FILM INDONESIA

Mengapa film Guru Ngaji hilangkan judul Badut Maksimal

Salah satu adegan dalam film Guru Ngaji.
Salah satu adegan dalam film Guru Ngaji. | Chanex Ridhall Pictures

Bagi sineas Tanah Air, kisah religi adalah sumber gagasan tiada batas. Hampir tiap bulan ada saja film yang bercerita tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Satu lagi film religi yang siap meramaikan perfilman Indonesia adalah Guru Ngaji, yang akan tayang mulai 22 Maret.

Tadinya film ini berjudul Guru Ngaji dan Badut Maksimal. Namun rumah produksi Chanex Ridhall Pictures mengubahnya menjadi Guru Ngaji saja. Rupanya mereka tidak ingin orang-orang salah paham.

"Film ini tentang guru ngaji. Kalau Guru Ngaji dan Badut Maksimal kesannya dua orang. Sedangkan ini kan satu orang yang memiliki dua peran," ujar produser Rosa Rai Djalal kepada Beritagar.id saat konferensi pers Guru Ngaji yang digelar di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018).

Guru Ngaji merupakan simbol keprihatinan Chanex terhadap nasib dan kesejahteraan guru mengaji di Indonesia. Dalam film ini mereka berusaha menampilkan sosok religius yang tak melulu ditampilkan secara sempurna tanpa cela.

Guru mengaji juga manusia yang butuh uang, sehingga harus menjalankan dua peran. Sebab, biasanya guru ngaji hanya meminta bayaran seikhlasnya saja dari murid-muridnya.

"Kami melihat banyak sekali keadaan kehidupan guru ngaji yang masih memprihatinkan. Khususnya di daerah, banyak guru ngaji yang harus punya double job untuk mengurusi kehidupannya," jelas Rosa.

Guru Ngaji menceritakan Mukri (diperankan Donny Damara), seorang guru mengaji yang ikhlas mengajar di Desa Tempuran, Boyolali, Jawa Tengah. Masalahnya, mana ada orang zaman sekarang yang bisa hidup tanpa uang.

Mukri pun mengambil pekerjaan sampingan sebagai badut di sebuah pasar malam. Ia melakukannya diam-diam, istrinya Sopia (Dewi Irawan) dan sang anak Ismail (Akinza Chevalier) saja tidak tahu kalau Mukri menjadi badut. Hanya Parmin (Ence Bagus), rekan badutnya yang tahu rahasia Mukri.

"Guru ngaji itu kan pekerjaan terhormat. Dia dihormati, dianggap tinggi derajatnya. Sementara dia juga harus bekerja sebagai badut yang ditertawakan orang-orang," jelas Rosa.

Untuk menjalankan peran Mukri, aktor Donny Damara rupanya sejak awal menjadi incaran utama Rosa. Sebab, Donny (51) merupakan aktor kawakan dengan segudang piala. Pada 2012, ia meraih Piala Citra sebagai Aktor Terbaik dalam film Lovely Man. Peran yang juga mengantarkannya menjadi Aktor Terbaik dalam Asian Film Award 2012. Dalam film itu Donny jadi waria.

Ia juga pernah jadi taruna Akademi Angkatan Udara dalam Perwira dan Ksatria, dan pengacara idealis lewat film 2014: Siapa di Atas Presiden.

"Kami mencari sosok guru ngaji yang setengah baya, sudah dewasa. Kami ingin menunjukkan guru ngaji pada umumnya di daerah-daerah. Guru ngaji yang sudah punya anak, sudah berkeluarga, bekerja keras, susah payah segala macam dan kehidupannya susah. Ini kami harus cari aktor yang paling mirip," Rosa menjelaskan alasannya memilih Donny.

Guru Ngaji tak hanya melulu berkutat soal drama dan kebimbangan hidup Mukri. film ini bakal banyak dibumbui komedi. Lihat saja para pemain pelengkap, ada Tarzan, Ence Bagus, dan komika Dodit Mulyanto ikut berperan di film ini.

Guru Ngaji sudah direncanakan Chanex Ridhall Pictures sejak akhir 2016. Syuting dilakukan pada April-Mei 2017. Nantinya, sebagian keuntungan akan dibagikan melalui lembaga Dompet Dhuafa untuk pemberdayaan guru ngaji di Indonesia.

FILM GURU NGAJI - OFFICIAL TRAILER (Di Bioskop 22 Maret 2018) /Chanex Ridhall Pictures
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR