FILM INDONESIA

MD Pictures gandeng Mario Kassar demi Foxtrot Six

Foxtrot Six - Official Teaser /MD Pictures

Satu lagi sebuah film Indonesia dengan cita rasa Hollywood akan muncul. Setelah LifeLike Pictures berkolaborasi dengan Fox untuk membuat Wiro Sableng, kini giliran MD Pictures bekerja sama dengan Rapid Eye Production--rumah produksi asal Texas, Amerika Serikat (AS)--akan bikin film aksi berjudul Foxtrot Six.

MD telah merilis video teaser pendek berdurasi 33 detik soal film yang akan tayang pada 2019 itu. Dibintangi Oka Antara, Julie Estelle, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Verdi Solaiman, Arifin Putra, Mike Lewis, dan Aurelie Moeremans, Foxtrot Six digarap sutradara debutan Randy Korompis.

Namun, ada satu nama besar dari Hollywood yang digandeng MD, yakni produser Mario Kassar. Bahkan MD sengaja menampilkan namanya besar-besar dalam awal video teaser yang menunjukkan sejumlah adegan aksi khas film asal Hollywood.

Kehadiran Kassar pun mendongkrak gengsi film ini. Menurut laporan Variety (9/12/2015), anggaran film ini bombastis laiknya karya Hollywood--mencapai 10 juta dolar AS (Rp144,6 miliar).

"Kami kenal (Kassar) 3 atau 4 tahun lalu," ujar Manoj Punjabi, bos MD Pictures kepada detikcom, Rabu (8/8/2018). "Terus ketemu di LA, chemistry nyambung tapi belum ada kesempatan. Finally beliau datang buat Foxtrot Six. Produk Mario Kassar semua favorit movie saya."

Siapa Kassar, film apa saja yang telah ia buat? Rekam jejak lelaki berusia 51 itu tidak main-main. Ia bersama Andrew G. Vajna mendirikan Carolco Pictures pada 1970-an.

Pada 1980, Kassar dan Vajna membeli hak film novel First Blood (1972) karangan David Morrell. Aktor top Sylvester Stallone pun didaulat untuk jadi John Rambo, tokoh utama film berjudul First Blood yang tayang pada 1982.

Film tersebut sukses besar dengan menghasilkan 125,2 juta dolar AS dari seluruh dunia, padahal ongkos produksinya hanya 15 juta dolar AS. Kesuksesan itu memicu Carolco untuk melahirkan dua sekuel.

Pada 1989, Vajna pecah kongsi dari Carolco dan Kassar. Namun; Kassar seolah tak terpengaruh dan tetap berhasil membuat film-film yang meledak di box office dunia seperti Total Recall (1990), Basic Instinct (1992), Cliffhanger (1993), dan yang paling fenomenal adalah Terminator 2: Judgement Day (1991). Film dengan berbagai terobosan di bidang efek spesial itu meraup 520,9 juta dolar AS dari seluruh dunia.

Kassar juga terkenal berani mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Menurut laporan LA Times (23/9/1990), produser asal Lebanon itu membeli pesawat pribadi untuk Arnold Schwarzenegger--bintang utama Terminator. Jet tipe Gulfstream G-III itu punya harga 14 juta dolar AS.

"Mario sangat baik. Dia punya pikiran yang luas, tidak ada batasnya," ujar Schwarzenegger. "Contohnya, (hak memfilmkan) Terminator 2 yang harus ia beli. Orang lain bakal bilang, 'Ini terlalu mahal untuk saya.'"

Selain itu, Kassar juga berani membayar mahal bintang-bintang utama film bikinan Carolco seperti Schwarzenegger, Stallone, dan Michael Douglas. Juga sutradara jagoan seperti James Cameron, Paul Verhoeven, Ridley Scott, dan Oliver Stone.

"Sutradara bagus menarik materi bagus dan materi bagus mengundang talenta bagus," ujar Kassar. Oleh karena ini, ia kurang disukai studio lain lantaran Kassar memicu tren gaji belasan bahkan puluhan juta dolar bagi para aktor terkenal.

"Mereka menetapkan standar dengan membayar uang dalam jumlah besar. Ketika studio lain akan mempekerjakan talenta yang sama, permintaannya terlalu tinggi," ujar Joe Roth, bos 20th Century Fox.

Sayangnya keberanian Kassar berakibat buruk. Meskipun Terminator 2 mendulang banyak dolar, Carolco akhirnya gulung tikar pada 1995.

Kassar sempat pindah ke Paramount dan memproduseri Lolita (1997). Pada 1998, Kassar reuni dengan Vajna mendirikan C2 Pictures.

Namun; setelah melahirkan I Spy (2002), Terminator 3: Rise of the Machines (2003), dan Basic Instinct 2 (2006), perusahaan tersebut bubar.

Pada 2007, Kassar menjual hak film waralaba Terminator pada Halcyon. Ia mendapat bagian 30 juta dolar dan masih terlibat sebagai produser Terminal Salvation (2009).

Sejak Salvation, Kassar mulai mengendurkan diri dari perfilman. Merujuk laman profilnya di IMDB, ia hanya memproduseri The White Death yang diangkat dari kisah nyata seorang penembak jarak jauh asal Finlandia bernama Simo Hayha.

Tidak seperti Foxtrot Six, film The White Death baru sekadar diumumkan. Belum ada daftar nama pemain, sutradara, atau jadwal tayang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR