FILM INDONESIA

Mengenangkan kepalan tinju Ellyas Pical

Konferensi pers jelang proses syuting film The Exocet, sebuah biografi drama tentang mantan petinju Ellyas Pical di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (15/7/2019)
Konferensi pers jelang proses syuting film The Exocet, sebuah biografi drama tentang mantan petinju Ellyas Pical di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (15/7/2019) | Pratama Pradana Picture

“Hidup Elly…, hidup Elly…,” demikian teriakan sekitar 17 ribu penonton yang memadati Istora Senayan pada 3 Mei 1985. Sebuah hari yang akan selalu terkenangkan, terkhusus dalam sejarah tinju profesional di Indonesia.

Musababnya cuma satu; malam itu telah lahir juara tinju dunia asal Indonesia. Ellyas Pical, itulah nama sang jagoan. Laki-laki tulen kelahiran Ullath, Saparua, Maluku, pada 24 Maret 1960.

Dalam pertandingan tersebut, Elly --demikian panggilannya-- sukses mendaratkan sebuah hook kiri nan cepat ke rahang lawannya, Ju Do Chun asal Korea Selatan, pada ronde kedelapan.

Hingga wasit menyelesaikan hitungan ke-10, Chun yang tak kunjung bangkit dinyatakan kalah.

Chun yang saat itu berusia 21 bukan sembarang petarung. Sebagai juara bertahan kelas super terbang versi International Boxing Federation (IBF), ia telah lima kali membuat keok penantang yang coba merebut gelarnya.

Pada usaha keenamnya mempertahankan gelar, Chun tak kuasa membendung kepalan tinju kiri Elly yang kala itu berstatus sebagai juara OPBF (Oriental and Pacific Boxing Federation).

Saking cepat dan kerasnya kepalan tangan kiri Elly, media menjulukinya “The Exocet”, nama rudal buatan Prancis yang jadi senjata andalan pasukan Argentina merontokkan perlawanan Inggris dalam Perang Malvinas.

Julukan itu pula yang kemudian menjadi judul film biografi drama (biopic) tentang Ellyas Pical.

Sepanjang kariernya sebagai petinju profesionalnya, si rudal exocet dari Saparua ini menorehkan rekor 20 kemenangan (11 dengan knockout), sekali seri, dan lima kali kalah.

Dalam konferensi pers menjelang syuting film di Ruang Tambora, Sultan Hotel, Jakarta Selatan (15/7/2019), sutradara Robby Ertanto mengaku sudah lama ingin mewujudkan biopic Elly.

Medio 2015, kabar pembuatan film ini sempat mencuat ke permukaan. Kala itu Lukman Sardi dan Jajang C. Noer dikabarkan ambil peran sebagai Elly dan Mama Anna, ibu Elly. Nama Joe Taslim juga sempat disebut akan turut berpartisipasi.

Seiring waktu, kelanjutan produksi film ini menghilang dari peredaran. Robby kemudian mengisi waktu dengan merilis film Ave Maryam dan menyelesaikan syuting film Jakarta Vs Everybody.

Alasan utama yang menyebabkan proses eksekusi film ini menjadi panjang adalah kesepahaman. Penting bagi Robby menemukan rekan kolaborasi yang bersedia memberinya ruang kreatif yang longgar, terutama dari segi gaya penceritaan.

Bertahun mencari, akhirnya proyek film ini mendapat sokongan penuh dari Pratama Pradana Picture, Summerland Films, dan Time International Films.

“Saya sudah mengantongi rights memfilmkan kisah Om Elly sejak 2011, alhamdulillah akhirnya bisa terwujud tahun ini,” ujar Robby yang juga menulis skenario film ini.

Turut hadir mendampingi Robby dalam konferensi pers adalah Elly, Jefri Nichol (pemeran Elly Pical), Wika Karnadi (produser), dan Olga Lydia (co-produser dan memerankan ibu Ju Do Chun).

Robby mahfum bahwa juara tidak terbentuk begitu saja dengan instan. Selalu ada orang-orang yang menjadi penyokong dalam mencapai keberhasilan.

Untuk itu film The Exocet akan turut pula menghadirkan sosok macam Peter Pical (diperankan Lukman Sardi) dan Mama Anna (Amanda Soekasah), orang tua Ellyas; Frida (Laura Basuki), orang yang pertama menyadari kemampuan Elly semasa masih di Saparua; juga Teddy van Room (Jeremy Thomas), pemilik sasana Garuda Pattimura.

Tidak ketinggalan tokoh-tokoh yang mendampingi Elly dalam perjalanan merebut gelar juara dunia, seperti Simson Tambunan (Chicco Jerikho), pelatih yang mengantarkan Elly sebagai juara dunia, Anton Sihotang (Ridho Hafiedz), manajer; dan Boy Bolang (Vino G. Bastian), promotor tinju yang mementaskan pertarungan Elly Vs Chun.

Ellyas Pical (kiri) dan Jefri Nichol saat konferensi pers film The Exocet di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (15/7/2019)
Ellyas Pical (kiri) dan Jefri Nichol saat konferensi pers film The Exocet di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (15/7/2019) | Pratama Pradana Picture

Tidak berusaha mencari kemiripan fisik

Walaupun menggarap film biografi seorang tokoh, Robby mengaku tidak ingin memiripkan tampilan para pemain dengan tokoh asli yang mereka perankan.

“Beberapa orang bilang Nichol tidak mirip dengan Elly. Kepada mereka saya cuma mau bilang kalau dalam film ini saya lebih mengutamakan olah rasa, bukannya berusaha memirip-miripkan tampang pemain,” jelas Robby.

Praktik olah rasa itu yang dirasakan Nichol (20) menjadi tantangan tersendiri. “Soalnya film ini bercerita dari sudut pandang Elly melihat dunia. Makanya saya harus betul-betul meresapi bagian terdalam perasaan tokohnya agar bisa merespons dunia di sekitar saya,” ungkap Nichol.

Ada waktu tiga bulan untuk Nichol mempersiapkan fisik agar bisa mendekati sosok Elly pada masa jayanya. Salah satunya menggembleng kepalan tangan kirinya agar bisa sekeras milik sang juara dunia, Elly.

Pasalnya Nichol aslinya tidak kidal. “Makanya sehari-hari saya membiasakan diri menggunakan tangan kiri,” lanjutnya. Sejumlah rekaman pertandingan Elly juga ia nonton berulang kali.

Latihan fisik seperti lari dan naik turun tangga juga dilakoninya. Agar bisa meyakinkan di depan kamera sebagai petinju, sasana di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, jadi tempatnya menghabiskan waktu.

Nichol bahkan mengaku sampai menginap di sasana bersama petinju-petinju lain. Tak lupa ia harus melatih bibirnya dalam beraksen Maluku. Semua dilakukan Nichol sebagai wujud totalitasnya sebagai aktor.

Selain itu, Aktor Pendatang Baru Terpilih di Piala Maya 2018 telah mendambakan tawaran peran dengan karakter berbeda dari yang sebelumnya pernah ia mainkan.

Ketika akhirnya mendapat kabar terpilih memerankan salah satu pahlawan Indonesia dari ring tinju, Nichol tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

Dituturkan Robby, keputusan memilih Nichol datang saat mereka berkolaborasi dalam Jakarta Vs Everybody. “Meskipun usianya masih muda, dia ternyata tahu banyak soal Elly. Itu membuat saya langsung kagum. Makanya saya tidak punya kandidat aktor lain yang pas memerankan Elly selain dia,” papar Robby.

Syuting film The Exocet direncanakan berlangsung mulai 24 Juli 2019 dengan mengambil tiga lokasi, yaitu Saparua, Maluku, Jakarta, dan Seoul, Korea Selatan.

Elly Pical berharap kehadiran film ini nantinya bisa memantik kembali gairah generasi muda untuk menekuni dunia tinju. Sehingga dengan demikian nama Indonesia bisa kembali harum di tingkat dunia melalui ring tinju.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR