PIALA OSCAR

Menebak peraih Oscar lewat SAG Awards dan Golden Globe

Aktor Gary Oldman berpose dengan Piala SAG yang ia dapat lewat film Darkest Hours dalam ajang SAG Awards di Los Angeles, Amerika Serikat (21/1/2018).
Aktor Gary Oldman berpose dengan Piala SAG yang ia dapat lewat film Darkest Hours dalam ajang SAG Awards di Los Angeles, Amerika Serikat (21/1/2018). | Mike Nelson /EPA

Ajang Screen Actors Guild Awards (SAG) telah selesai digelar pada Minggu malam (21/1/2018). Acara tahunan yang digelar di Shrine Auditorium, Los Angeles, Amerika Serikat itu seakan makin menegaskan kalau beberapa film dan aktor berkesempatan besar untuk memperoleh Piala Oscar dalam Academy Award yang digelar dua bulan lagi.

Sebab, ada beberapa nama pemenang yang sama dengan acara Golden Globe dua pekan lalu. Golden Globe kerap dianggap sebagai "pemanasan" untuk Piala Oscar. Dengan bertambahnya piala bagi pemenang SAG yang sebelumnya memenangi Golden Globe, tidak akan aneh jika Oscar tahun ini kelak jadi milik mereka.

Siapa saja film dan aktor tersebut?

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri dan dua bintangnya

Dua pemain film Three Billboards, Sam Rockwell (kiri) dan Frances McDormand berpose setelah memenangi SAG Award di Los Angeles, Amerika Serikat (21/1/2018).
Dua pemain film Three Billboards, Sam Rockwell (kiri) dan Frances McDormand berpose setelah memenangi SAG Award di Los Angeles, Amerika Serikat (21/1/2018). | Mike Nelson /EPA

Dalam Golden Globe, film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri memenangi Film Drama Terbaik. Namun tidak ada kategori film terbaik dalam SAG, yang memang bertujuan khusus untuk memberi penghargaan kepada para pemain film.

Kategori paling mendekati film terbaik adalah "Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture" (performa luar biasa para pemain dalam sebuah film) yang dimenangi jajaran bintang film garapan sutradara-penulis skenario Martin McDonagh.

Para pemain film yang berhak membawa piala SAG adalah Abbie Cornish, Peter Dinklage, Woody Harrelson, John Hawkes, Lucas Hedges, Zeljko Ivanek, Caleb Landry Jones, Frances McDormand, Clarke Peters, Sam Rockwell dan Samara Weaving.

Prestasi kedua Three Billboards datang dari Frances McDormand, pemenang Aktris Utama Drama Terbaik dalam Golden Globe. Untuk SAG, ia memenangi "Outstanding Performance by a Female Actor in a Leading Role" (aktris utama dengan performa luar biasa).

Dengan demikian McDormand sudah tiga kali memenangi SAG dari lima kali dinominasikan. Kemenangan pertamanya sebagai aktris utama dalam film Fargo (1996), peran yang juga memberikan Piala Oscar padanya. Kemenangan kedua diraih lewat serial Olive Kitteridge (2014), juga sebagai Aktris dengan Performa Luar Biasa.

Sementara Sam Rockwell mengulang prestasi Golden Globe-nya dengan memenangi kategori "Outstanding Performance by a Male Actor in a Supporting Role" (aktor pendukung dengan performa luar biasa) dalam SAG.

Three Billboards Outside Ebbing, Missouri memang film yang mengandalkan performa para pemainnya. "Film ini dengan cekatan menyeimbangkan komedi gelap dengan drama yang menggelora, didukung performa tak terlupakan oleh para pemeran veterannya," tulis Rotten Tomatoes dalam konsensus kritiknya.

Film ini mengisahkan Mildred Hayes (McDormand), seorang wanita yang kesal karena polisi kota Ebbing tidak mampu mengungkap kasus pembunuhan anak perempuannya. Saking marahnya, Hayes nekad mengecat merah tiga papan iklan di kotanya dan menulisinya dengan beberapa pesan kontroversial nan provokatif kepada para polisi.

Lantas, Opsir Dixon (Rockwell) yang gila kekerasan pun terlibat, membuat pertarungan antara Hayes dengan pihak berwajib semakin berkobar.

Gary Oldman bakal dapat Oscar pertama?

Dalam ajang Oscar, Gary Oldman hanya sekali dinominasikan lewat Tinker Tailor Soldier Spy (2011). Kini kans aktor Inggris itu untuk memenangi Oscar terbuka lebar setelah memenangi Golden Globe dan SAG lewat Darkest Hour.

Ia tampil total sebagai Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II. Dari segi fisik saja, peran ini sulit. Untuk memerankan Churchill yang pendek gemuk (167 cm, 100-an kilogram), butuh totalitas bagi Oldman yang berbadan normal (174 cm, sekitar 70 kilogram). Riasannya mencapai 30 kg.

Tentu saja kemiripan fisik saja tidak cukup.

"Pencapaian utama Oldman adalah cara ia menangkap sikap dan kepribadian Churchill. Dia pemberang, sentimental, romantis, dan frustrasi, tapi dari semua itu, Churchill versi Oldman sangat otentik dan manusiawi," puji Mick LaSalle --pengulas film dari San Francisco Chronicle.

Allison Janney siap mendulang Oscar

Allison Janney berpose setelah memenangi SAG Awards di Shrine Auditorium, Los Angeles, Amerika Serikat (21/1/2018).
Allison Janney berpose setelah memenangi SAG Awards di Shrine Auditorium, Los Angeles, Amerika Serikat (21/1/2018). | Mike Nelson /EPA

Juri Academy seakan tidak menganggap Allison Janney sebagai aktris berkualitas. Jangankan menang, tidak sekalipun wanita berusia 58 itu menjadi nomine Oscar. Padahal, prestasi aktris asal Ohio, Amerika Serikat itu sudah segudang.

Sebetulnya wajar saja, Janney memang dikenal sebagai aktris hebat di televisi--Academy Awards adalah ajang untuk film bioskop. Ia memenangi lima dari 10 nominasi dalam SAG, termasuk tahun ini. Untuk Golden Globe, perannya sebagai LaVona Golden dalam film I, Tonya adalah kemenangan pertama.

Kurun 2001-2004, ia selalu masuk kandidat pemenang Golden Globe sebagai Aktris Serial Televisi Terbaik lewat serial West Wing meski tak pernah menang. Pada 2015 ia juga hanya menjadi nomine lewat serial Mom.

Dalam I, Tonya, Janney memerankan LaVona Fay Golden, ibu karakter utama Tonya Harding (diperankan Margot Robbie). Film itu mengisahkan kisah nyata Tonya, mantan atlet seluncur indah yang diduga terlibat dalam penyerangan rekannya, Nancy Kerrigan, pada tahun 1994.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR