FILM INDONESIA

Marlina kembali dapat prestasi internasional

Marsha Timothy, aktris utama dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.
Marsha Timothy, aktris utama dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. | Cinesurya/Kaninga Pictures

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak kembali mencetak prestasi, meski jumlah penontonnya di dalam negeri masih terbilang sedikit, hanya mencapai angka puluhan ribu.

Film karya sutradara Mouly Surya ini memenangi penghargaan NETPAC Jury Award di Five Flavours Asian Film Festival (FFAFF) yang diselenggarakan di Warsama, Polandia, pada 15-22 November. Alasan kemenangan Marlina adalah visi tunggal yang unik dalam film tersebut.

"Terutama dalam kualitas gayanya, menggunakan ikonografi genre Western yang ditransformasikan ke dalam lanskap Asia kontemporer. Ini istimewa dan menantang, serta disertai dengan kualitas luar biasa, khususnya penyuntingan dan desain suara," demikian pernyataan resmi FFAFF.

Festival film ini sudah diselenggarakan oleh Arteria Art Foundation selama 11 tahun, memutar film-film dari Asia Tenggara dan Selatan yang tidak akrab dengan penduduk Polandia.

Pernyataan resmi dari FFAFF juga memuji sang sutradara. "Tidak diragukan lagi, saat ini Mouly Surya adalah talenta Asia yang luar biasa, dan dia membawa visinya yang khas ke dalam film ini."

Kemenangan ini merupakan bagian dari rentetan prestasi Marlina. Ihwal kesuksesan Marlina berawal dari keberhasilannya menembus kategori Director's Forthnight di Cannes Film Festival di Prancis yang berlangsung pada 17-28 Mei 2017.

Aktris utamanya, Marsha Timothy, memenangi Aktris Terbaik dalam Sitges International Fantastic Film Festival ke-50 di Catalunya, Spanyol, pada 5-15 Oktober. Dalam Festival International du Film de Femmes de Sale (Festival Film Wanita Internasional yang digelar di Sale, Maroko) yang digelar pada 25-30 September, Marlina memenangi kategori Skenario Terbaik.

Pada bulan yang sama, film yang set lokasinya di di daratan kering Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, ini melenggang masuk Toronto International Film Festival (TIFF). Bulan sebelumnya, film tersebut diputar di Melbourne International Film Festival dan New Zealand Film Festival.

Keberhasilan ini membuat Marlina gegap gempita memasuki bioskop komersial Indonesia sejak pekan lalu. Namun jumlah penontonnya tak banyak. Memang, film dengan genre arthouse seperti Marlina cenderung sulit dicerna dan tidak begitu menarik bagi sebagian besar penikmat sinema komersial.

Saat berita ini diterbitkan, data dari FilmIndonesia.or.id menunjukan Marlina baru mengundang 30 ribuan penonton.

Menanggapi hal ini, produser Rama Adi tidak terlalu khawatir. Rama mengaku sudah lama ia dan rekan-rekannya di rumah produksi Cinesurya menunggu-nunggu momen penayangan Marlina di negerinya sendiri.

"Ketika ditayangkan di Cannes banyak invite (dari festival-festival film internasional). Kebanyakan dari mereka maunya premier secara lokal. Mau enggak mau kita harus bersabar sambil menunggu schedule dari bioskop sini," jelas Rama saat ditemui Beritagar.id di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2017).

"Jalan awal yang kami lalui kan jalan internasional. Tapi hati kecil juga pasti pengen banget diapresiasi di negara sendiri," ujar Rama.

Meski jumlah penonton seret-seret saja, menurut suami Mouly Surya ini, respon mereka menggembirakan. Ketertarikan dan rasa ingin tahu penonton, itu yang paling menyenangkan sang produser

"Gue lihat sekarang banyak yang nanya. Di mana-mana gue screening, biasanya penonton pada malu, ini (untuk Marlina) antusias pengen nanya. Itu rasanya sudah kayak kebahagiaan sendiri buat kami," tutur Rama.

Hal yang sama, kebetulan juga didapat Mouly di Polandia. "Pada sesi tanya jawab setelah pemutaran Marlina, banyak penonton yang tertarik dengan konteks kultur Sumba dan Indonesia dari film ini," ujar Mouly dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Kamis (23/11).

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak mengisahkan pencarian keadilan oleh Marlina (Marsha Timothy), seorang janda.

Tak lama setelah kehilangan suaminya, kawanan perampok dipimpin oleh Markus (Egi Fedly) menyerbu rumah Marlina. Mereka mengancam akan memerkosa si janda dengan alasan ia belum membayar biaya pemakaman

Keesokan harinya, Marlina berpamitan dengan mendiang suaminya. Ia keluar rumah, untuk mengarungi sebuah perjalanan dalam mencari keadilan sambil menenteng kepala Markus. Tak dinyana sesosok tubuh tanpa kepala juga menguntit Marlina.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR