FESTIVAL FILM INDONESIA

Mereka berpeluang memborong piala FFI 2018

Pembawa acara Melisa Karim membacakan nomine dalam Malam Pengumuman Nomine Festival Film Indonesia di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).
Pembawa acara Melisa Karim membacakan nomine dalam Malam Pengumuman Nomine Festival Film Indonesia di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018). | Andi Baso Djaya /Beritagar.id

Daftar nomine Festival Film Indonesia 2018 diumumkan di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018). Inilah beberapa film yang siap memborong banyak piala dalam malam pengumuman pemenang yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada 6 Desember.

Dominasi Marlina

Rasanya tak salah jika Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menjadi perwakilan Indonesia untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam ajang Academy Award tahun depan. Dalam pengumuman nomine Piala Citra, film garapan sutradara Mouly Surya ini juga menunjukkan taringnya.

Marlina dinominasikan dalam 14 kategori, termasuk Film Terbaik. Film ini bakal beradu dengan Aruna dan Lidahnya, Sekala Niskala, dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta.

Pada kategori Pemeran Pendukung Pria, film ini bahkan menyumbang Egy Fedly dan Yoga Pratama. Marlina hanya absen dalam empat kategori; Pencipta Lagu Tema, Pemeran Utama Pria, Pemeran Anak, dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik.

Marlina tak memiliki aktor utama dan anak. Skenarionya juga bikinan asli Mouly dan Rama Adi, bukan adaptasi kisah apapun. Jadi, yang terlewat oleh juri FFI dan tak masuk nomine hanya lagu temanya, "Lazuardi". Kesimpulannya, Marlina melahap nyaris semua kategori yang memungkinkan.

Marlina merupakan salah satu film Indonesia paling berprestasi selama beberapa tahun belakangan ini. Film berdurasi 93 menit ini berhasil menembus kategori Director's Forthnight dalam Cannes Film Festival di Prancis pada Mei 2017.

Marsha Timothy memenangi Aktris Terbaik dalam Sitges International Fantastic Film Festival ke-50 di Catalunya, Spanyol, Oktober 2017. Selain itu, Marlina tayang di berbagai festival seperti Toronto International Film Festival (TIFF), Melbourne International Film Festival, dan New Zealand Film Festival.

Aruna tak mau kalah

Meski "hanya" dinominasikan dalam sembilan kategori, Aruna dan Lidahnya seolah tak mau kalah dari Marlina. Semua kategori penting (penyutradaraan, akting, dan skenario) dilahap Aruna, termasuk Film Terbaik.

Aruna dan Lidahnya mengirim Dian Sastrowardoyo (Pemeran Utama Wanita), Oka Antara (Pemeran Utama Pria), Hannah Al Rashid (Pemeran Pendukung Wanita), Nicholas Saputra (Pemeran Pendukung Pria), Edwin (Sutradara), dan Titien Wattimena (Penulis Skenario Adaptasi).

Aruna dan Lidahnya adalah karya pertama Edwin setelah Posesif (2017) yang mengantarnya mendapat Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2017. Titien bertugas mengolah naskah dari novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak.

Film ini memiliki gaya penuturan yang unik, berpadu dengan kekuatan dialog keseharian dalam menampilkan sebuah kisah sederhana; dibumbui makanan dan wisata kuliner.

Sekala Niskala diam-diam menghanyutkan

Peringkat kedua pengumpul nomine terbanyak bukan cuma Aruna. Sekala Niskala juga dinominasikan dalam sembilan nomine pada delapan kategori. Padahal film ini tergolong kurang bergema saat ditayangkan, dengan jumlah penonton hanya 16.727 penonton.

Sekala Niskala disutradarai, ditulis, dan diproduseri oleh Kamila Andini yang jadi nomine Sutradara Terbaik. Dengan judul alternatif The Seen and The Unseen, film ini memenangi penghargaan film terbaik di Berlin International Film Festival 2018 dalam program Generation Kplus Internationaly Jury.

Kisahnya mengenai anak perempuan yang sadar bahwa ia akan ditinggal mati oleh saudara kembar laki-lakinya.

Dua aktor cilik Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena dan Ni Kadek Thaly Titi Kasih berhasil jadi nomine Pemeran Anak Terbaik. Juga Ayu Laksmi sebagai calon Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Wiro Sableng unggul di bagian teknis

Judul Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 boleh saja absen dari daftar nomine Film Terbaik. Namun, film ini dinominasikan dalam delapan kategori.

Film garapan Angga Dwimas Sasongko ini hanya dapat satu di bagian akting, yaitu Ruth Marini sebagai calon Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Ruth adalah pemeran Sinto Gendeng, guru Wiro Sableng (Vino Bastian).

Hampir seluruhnya adalah kategori yang tergolong teknis seperti Penata Rias, Penata Busana, Pengarah Artistik, Penata Suara, Penata Musik, Penata Efek Visual, dan Pengarah Sinematografi.

Film kolosal ini digarap LifeLike Pictures bersama 20th Century Fox, distributor film ternama dari Amerika Serikat. Bujet produksinya dikabarkan di atas 2 juta dolar AS (Rp29,5 miliar). Proses pembuatannya memakan waktu lebih dari 1,5 tahun dengan total kru nyaris 1.000 orang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR