PIALA OSCAR

Menelaah kans pemenang film terbaik Oscar 2016

Leonardo DiCaprio dalam film The Revenant. Sanggupkah bertahan jadi pemenang dalam ajang Piala Oscar 2016?
Leonardo DiCaprio dalam film The Revenant. Sanggupkah bertahan jadi pemenang dalam ajang Piala Oscar 2016? | foxmovies.com/movies/the-revenant

Hanya ada satu perhelatan yang bisa mengalahkan liarnya gelindingan prediksi dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat. Acara itu adalah Academy Awards.

Demikian Brian Truitt membuka paragraf tulisannya di USA Today (21/2/2016) perihal prediksi pemenang film terbaik dalam ajang yang juga dikenal sebagai Piala Oscar.

Menelaah siapa berpeluang membawa trofi perunggu bersepuh emas 24 karat itu selalu menarik. Terlebih dalam ajang Oscar ke-88 yang akan berlangsung di Dolby Theatre Hollywood, California, AS (28/2/2016).

Di luar kontroversi yang menyatakan Oscar terlalu putih, memprediksi siapa yang akan naik ke podium pemenang tetap sulit. Terutama di kategori paling bergengsi; best picture alias film terbaik.

Jika menengok momen serupa tahun lalu, saat ini dari seluruh nomine sudah terjadi pengerucutan dengan sendirinya menjadi hanya dua film. Boyhood dan Birdman di Oscar ke-87 adalah contohnya. Film yang disebut terakhir kemudian diumumkan sebagai peraih gelar film terbaik.

Tahun ini tidak ada film yang bisa dengan mudah melaju melewati film lainnya untuk kemudian menjadi kandidat tunggal atau duo. Masing-masing dari delapan nomine kategori film terbaik punya modal kuat untuk merebut hati 6.261 orang anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) dari seluruh dunia.

Film The Revenant berbekal trofi kemenangan Directors Guild of America melalui sutradaranya Alejandro Gonzalez Inarritu, Spotlight berjaya di kategori penampilan gemilang sekumpulan pemain dalam sebuah film di Screen Actors Guild, dan Big Short membawa pulang gelar Best Theatrical Motion Picture dalam ajang Producers Guild Awards.

Ketatnya persaingan seperti ini mirip kejadian tahun 2013 saat Gravity, 12 Years A Slave, dan American Hustle terus beriringan di posisi terdepan hingga malam puncak penghargaan berlangsung. Pun saat Piala Oscar 2005 yang terus memunculkan Sideways, Million Dollar Baby, dan The Aviator hingga garis akhir.

Trofi kemenangan dalam ajang serupa namun berbeda tahun itu akhirnya jadi milik 12 Years A Slave dan Million Dollar Baby yang bergenre drama. Merujuk sejarah perjalanan Piala Oscar yang berlangsung sejak 1928 menurut situs Internet Movie Database (IMDB), drama adalah genre langganan pemenang di kategori film terbaik.

Seperti terlihat dalam grafik di bawah ini, total 43 kali film bergenre drama berhasil membawa pulang trofi sakral berbentuk kesatria telanjang sambil memegang pedang ini. Paling banyak dibanding film bergenre lainnya, seperti biografi (10 trofi), musikal (9), roman (9), thriller (7), komedi (5), dan petualangan (4).

Namun, jika rentang waktu diperpendek menjadi hanya satu dekade ke belakang, genre thriller lebih mendominasi berkat kemenangan The Departed (2006), No Country for Old Men (2007), The Hurt Locker (2009), dan Argo (2012).

Bagaimana jika acuannya berdasarkan ongkos produksi film? Selama 10 penyelenggaraan terakhir, rerata film berbiaya USD15 juta - USD25 juta lebih sering unggul sebagai pemenang. Hanya The Departed (berbiaya USD90 juta) dan Argo (USD44,5 juta) yang jadi pengecualian.

Genre drama dalam konteks perfilman adalah sebuah subjek serius dan tidak bermaksud untuk membuat penonton tertawa. Fokusnya pada pendalaman karakter para pemerannya agar terlihat realistis dari segi emosional.

Karena setiap film membutuhkan unsur drama di dalamnya, maka genre ini membaur dengan banyak genre lainnya, mulai komedi, aksi, fantasi, hingga horor. Seperti terlihat dalam gambar "pemenang film terbaik berdasarkan genre", kecuali Mad Max: Fury Road, semua nomine film terbaik Oscar 2016 memiliki unsur drama.

Nihilnya porsi drama yang muncul dalam Mad Max: Fury Road tampaknya akan membuat film arahan George Miller itu menemui jalan terjal menggenggam trofi kemenangan di kategori film terbaik. Biaya pembuatannya yang mencapai USD150 juta juga membuat kansnya untuk menang lari dari tren satu dekade ke belakang yang kerap dimenangi film dengan budget USD15 juta - USD25 juta.

Jika mengacu segala kecenderungan satu dekade terakhir, Spotlight adalah kandidat pemenang terkuat sungguhpun nilai rating-nya di IMDB berada di bawah Room (8,2 berbanding 8,3).

Selama sekitar 128 menit durasi film berdasarkan kisah nyata para jurnalis The Boston Globe ini, sutradara Tom McCarthy meramu Spotlight dengan bumbu drama, thriller, dan sedikit komedi. Biaya pembuatannya juga ideal, "hanya" USD20 juta. Bandingkan dengan The Revenant yang menelan ongkos USD135 juta atau kebutuhan USD108 juta untuk membuat The Martian.

Tangkapan layar daftar nomine kategori film terbaik Oscar 2016 berdasarkan genre
Tangkapan layar daftar nomine kategori film terbaik Oscar 2016 berdasarkan genre | Beritagar.id /IMDB
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR