang saya beberapa kali menyanyi, tapi hanya dalam lingkup acara-acara kampus," tambahnya.

Selain menggilai musik ingar bingar, pria plontos yang diberkati suara merdu ini sebenarnya sempat pula bergabung dengan beberapa kelompok akapela yang bertumpu pada kemampuan vokal, seperti Six of One, Falz No Boyz, dan Smooth.

Ternyata saat beberapa kali tampil sebagai penyanyi itu, ada seorang sahabatnya yang menyaksikan.

"Dia adalah adiknya Melly Goeslaw. Dari dia juga saya dapat info bahwa ada solis perempuan namanya Shanty mau bikin album kedua berjudul Persembahan dari Hati. Problemnya adalah, jarak antara album pertama dan kedua milik Shanty terlalu jauh. Sekitar dua tahun," kenang Marcell.

Kemudian muncul inisiatif dari Warner Music Indonesia, label rekamannya Shanty waktu itu, untuk merilis single sebagai jembatan menuju album kedua.

Rencana awal sebenarnya Shanty hendak diduetkan dengan Armand Maulana (vokalis Gigi) atau Andy (vokalis /rif).

Musabab waktu kala itu tidak cukup untuk menciptakan lagu baru, diputuskan mengambil “Hanya Memuji” yang notabene lagu dari album pertama Shanty.

Aslinya Shanty hanya menyanyi sendiri dalam lagu ciptaan Melly tersebut. Agar terasa segar dibuatkan versi duet.

Karena terus dibujuk untuk mencoba, Marcell akhirnya mengirimkan rekaman demo suara.

"Iseng-iseng saja. Saya rekaman bikin demo dengan sistem todong langsung ditemani sahabat saya, Mike Hutagalung, yang memainkan piano."

Marcell mengirimkan demo menyanyikan beberapa lagu. Salah satunya lagu "Back at One" dari Brian McKnight.

Kelar rekaman ala kadarnya tadi, demo suara dikirim ke Jakarta. Tanpa dinyana, para petinggi label rekaman dan Melly menyukai warna suara Marcell. “Kaget lah saya. Padahal tidak punya ekspektasi apa-apa," aku Marcell.

Setibanya di Jakarta, berbagai agenda pertemuan telah menanti. Termasuk jadwal rekaman yang didampingi Irvan Natadiningrat sebagai vocal director.

Kadung terpincut sejak awal, label rekaman Warner Music Indonesia langsung menyodori Marcell kontrak rekaman untuk tiga album sekaligus.

“Sempat kaget, tapi saya berkeputusan untuk mengambil kesempatan tersebut. Karena saya yakin, lewat peluang ini saya bisa melakukan banyak hal dalam hidup saya,” kata Marcell.

Kini Marcell sudah menelurkan tujuh album dan belasan lagu yang menjadi hit.

Untuk memperingati 17 tahun perjalanan kariernya sebagai penyanyi, untuk pertama kalinya Marcell akan menggelar konser tunggal pada 18 Oktober 2019 di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, yang berkapasitas sekitar 1200 orang.

"Semoga semua yang datang nanti bisa bersenang-senang dengan saya," pungkas Marcell.

Shanty feat. Marcell - Hanya Memuji (Official Music Video) /Warner Music Indonesia
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR