FILM INDONESIA

Mira Lesmana berpacu dengan waktu demi Kulari Ke Pantai

Mira Lesmana dan Riri Riza di sela-sela syuting film Kulari Ke Pantai di Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur (Senin, 26/3/2018).
Mira Lesmana dan Riri Riza di sela-sela syuting film Kulari Ke Pantai di Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur (Senin, 26/3/2018). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Paceklik film anak di Indonesia benar adanya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah film anak yang beredar pada periode 1 Januari 2017 hingga 23 Maret 2018.

Nyatanya memang dari 201 judul film Indonesia hanya 22 film yang mendapat sertifikat "Semua Umur". Itupun tidak semuanya masuk kategori film khusus anak-anak, hanya Si Juki The Movie, Naura dan Genk Juara, dan Iqro yang masuk kategori tersebut.

Kurangnya film anak juga diakui oleh Mira Lesmana, produser yang sukses memproduseri beberapa film Indonesia legendaris, seperti Petualangan Sherina (1999), Ada Apa dengan Cinta (2002), dan Laskar Pelangi (2008).

"Kita ini sangat kekurangan film anak dengan bahasa Indonesia, jumlahnya minim sekali, sehingga rasanya perlu dibuat," ujarnya di sela-sela syuting film Kulari Ke Pantai di Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur (Senin, 26/3/2018).

Oleh karena itu, Mira merasa sangat antusias dan tertantang dalam menggarap film anyarnya yang bertajuk Kulari Ke Pantai. Sebagai orang yang cinta dengan industri film tanah air, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk membuat film anak yang berkualitas.

"Membuat film anak itu sebuah keharusan dan keluarga Indonesia sudah ada sejarahnya bahwa mereka selalu menantikan film Indonesia yang cocok ditonton oleh anak-anak dan keluarga di hari libur sekolah," ujar produser berusia 53 tahun itu.

Demi mengejar jadwal rilis di masa liburan sekolah, proses produksi film ini dipacu lebih cepat. Pasalnya, jadwal tayang semula film itu pada Agustus 2018 kemudian digeser menjadi Juni 2018. Setelah berdiskusi dengan Riri Riza, sang sutradara, Mira pun menyanggupi jadwal rilis tersebut, meskipun proses syuting Kulari Ke Pantai baru dimulai pada awal Maret 2018.

"Jadi rencananya film ini akan rilis Agustus, tapi pada bulan tersebut ada banyak sekali film lain. Jadi pihak XXI memberikan dua kemungkinan, antara mundur jauh di Desember atau rilis bulan Juni karena memang film anak-anak harus diputar pada musim liburan sekolah," ujarnya.

Waktu produksi yang sangat singkat menghadirkan tantangan tersendiri bagi Mira Lesmana dan sang sutradara Riri Riza. Misalnya saja masalah jam kerja aktor cilik dan juga proses olah gambar di waktu yang sangat singkat.

"Karena ini film anak-anak, aktornya kan juga anak-anak. Ini tantangan tersendiri karena jadwal syutingnya harus disesuaikan dengan kegiatan mereka, misalnya saja soal pendidikan yang tak boleh diabaikan," ujar Mira.

Menurut pengakuan Maisha Kanna (11) dan Lil'li Latisha (12), dua aktris utama Kulari Ke Pantai, keduanya tetap menjalankan kewajibannya untuk sekolah. Orang tua Lil'li memilih homeschooling untuk pendidikan anaknya, sedangkan Maisha belajar secara daring dengan bimbingan sang ibu.

"Ini kita belum pernah, lho, kerja secepat ini, bahkan proses syuting dan olah gambar dilakukan bersamaan sambil jalan juga, ha ha ha.." tambahnya lagi.

Keseriusan Mira dalam menggarap Kulari Ke Pantai juga terlihat dari rencana mereka untuk menghadirkan merchandise film tersebut. Menurut Mira, mereka telah bekerja sama dengan Gramedia untuk meluncurkan novel, activity book, dan jurnal untuk menemani film tersebut.

Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media film Kulari Ke Pantai.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR