Menjadi Churchill adalah hadiah terbaik bagi Gary Oldman

DARKEST HOUR - Official Trailer [HD] - In Theaters November 22nd
© Focus Features

Gary Oldman dikenal sebagai aktor serba bisa. Beragam peran dengan rentang karakter yang amat berbeda pernah dicoba oleh aktor berusia 59 tahun itu.

Dari tokoh kejam Count Dracula (Bram Stoker's Dracula, 1992), penyihir misterius Sirius Black dalam saga Harry Potter, polisi baik Jim Gordon (trilogi The Dark Knight), dan polisi korup dalam Leon: The Professional (1994).

Peran dari dunia nyata juga pernah beberapa kali ia tampilkan. Pria kelahiran London itu pernah menjadi Beethoven dalam Immortal Beloved (1994) dan Lee Harvey Oswald, pembunuh Presiden AS John F. Kennedy dalam JFK (1991).

Kali ini, dalam film Darkest Hour Oldman mencoba peruntungan sebagai Winston Churchill, Perdana Menteri yang bertugas memimpin Inggris saat Perang Dunia II sedang sengit-sengitnya. Penampilan Oldman sebagai Churchill bisa dilihat dalam cuplikan perdana Darkest Hour yang dirilis Kamis (13/7/2017).

Secara fisik, Oldman dan Churchill jelas sangat berbeda. Churchill pendek dan gemuk, dengan tinggi 167cm dan berat sekitar 113kg. Sementara Oldman bertinggi badan 174cm, dengan berat sekitar 72kg. Untuk itu, Oldman tidak menggemukkan badan seperti yang dilakukan Christian Bale dalam American Hustle (2013).

Oldman menggunakan tata rias. Tentu saja tingkat kesulitannya besar. Dilansir dari Deadline (29/3/2017), pria bernama lengkap Gary Leonard Oldman itu menyatakan butuh waktu 200 jam untuk menemukan penampilan yang tepat. Riasannya saja mencapai separuh dari berat sang aktor, jadi kurang lebih sekitar 30kg.

Beban berat itu seakan merupakan alegori dari tugas Churchill sebagai Perdana Menteri Inggris. Darkest Hour akan mengambil set waktu tahun 1940, tepatnya 10 Mei, hari pertama Churchill menjadi PM Inggris.

Di hari yang sama, Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler sedang menyerang Belgia, Belanda, dan Prancis. Artinya, Inggris sebagai tetangga ketiganya juga terancam menjadi negeri boneka Hitler.

Publik Inggris belum siap untuk perang. Di tengah tekanan dari politisi lain untuk bernegosiasi dengan Hitler, Churchill juga tidak mendapat kepercayaan dari Raja George VI. Situasi diperparah dengan terkepungnya tentara Inggris di pantai Dunkirk, Prancis.

Pada 4 Juni 1940, setelah tentara di Dunkirk dapat dievakuasi, Churchill menegaskan bahwa Inggris tidak akan menyerah dan akan berperang dengan Jerman. Ia memberikan pidato legendarisnya di gedung Dewan Perwakilan. Sebagian adegan ini dapat dilihat di cuplikan dan tentu saja di filmnya nanti.

"Inggris sudah sangat dekat dengan tirani Nazi. Jika PM kami bukan Winston, dunia kita mungkin bakal sangat berbeda. Bisa memerankan beliau adalah hadiah menakjubkan bagi seorang aktor," ujar Oldman dalam wawancara dengan Deadline.

"Bebannya sangat berat. Bukan hanya secara fisik, tapi karena ia adalah orang Inggris terbaik yang pernah hidup. Seorang figur ikonik," jelas Oldman.

Selain Gary Oldman, Darkest Hour juga dibintangi Kristen Scott Thomas sebagai Clementine (istri Churchill), Ben Mendelsohn sebagai Raja George VI, Ronald Pickup sebagai Neville Chamberlain (Perdana Menteri Inggris sebelum Churchill).

Joe Wright bakal duduk di kursi sutradara. Pria Inggris ini dikenal sebagai sutradara Pan (2015) dan Pride and Prejudice (2005).

Darkest Hour akan tayang di bioskop-bioskop Inggris pada 12 Januari 2018. Sementara tetangga kita, Singapura, kebagian tanggal 4 Januari. Nah, publik di Amerika Serikat bisa menonton terlebih dulu pada 22 November.

Tayang tepat sebelum akhir tahun, besar kemungkinan Darkest Hour --khususnya Gary Oldman-- mengincar Oscar.

Sebagai seorang aktor dengan kemampuan akting yang lengkap, mantan suami Uma Thurman ini belum pernah dapat Oscar. Ia pernah dinominasikan sebagai Aktor Terbaik lewat Tinker Tailor Soldier Spy (2011), sayangnya kalah dari Jean Dujardin dari film The Artist (2011).

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.