FILM INDONESIA

Nasib film Ellyas Pical setelah Jefri Nichol ditahan

Jefri Nichol (kiri) dan Robby Ertanto saat konferensi pers film The Exocet di Sultan Hotel, Jakarta Selatan (15/7/2019)
Jefri Nichol (kiri) dan Robby Ertanto saat konferensi pers film The Exocet di Sultan Hotel, Jakarta Selatan (15/7/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Kasus kepemilikan ganja yang menjerat aktor Jefri Nichol dan Robby Ertanto menyisakan tanya tentang kelanjutan produksi film The Exocet. Mereka berdua tokoh teras dalam film tersebut.

Pasalnya seminggu sebelum ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Narkoba Polres Jakarta Selatan, film yang mengisahkan perjuangan petinju Ellyas Pical itu menggelar konferensi pers.

Isinya selain pengumuman resmi tentang posisi Nichol sebagai pemeran Elly, sapaan Ellyas, juga informasi bahwa film yang diarahkan Robby itu akan syuting mulai 24 Juli 2019. Ada tiga lokasi yang dijadikan tempat, yaitu Jakarta, Saparua (Maluku), dan Seoul (Korea Selatan).

Para pemain mengaku belum mendapatkan kepastian bagaimana kelanjutan The Exocet usai tertangkapnya dua tokoh teras film ini.

“Belum ada konfirmasi soal itu,” tulis Chicco Jerikho lewat pesan singkat kepada Beritagar.id menghubunginya (25/7/2019).

Chicco dalam film The Exocet kebagian peran sebagai Simson Tambunan, pelatih yang membawa Elly menjadi juara tinju dunia kelas super terbang versi International Boxing Federation (IBF) pada 1985.

Ridho Hafiedz yang memerankan tokoh Anton Sihotang juga mengaku tidak bisa memberikan konfirmasi apa pun terkait kelanjutan The Exocet.

Demikian juga Olga Lydia yang dalam film tersebut berlakon sebagai ibu Ju Do Chun, lawan yang dikalahkan Elly saat merebut juara dunia.

"Kalau kita sih menunggu aja. Cuma saya pikir sih akan lama (vakum) ya," ujar Olga dilansir dalam laman VIVA.co.id (25/7).

Mengadaptasi perjuangan Elly di ring tinju sebenarnya sudah lama diusahakan Robby. “Sudah sejak 2011 saya dapat rights-nya,” katanya. Alasan mengapa tertunda lama karena tak ada investor yang tertarik.

Setelah proses panjang, akhirnya ada eksekutif produser yang percaya potensi film ini, juga pendekatan kreatif yang diajukan Robby.

“Makanya tahun ini kami anggap waktu yang paling tepat untuk mewujudkan film ini,” kata Robby saat konferensi pers di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (15/7).

Pihak Elly Pical yang diwakili putranya, Matheuw Pical, masih enggan mengomentari perihal penangkapan Nichol dan Robby. Pun nasib proyek film tentang dirinya yang masih mengambang.

Kelanjutan nasib produksi film yang simpang siur ini ditanggapi lapang dada oleh Chicco. “Kami semua saling menguatkan karena tahu seperti apa Nichol,” tulisnya.

Dalam wawancaranya bersama Nadia Soekarno dari NET., Nichol tak henti menyesali kebodohan yang telah diperbuatnya.

“Saya sih enggak minta juga. Memang dikasih. Tapi semua karena kebodohan saya sendiri mau nyoba-nyoba. Bodoh banget," kata aktor pendatang baru terpilih di Piala Maya 2017 itu sambil berulang kali menggelengkan kepala.

Dengan suara lirih, aktor berusia 20 itu meminta maaf kepada ayah dan ibunya, rekan-rekan kerja, serta para penggemarnya.

“Semua ini saya anggap sebagai pelajaran. Kalau kata Bang Joe (Taslim, red.) tadi, anggap saja saya lagi masuk bertapa dalam goa dan keluar nanti jadi orang yang lebih baik. Itu harapan saya juga ke depan,” lanjut Nichol.

Dukungan agar Nichol tabah menghadapi kasus yang menimpanya juga disampaikan banyak sineas. Produser Mira Lesmana, misalnya. Melalui akun Instagram miliknya menulis;

Jef, you are talented, you are humble and you are so eager to learn. You are a good person with a bright future. Sometimes we stumble and fall... it’s okay. Find your true friends to help you stand up again and you will be all right. Stay strong Jef.

Mira Lesmana, produser dari Miles Films di Instagram

Aktor Lukman Sardi juga turut menuliskan pesan kepada rekan kerjanya ini. Pemeran Peter Pical dalam film The Exoced itu menjadikan apa yang menimpa Nichol sebagai pengingat dalam mengarungi kehidupan.

Lebih lengkapnya seperti termaktub dalam unggahan Lukman, 48 tahun, melalui Instagram berikut ini.

Berdasarkan keterangan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar dalam laman Liputan6.com (24/7), Nichol ditangkap saat sedang melintas sendirian di kawasan Pasar Santa saat tengah malam.

Dari hasil penggeledahan, petugas kemudian menemukan papir dalam saku celana Nichol. Melihat respons Nichol yang gugup semakin membuat polisi curiga. Alhasil dari pengembangan kemudian ditemukan ganja seberat 6,01 gram yang disimpan Nichol di kulkasnya.

Sementara Robby yang ditangkap keesokan harinya, juga dari pengembangan kasus Nichol, kedapatan menyimpan 15 gram ganja. “Saya salah. Saya minta maaf,” ujar Robby, menyitir suara.com.

Nichol yang kini didampingi Aga Khan Cs Lawyer disangkakan Pasal 111 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dituturkan Kombes Indra Jafar, ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan maksimal 12 tahun. Sementara denda paling minim Rp800 juta, dan maksimal Rp8 miliar.

Mengingat usianya yang masih muda, Aga selaku kuasa hukum, dikutip kompas.com, akan mengusahakan agar Nichol direhabilitasi alih-alih penjara.

“Takutnya di dalam penjara dia mengalami gejala depresi. Mudah-mudahan asesmennya bisa mengarahkan langsung ke RSKO," kata Aga.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR