FILM INDONESIA

Mengungkap adegan tambahan film Wiro Sableng

Ilustrasi mid credit scene dalam film Wiro Sableng
Ilustrasi mid credit scene dalam film Wiro Sableng | Caravan Studio/LifeLike Pictures

Sebelum mulai, kami ingin mengingatkan pembaca sekalian bahwa tulisan ini mengandung bocoran cerita alias spoiler.

Memunculkan adegan --terkadang lebih dari satu-- saat film telah tuntas dan mulai menampilkan credit title bukan hal baru. Dalam film Wiro Sableng, penonton bisa menikmati suguhan adegan tambahan tersebut.

Film-film bergenre pahlawan super, semisal The Avengers, Deadpool, atau Batman v Superman: Dawn of Justice, memuat adegan tambahan berdurasi pendek. Terkenal dengan istilah post-credit title. Biasanya dimaksudkan sebagai bocoran menuju sekuel.

Menyebut Wiro Sableng yang diperankan Vino G. Bastian sebagai tokoh pahlawan super lokal jelas tak keliru. Kesaktiannya tak dimiliki oleh orang awam.

Dan sejak awal, Lifelike Pictures bersama Fox International Productions berencana menjadikan proyek ini menjadi trilogi.

Film yang sedang tayang di bioskop sejak 30 Agustus 2018 adalah bagian pertama alias pembuka. Kursi penyutradaraan diduduki Angga Dwimas Sasongko. Penonton diperkenalkan untuk mengetahui asal-usul Wiro.

Sebagai jembatan menuju film berikutnya, terselip satu middle credit scene. Disebut demikian karena muncul saat pertengahan credit title.

Walaupun durasinya tak lebih dari satu menit, sudah cukup memancing percakapan, terutama oleh kalangan warganet di media sosial.

Bagi yang awam karena belum membaca versi cerita silat Wiro Sableng, histeria menyambut adegan mid credit scene terjadi lantaran melihat sosok Abimana Aryasatya (35) dan Gunawan Maryanto (42).

Abi --sapaan Abimana-- pernah main bareng Vino dalam film Warkop DKI Reborn. Genre laga dijajalnya lewat penyutradaraan Anggy Umbara dalam 3 (Tiga). Sedang Gunawan yang matang di panggung teater adalah aktor yang memerankan Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata.

Kehadiran dua aktor watak itu sekaligus menjawab alasan tercantumnya nama mereka dalam poster film.

Bagi yang setia mengikuti perjalanan Wiro dari lembaran buku cersil, peran yang mereka mainkan tak ayal menghadirkan tempik sorak. Gunawan sebagai Si Muka Bangkai, sementara Abi melakonkan Anom.

Sepanjang pengembaraan mengarungi rimba persilatan, Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, julukan Wiro, memang menemui banyak tokoh hebat dari golongan hitam.

Pun demikian, sepak terjang Wiro yang termaktub dalam 185 seri cersil hanya memunculkan satu musuh bebuyutan. Tokoh antagonis itu bernama Pangeran Matahari, julukan Anom.

Julukannya “Si Segala Cerdik, Segala Akal, Segala Ilmu, Segala Licik, dan Segala Congkak”. Paling alot dikalahkan. Mungkin serupa Lex Luthor untuk Superman atau Joker dalam semesta Batman.

“Waktu syuting adegan tambahan itu, susah melukiskan perasaan senang yang saya rasakan. Soalnya saya tahu Pangeran Matahari adalah musuh utama dalam cerita Wiro Sableng,” ungkap Sheila Timothy, produser sekaligus penulis skenario Wiro Sableng, kepada Beritagar.id yang menemuinya usai press screening di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (27/8/2018).

Musuh utama Wiro yang diperankan Vino harus sejajar. Abimana adalah pilihan tepat. Secara penampilan dia juga cocok banget sebagai Pangeran Matahari,” tambah Lala, sapaan akrab Sheila.

Sama seperti para pemain lain, rekrutmen Abi dan Gunawan juga berlangsung sejak awal. Artinya bukan saat proses syuting atau pascaproduksi berlangsung.

Ditambahkan Lala, Abi sempat mereka tawari dua peran sekaligus untuk film ini. Peran ganda itu dilakukan Trisna Irawan yang berperan sebagai pengawal Pangeran dan Iblis Pencabut Sukma.

“Soalnya sayang banget kalau dia hanya muncul di penghujung film. Cuma ternyata berat kalau mau dipaksakan. Akhirnya kami harus menekan ego,” sambung Lala.

Kehadiran Pangeran Matahari bersama Si Muka Bangkai seolah sedikit membuka tabir akan ke mana arah penceritaan sekuel film Wiro Sableng kelak.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR